• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • hal. 4
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Sosialisasi Restocking Ikan Lokal DIY Perkuat Upaya Pelestarian Perairan Umum

Berita Senin, 20 April 2026

Yogyakarta – Dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan lokal di perairan umum Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah diselenggarakan kegiatan Sosialisasi Restocking Sumberdaya Ikan Lokal di Perairan Umum pada Senin, 13 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gurami dan Ruang Rapat Nila III, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Jalan Sagan No. III/4, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dosen Departemen Perikanan UGM Dr. Sulistiowati, S.Si., M.Si yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pelestarian sumber daya ikan lokal. Penyampaian Materi ini dimaksud guna memberikan pemahaman komprehensif kepada para pemangku kepentingan terkait pentingnya restocking sebagai bagian dari strategi konservasi perairan darat. Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman ikan yang sangat tinggi, dengan ribuan spesies ikan air tawar dan laut, termasuk ratusan spesies endemik yang tersebar di berbagai wilayah perairan. Di Pulau Jawa sendiri tercatat terdapat 132 jenis ikan asli dan endemik yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan budaya penting bagi masyarakat.

Namun, keberadaan ikan lokal menghadapi berbagai ancaman serius seperti degradasi habitat, pencemaran, perubahan iklim, introduksi spesies invasif, hingga eksploitasi berlebihan. Rendahnya kesadaran masyarakat serta keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan dalam upaya konservasi. Kondisi ini menuntut langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak untuk menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya ikan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, restocking atau penebaran ikan kembali ke habitat alaminya diperkenalkan sebagai salah satu upaya penting untuk meningkatkan keragaman dan produksi ikan di perairan umum. Selain itu, strategi konservasi lain yang disampaikan meliputi pembentukan suaka perikanan, rehabilitasi habitat, pengendalian spesies invasif, regulasi penangkapan, hingga domestikasi dan budidaya ikan lokal yang terancam punah.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat, dalam pelaksanaan program pelestarian ikan lokal. Upaya konservasi diharapkan tidak hanya menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem, tetapi juga menjamin keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada perikanan perairan umum.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan terbangun sinergi dan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya ikan lokal DIY sebagai warisan alam yang bernilai bagi generasi mendatang. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan tujuan ke -17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tujuan ke-4 Pendidikan Berkualitas, tujuan ke-8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomike-14 (Ekosistem Laut), tujuan ke-15 (Ekosistem Daratan), serta tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim). Upaya restocking dan konservasi ikan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keanekaragaman hayati perairan, memperkuat ketahanan ekosistem, serta memastikan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Belajar ‘Aturan Main’ Laut: Mata Kuliah Kelembagaan Perikanan UGM Siapkan Mahasiswa Jadi Pengambil Kebijakan Masa Depan

Berita Senin, 20 April 2026

Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia perikanan, memahami laut tidak cukup hanya dari sisi biologi atau teknologi. Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, mahasiswa juga diajak memahami “aturan main” di balik pengelolaan sumber daya laut melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan.

Mata kuliah ini menjadi salah satu fondasi penting dalam Program Studi Manajemen Sumber Daya Akuatik. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak menganalisis bagaimana kebijakan, institusi, dan masyarakat berinteraksi dalam mengelola perikanan secara berkelanjutan.

Materi yang dipelajari sangat beragam dan kontekstual. Mahasiswa akan mengenal konsep dasar kelembagaan, perubahan institusi, hingga penerapannya dalam pengelolaan perikanan di berbagai skala—lokal, nasional, hingga internasional. Contohnya, mahasiswa mempelajari praktik lokal seperti sasi di Maluku dan awig-awig di Bali, yang terbukti efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan berbasis kearifan lokal.

Tidak berhenti di situ, pembelajaran juga mengangkat isu-isu aktual seperti kebijakan penangkapan ikan terukur, pembangunan kawasan minapolitan, hingga rantai pasok hasil perikanan modern. Pendekatan yang digunakan berbasis case-based learning (CBL) dan project-based learning (PBL), sehingga mahasiswa aktif berdiskusi, menganalisis kasus nyata, hingga mempresentasikan solusi.

Menariknya, mahasiswa juga diajak melihat bagaimana kelembagaan berperan dalam pembangunan sektor perikanan, baik di bidang budidaya, penangkapan, maupun pengolahan hasil. Hal ini membuat lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kebijakan.

Dengan sistem pembelajaran yang interaktif dan berbasis analisis kasus, mata kuliah ini melatih kemampuan berpikir kritis (high order thinking skills) yang sangat dibutuhkan di era kompleks saat ini.

Melalui mata kuliah Kelembagaan Perikanan, UGM membekali mahasiswa untuk menjadi pengelola sumber daya laut, analis kebijakan, hingga pemimpin masa depan di sektor perikanan. Cocok bagi kamu yang ingin berkontribusi nyata dalam menjaga laut sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat pesisir. Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global.

FGD Equity UGM Soroti Perikanan dalam Perspektif Sosial-Ekologi: Dari Perubahan Iklim hingga Dinamika Sumber Daya Pesisir dan Lautan

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026 di Ruang 2.02, Gedung A4. Kegiatan ini menjadi forum strategis lintas sektor yang mengangkat isu perubahan iklim dan dinamika oseanografi dalam konteks sosial-ekologi perikanan dan kelautan.

FGD menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional, di antaranya Prof. Widodo Setiyo Pranowo dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Prof. R. Dwi Susanto dari University of Maryland, serta Prof. Ocky Karna Radjasa. Diskusi juga melibatkan perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan pelaku perikanan dari Kelompok Mina Samodera Pantai Baron, sehingga menghadirkan perspektif ilmiah sekaligus pengalaman lapangan.

Dalam diskusi, para narasumber menekankan bahwa perubahan iklim global telah memengaruhi parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, arus, dan produktivitas primer. Fenomena ini secara langsung berdampak pada distribusi ikan, musim penangkapan, hingga ketidakpastian hasil tangkapan nelayan.

Lebih jauh, pendekatan sosial-ekologi menjadi kunci dalam memahami sistem perikanan secara utuh. Tidak hanya aspek lingkungan, tetapi juga dimensi sosial seperti adaptasi nelayan, kelembagaan, dan strategi penghidupan menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Paparan juga menyoroti bagaimana fenomena iklim ekstrem, seperti siklon tropis, dapat memicu perubahan produktivitas laut melalui peningkatan nutrien dan klorofil-a. Kondisi ini menunjukkan bahwa dinamika laut bersifat kompleks dan memerlukan pendekatan berbasis data serta teknologi, termasuk pemanfaatan penginderaan jauh dan pemodelan spasial.

Diskusi berlangsung interaktif dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, pemerintah, dan masyarakat pesisir. Integrasi pengetahuan ilmiah dan lokal dinilai menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Melalui FGD ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan perannya dalam mengembangkan riset yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan secara sosial. Kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat upaya pengelolaan perikanan yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.

Dari Satelit NASA ke Laut Indonesia: FGD Equity UGM Bahas Teknologi PACE untuk Pantau Ekosistem Laut

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan diskusi ilmiah strategis melalui Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri yang digelar pada Jumat, 17 April 2026 di Gedung A4. Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah pemaparan teknologi satelit mutakhir untuk pemantauan ekosistem laut.

Materi disampaikan oleh Prof. Riset R. Dwi Susanto, Ph.D., peneliti senior dari University of Maryland, yang membahas pemanfaatan satelit terbaru milik NASA, yaitu PACE (Plankton, Aerosol, Clouds, Ocean Ecosystem).

Dalam paparannya, Dwi Susanto menjelaskan bahwa satelit PACE membawa teknologi hiperspektral yang mampu mendeteksi kondisi perairan laut secara lebih detail dibandingkan satelit sebelumnya. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton, termasuk membedakan antara alga yang berbahaya (harmful algal blooms) dan yang bermanfaat bagi ekosistem.

Lebih lanjut, satelit PACE menghasilkan berbagai data penting seperti konsentrasi klorofil-a, struktur komunitas plankton, karbon laut, hingga kualitas air. Data ini sangat krusial untuk memahami dinamika ekosistem laut, termasuk responsnya terhadap perubahan iklim global.

Paparan ini juga menekankan pentingnya integrasi antara data satelit dan pengukuran lapangan. Validasi data menjadi langkah penting agar hasil pemantauan dapat digunakan secara akurat dalam skala lokal maupun regional, termasuk di perairan Indonesia yang memiliki kompleksitas tinggi.

Diskusi dalam FGD ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi satelit modern dapat menjadi solusi dalam meningkatkan akurasi pemantauan sumber daya laut, sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Hal ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi ekosistem laut.

Kegiatan ini menegaskan peran UGM sebagai pusat pengembangan ilmu kelautan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global. Selain itu, hasil diskusi ini turut berkontribusi pada SDG 17  Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan riset berbasis inovasi teknologi untuk keberlanjutan laut Indonesia.

Bangun Karier Global! Departemen Perikanan UGM Buka Peluang Kerja Perikanan di Korea Selatan

BeritaLowongan Pekerjaan Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni melalui kegiatan Sosialisasi Program Visa Kerja Korea Selatan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan PT Anugerah Bahari Pasifik dan Widuri Training Centre, dilaksanakan secara daring pada Jumat, 17 April 2026.

Mengusung tema “Build Your Career in South Korea”, sosialisasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni untuk mengenal lebih dekat peluang kerja di sektor perikanan di Korea Selatan. Negara tersebut dikenal memiliki industri perikanan yang maju, modern, serta menawarkan pengalaman kerja internasional yang kompetitif.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan informasi komprehensif mengenai prosedur pengajuan visa kerja, persyaratan administrasi, hingga gambaran dunia kerja di sektor perikanan Korea Selatan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang kesiapan kompetensi, adaptasi budaya kerja, serta peluang pengembangan karier jangka panjang di luar negeri.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform daring ini memberikan kemudahan akses bagi peserta untuk bergabung dari berbagai daerah. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mengingat peluang kerja luar negeri, khususnya di sektor perikanan, menjadi salah satu jalur strategis dalam meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui kolaborasi ini, Departemen Perikanan UGM menunjukkan komitmennya dalam membuka akses karier global bagi mahasiswa serta memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan dan industri internasional.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta membuka peluang kerja yang lebih luas di tingkat global.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Perkuat Riset Adaptif Perikanan di Tengah Perubahan Iklim

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi forum strategis dalam memperkuat arah riset kolaboratif dan inovatif di bidang perikanan dan kelautan.

FGD ini menghadirkan peneliti post-doctoral, Dr. Ulung Jantama Wisha, yang memaparkan hasil kajian bertajuk “Variabilitas Oseanografi dan Zona Tangkapan Ikan di WPPNRI 573.” Dalam paparannya, ia menekankan bahwa perubahan iklim global (seperti peningkatan suhu permukaan laut, serta fenomena ENSO dan IOD) berdampak langsung terhadap dinamika oseanografi dan distribusi ikan.

Wilayah WPPNRI 573 yang mencakup Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara dikenal sebagai kawasan produktif, namun sangat dinamis. Variabilitas parameter lingkungan seperti suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus laut terbukti memengaruhi terbentuknya potential fishing zone (PFZ) yang menjadi acuan utama dalam operasi penangkapan ikan.

Dalam diskusi, diungkap bahwa musim timur dengan fenomena upwelling menghasilkan kondisi optimal bagi produktivitas perairan, ditandai dengan suhu lebih rendah dan peningkatan klorofil-a. Kondisi ini berbanding lurus dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan (CPUE). Sebaliknya, musim barat cenderung menunjukkan produktivitas yang lebih rendah akibat stratifikasi perairan.

FGD ini juga membahas pentingnya integrasi data jangka panjang, pemodelan statistik, serta pengembangan pendekatan berbasis machine learning untuk memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penangkapan sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, Departemen Perikanan UGM mempertegas perannya dalam mendorong riset yang responsif terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4  Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut), serta memperkuat sinergi antara akademisi dan peneliti dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk masa depan perikanan Indonesia.

FGD Hibah Equity UGM 2026: Riset Lobster hingga Zona Ikan Perkuat Kolaborasi dan Publikasi Global

Berita Jumat, 17 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset unggulan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri pada Jumat, 17 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang 2.02, Gedung A4 ini menjadi ruang strategis bagi para peneliti untuk mempresentasikan capaian riset sekaligus membangun kolaborasi ilmiah.

Salah satu paparan utama disampaikan oleh Dr. Eko Hardianto, yang mengangkat topik “Molecular Ecology of the Spiny Lobster (Panulirus homarus)”. Penelitian ini menyoroti konektivitas genetik lobster di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Bengkulu, Cilacap, Prigi, hingga Sumbawa dan Pulau Buru.

Melalui pendekatan genetika populasi, penelitian ini mengungkap pola keragaman genetik dan struktur populasi lobster di Indonesia yang sangat penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan berbasis sains. Selain itu, studi ini juga mengkaji pengaruh batas biogeografi seperti Wallace’s Line terhadap aliran gen antar populasi lobster.

Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi menghadapi berbagai tekanan, mulai dari eksploitasi hingga perubahan lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan molekuler seperti yang dilakukan dalam penelitian ini menjadi kunci dalam memahami dinamika populasi spesies penting secara lebih mendalam.

Selain riset genetika, FGD ini juga menampilkan kajian lain terkait dinamika oseanografi dan zona penangkapan ikan berbasis perubahan iklim. Diskusi yang berlangsung interaktif menekankan pentingnya integrasi data lintas disiplin, mulai dari penginderaan jauh, analisis statistik, hingga pemodelan prediktif.

Program hibah Equity by Subject sendiri dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi internasional dan reputasi akademik UGM di tingkat global. Sementara itu, skema Post-Doctoral Dalam Negeri menjadi wadah bagi peneliti untuk mengembangkan riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan nasional.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM tidak hanya memperkuat budaya riset, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi lintas institusi dan negara. Kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), sebagai upaya membangun pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

Belajar Mengelola Laut Secara Cerdas: Mata Kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan UGM Siapkan Mahasiswa Hadapi Tantangan Global

Berita Kamis, 16 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menghadirkan pembelajaran komprehensif melalui mata kuliah Manajemen Operasi Penangkapan Ikan, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang pengelolaan perikanan tangkap secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.

Matakuliah yang dikoordinatori oleh Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. ini, mengintegrasikan aspek ekologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan dalam satu kerangka pembelajaran yang utuh. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik penangkapan ikan, tetapi juga diajak memahami sistem perikanan sebagai sistem sosial-ekologi yang kompleks.

Materi perkuliahan mencakup berbagai topik strategis, mulai dari manajemen armada, regulasi perikanan, teknologi alat tangkap, hingga pendekatan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Pendekatan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya ikan dan keberlanjutan ekosistem laut.

Menariknya, mahasiswa juga diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi modern dalam operasi penangkapan ikan, seperti GPS, remote sensing, serta sistem pemantauan kapal (Vessel Monitoring System). Teknologi ini memungkinkan nelayan menentukan lokasi penangkapan secara lebih efisien sekaligus mengurangi praktik penangkapan berlebih (overfishing).

Selain aspek teknis, mata kuliah ini juga mengangkat berbagai tantangan nyata di sektor perikanan, seperti praktik illegal fishing, konflik kepentingan, hingga dampak perubahan iklim terhadap distribusi ikan. Mahasiswa diajak berpikir kritis melalui diskusi, studi kasus, dan pembelajaran kolaboratif.

Dengan metode pembelajaran partisipatif, evaluasi berbasis proyek, serta integrasi teori dan praktik, mata kuliah ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki perspektif keberlanjutan dalam mengelola sumber daya laut.

Pembelajaran ini sejalan dengan SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), menjadikan mahasiswa siap berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia maupun global

Dr. Senny Helmiati Latih Pokdakan Wanita tentang Pakan dan Teknik Budidaya Gurami-Lele

Berita Kamis, 16 April 2026

Upaya pemberdayaan perempuan di sektor perikanan terus diperkuat melalui kegiatan Pelatihan untuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wanita yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas ini menghadirkan dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Dr. Senny Helmiati, sebagai narasumber utama.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Senny menyampaikan materi bertajuk “Pakan dan Perawatan Ikan Gurami dan Lele”, yang menekankan pentingnya manajemen pakan dan pemeliharaan dalam meningkatkan produktivitas budidaya. Beliau menjelaskan bahwa pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi, bahkan dapat mencapai 60–70% dari total biaya, sehingga efisiensi dalam pemberian pakan menjadi kunci keberhasilan usaha budidaya.

Peserta pelatihan juga diberikan pemahaman tentang jenis pakan, baik alami maupun buatan, serta kriteria pakan yang baik, seperti kandungan nutrien yang seimbang, mudah dicerna, dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Selain itu, Dr. Senny menjelaskan teknik pemberian pakan yang efektif, mulai dari dosis, frekuensi, hingga waktu pemberian, yang berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ikan dan kualitas air.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga membahas tahapan budidaya ikan, mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesaran. Peserta dibekali pengetahuan praktis tentang manajemen kualitas air, kepadatan tebar, serta teknik panen yang optimal untuk ikan gurami dan lele.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan pembudidaya ikan agar lebih mandiri dan produktif. Selain itu, pelatihan ini juga berkontribusi pada SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produksi pangan, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan ekonomi berbasis budidaya perikanan.

Sumber Photo: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo

Perkuat Riset Akuakultur, UGM Sambut Dosen Baru Ahli Genetika Ikan Lulusan Belanda

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar baik datang dari Universitas Gadjah Mada. Departemen Perikanan Fakultas Pertanian resmi menghadirkan dosen baru, Dr. Priadi Setyawan, M.Si, yang akan memperkuat bidang akuakultur, khususnya genetika dan pemuliaan ikan. Dr. Priadi merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman riset yang luas. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Wageningen University & Research, Belanda, pada bidang Animal Breeding and Genomics tahun 2023. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan sarjana di UGM dan magister di Universitas Jenderal Soedirman dengan predikat cum laude.

Pengalaman profesionalnya juga sangat solid, pernah menjadi peneliti di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelum bergabung sebagai dosen di UGM. Dr. Priadi saat ini tercatat sebagai anggota dewan pakar Ispikani DI. Yogyakarta (DIY) dan sedang mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY. Beliau membantu pemerintahan DIY dalam mengembangkan induk ikan nila unggul tumbuh cepat menggunakan pemodelan genetik yang rencananya akan diajukan untuk dirilis oleh KKP pada tahun 2027. Selain mendampingi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY dalam program pemuliaan ikan, saat ini beliau melakukan penelitian pemuliaan presisi dengan mixed model dan analisis transkriptomik pada ikan nila, domestikasi dan pemuliaan ikan papuyu (Anabas Testudineus Bloch, 1792), serta domestikasi ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Sungai Progo menggunakan model pengelolaan populasi terkontrol dengan metode BLUP (Best Linear Unbiased Prediction). Beberapa kegiatan penelitian tersebut didanai dari anggaran rumah program BRIN serta anggaran dari Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

Salah satu pencapaian penting dalam kariernya adalah kontribusi dalam pengembangan dan pelepasan varietas unggul ikan nila Srikandi, yang dikenal memiliki toleransi tinggi terhadap salinitas. Ia juga memiliki paten terkait metode pemijahan ikan nila, yang menunjukkan perannya dalam inovasi teknologi budidaya perikanan.

Dalam bidang publikasi ilmiah, Dr. Priadi telah menghasilkan berbagai artikel di jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal Aquaculture (Elsevier), dengan fokus pada pengembangan strain ikan nila unggul, toleransi salinitas, serta pendekatan genomik dalam akuakultur.

Kehadiran Dr. Priadi di Departemen Perikanan UGM diharapkan mampu memperkuat riset dan pengembangan teknologi budidaya ikan yang adaptif terhadap perubahan lingkungan, khususnya di perairan payau. Selain itu, kontribusinya juga diharapkan dapat mendorong inovasi dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan sektor perikanan nasional.

Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Ketahanan Pangan), SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Inovasi dan Industri), SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengembangan akuakultur berkelanjutan berbasis sains dan teknologi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

123456…9
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY