• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • hal. 5
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Inovasi Sehat dari Laut: Teh Sargassum Karya Prof. Amir Husni Raih Hibah BIMA dan Hilirisasi Riset Prioritas 2026

Berita Rabu, 15 April 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Gadjah Mada. Dosen Departemen Perikanan, Prof. Dr. Amir Husni, S.Pi., M.P., berhasil meraih pendanaan Hibah BIMA skema Penelitian Tesis Magister (https://bima.kemdiktisaintek.go.id) dan Program Hilirisasi Riset Prioritas – Sinergi (https://hiliriset.kemdiktisaintek.go.id). Penelitian yang diusung mengangkat inovasi minuman fungsional berbasis rumput laut dengan judul “Aktivitas Antioksidan, Antidiabetes dan Tingkat Penerimaan Konsumen Teh Rumput Laut Sargassum sp. yang Ditambah Jahe.” dan “Pemanfaatan Rumput Laut Cokelat Sargassum sebagai Minuman Fungsional.”

Penelitian ini berangkat dari meningkatnya kasus diabetes melitus serta kebutuhan akan alternatif terapi berbasis bahan alami. Dalam penelitiannya, Prof. Amir dan tim akan mengembangkan formulasi teh herbal dengan berbagai komposisi, kemudian menguji bioaktivitasnya meliputi aktivitas antioksidan dan anti-diabetes serta uji penerimaan konsumen. Selain itu juga akan dilakukan validasi praklinis secara komprehensif untuk keamanan dan kemanfaatan, serta implementasi sistem jaminan mutu.

Luaran penelitian yang ditargetkan dari skema PTM berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi serta peningkatan Tingkat Kesiap-terapan Teknologi (TKT) dari level 2 ke level 3. Inovasi ini juga menjadi bagian dari upaya hilirisasi riset untuk menghasilkan produk minuman fungsional berbasis sumber daya laut Indonesia. Dari skema Hilirisasi Riset diharapkan dapat mencapai TKT 9.

Tak hanya berbagi capaian, Prof. Amir juga membagikan tips bagi peneliti yang ingin lolos pendanaan hibah. Ia menekankan pentingnya memahami panduan secara detail dan menyusun proposal sesuai panduan yang ada, kemudian sebelum proposal diajukan perlu melakukan evaluasi mandiri terhadap proposal sesuai kriteria penilaian, serta tidak melupakan ikhtiar spiritual melalui doa dan tawakal.

Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi berbasis kelautan yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat. Keberhasilan penelitian ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan produk kesehatan berbasis pangan alami, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk berbasis riset, serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan. Inisiatif ini menunjukkan bahwa riset perikanan tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Perempuan Pulau Kecil Hadapi Banjir Rob: Kisah Tangguh dari Pulau Pasaran Lampung

Berita Selasa, 14 April 2026

Perubahan iklim dan kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir, terutama di pulau-pulau kecil. Hal ini tergambar dalam penelitian berjudul “Resilience at the Margins: Examining Island Women’s Adaptation Strategies to Tidal Flooding in a Small Island Context in Lampung, Indonesia” yang mengangkat kisah perjuangan perempuan pengolah ikan teri di Pulau Pasaran dalam menghadapi banjir rob yang terus berulang.

Penelitian yang dilakukan oleh Asri Puspita Sari bersama Prof. Suadi dan Prof. Djumanto ini menyoroti bagaimana perempuan di wilayah tersebut memahami dan merespons fenomena banjir pasang laut. Bagi mereka, banjir rob bukan sekadar bencana, melainkan kejadian alami yang terjadi secara siklus akibat pengaruh gravitasi bulan. Namun demikian, dampaknya sangat nyata, mulai dari terganggunya aktivitas produksi hingga sulitnya akses ke pasar di kota.

Dengan melibatkan 48 responden, penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat, khususnya perempuan, tergolong tinggi. Ketidakpastian iklim dan intensitas banjir rob menjadi faktor utama yang memengaruhi keberlanjutan mata pencaharian mereka. Meski demikian, perempuan di Pulau Pasaran menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.

Berbagai strategi adaptasi dilakukan, mulai dari diversifikasi usaha ke sektor perdagangan dan jasa, membeli produk olahan dari daerah lain untuk tetap berjualan, hingga mendorong anggota keluarga untuk merantau mencari peluang ekonomi yang lebih baik. Modal sosial dan pengalaman menghadapi banjir menjadi kunci penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

Penelitian ini menegaskan pentingnya kebijakan adaptasi berbasis lokal yang inklusif dan sensitif gender. Upaya tersebut dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan perempuan pesisir, khususnya di ekosistem pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tak Sekadar Segar, Ini Standar Mutu Daging Ikan yang Harus Diketahui di Bimtek Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 UGM

Berita Senin, 13 April 2026

Pentingnya menjaga kualitas hasil perikanan menjadi sorotan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengolahan Ikan #6 yang diselenggarakan pada 13 April 2026 bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pangkalpinang. Dalam kegiatan ini, dosen Universitas Gadjah Mada, Dr. Susana Endah Ratnawati, membawakan materi bertajuk “Standarisasi Mutu Daging Ikan” yang mengupas secara komprehensif standar kualitas produk perikanan dari hulu hingga hilir. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan, pelaku usaha bidang perikanan, dan institusi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Susana menjelaskan bahwa mutu bukan sekadar tampilan, tetapi mencakup kemampuan produk dalam memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat ditentukan sejak tahap bahan baku, baik dalam kondisi hidup, segar, maupun setelah diolah. Peserta diberikan pemahaman mengenai ciri-ciri ikan segar, seperti mata yang cerah, insang merah terang, daging kenyal, serta aroma yang masih alami. Sebaliknya, ikan yang tidak segar menunjukkan tanda-tanda seperti lendir keruh, bau menyengat, hingga tekstur daging yang lembek.

Selain itu, Dr. Susana juga menyoroti pentingnya standardisasi bahan baku dalam industri pengolahan ikan. Bahan baku yang seragam akan menghasilkan produk dengan rasa, tekstur, warna, dan nilai gizi yang konsisten. Hal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menjamin keamanan konsumen. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penjaminan mutu merupakan investasi jangka panjang yang melibatkan sinergi antara pelaku usaha, konsumen, dan pemerintah. Dengan penerapan standar mutu yang baik, produk perikanan Indonesia diharapkan mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga kesadaran bahwa kualitas adalah kunci utama dalam membangun industri perikanan yang berkelanjutan dan terpercaya. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal DIY

Berita Senin, 13 April 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Konservasi In Situ Ikan Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung A4 Fakultas Pertanian UGM dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, pengelola fasilitas UGM, serta mahasiswa Departemen Perikanan.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan melalui strategi konservasi in situ ikan lokal di wilayah DIY. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dan strategi konservasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Dalam sesi ini, dijelaskan pentingnya perlindungan habitat alami ikan lokal sebagai fondasi keberlanjutan sumber daya perikanan daerah.

Materi berikutnya disampaikan oleh perwakilan DPRD DIY (Imam Priyono Dwi Putranto, S.E., M.Si) yang mengulas peran legislatif dalam mendukung kebijakan konservasi melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Sesi ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memastikan kebijakan konservasi dapat berjalan efektif.

Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi melalui paparan mengenai penguatan resiliensi ekosistem perairan berbasis konservasi in situ ikan lokal, yang disampaikan oleh Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc., Ph.D. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan langkah strategis berbasis ilmiah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perairan di DIY.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga keberadaan ikan lokal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi sebagai bagian dari pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Hangatnya Syawalan Departemen Perikanan UGM: Apresiasi Pengabdian Puluhan Tahun Dua Tendik

Berita Jumat, 10 April 2026

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Syawalan yang diselenggarakan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Momentum silaturahmi pasca-Idulfitri tahun ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan perpisahan dua tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, yakni Raden Budisantoso dan Suhernowo, A.Md. Raden Budisantoso telah mengabdi selama 38 tahun, sementara Suhernowo A.Md selama 23 tahun. Dedikasi panjang keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Departemen Perikanan hingga saat ini.

Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan rasa bangga dan haru dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM. Mereka menuturkan bahwa perubahan yang terjadi selama bertahun-tahun menunjukkan arah kemajuan yang semakin baik, baik dari sisi akademik, fasilitas, maupun kolaborasi. Pengalaman panjang tersebut menjadi kenangan berharga yang tidak terpisahkan dari perjalanan karier mereka.

Tidak hanya menyampaikan kesan dan pesan, keduanya juga memberikan arahan serta harapan bagi kemajuan Departemen Perikanan ke depan. Mereka menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan dunia perikanan yang semakin dinamis.

Acara berlangsung penuh keakraban, diwarnai dengan ungkapan terima kasih dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Departemen Perikanan UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama puluhan tahun pengabdian.

Syawalan dan perpisahan ini menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan, menegaskan bahwa perjalanan panjang pengabdian akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah dan kemajuan Departemen Perikanan UGM. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan kependidikan, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Keanekaragaman Ikan Sungai Krasak Menurun, Studi Mahasiswa UGM Beri Peringatan

Berita Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Maryam Tirta Nuur, memaparkan hasil penelitian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap keanekaragaman ikan di Sungai Krasak, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi salah satu upaya awal untuk mengisi keterbatasan data terkait komposisi ikan di sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sungai Krasak memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi material vulkanik serta variasi arus dan substrat. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 di tiga lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Seluruh ikan yang tertangkap diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan kelimpahan relatif. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, arus, kedalaman, kecerahan, serta substrat juga diukur untuk mendukung analisis ekologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ikan di Sungai Krasak terdiri dari 221 individu yang mewakili 12 spesies dari 6 famili. Namun, tingkat keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai indeks 0,647–0,882. Indeks keseragaman juga rendah (0,260–0,355), menandakan distribusi individu antarspesies tidak merata. Menariknya, satu spesies yaitu Mystacoleucus obtusirostris mendominasi populasi dengan kelimpahan relatif mencapai 53,39% dari total tangkapan. Dominasi tinggi ini menjadi indikasi adanya tekanan lingkungan yang memengaruhi keseimbangan komunitas ikan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keanekaragaman ikan di Sungai Krasak dan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan sungai secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan darat di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Perikanan UGM Berkarya di Eropa: Marlisa Ayu Trisia Jadi Peneliti Pariwisata dan Pembangunan Pedesaan

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menampilkan kiprah alumninya di panggung internasional. Kali ini, sosok Marlisa Ayu Trisia berhasil meniti karier akademik global sebagai peneliti di bidang pembangunan pedesaan, pariwisata, dan keberlanjutan.

Saat ini Marlisa berkarier sebagai peneliti postdoctoral di University of Girona, Spanyol, dengan fokus riset pada peran pariwisata dalam pembangunan wilayah pedesaan melalui pendekatan posthumanist dan new-materialist.

Dari Perikanan ke Riset Global. Perjalanan akademik Marlisa menunjukkan lintasan multidisiplin yang kuat. Ia meraih gelar doktor bidang Rural Development dari Ehime University Jepang, lalu melanjutkan riset sebagai postdoctoral fellow di Nagoya University sebelum melanjutkan karier akademiknya di Eropa. Selain dunia akademik, Marlisa juga memiliki pengalaman profesional di berbagai organisasi pembangunan internasional seperti Plan International, GIZ, dan UNDP, yang memperkuat keahlian praktisnya dalam pembangunan masyarakat dan pengembangan wilayah pedesaan.

Produktif Berkarya di Dunia Ilmiah Internasional. Marlisa aktif menulis publikasi ilmiah yang berfokus pada pembangunan pedesaan, rantai pasok sagu, hingga pariwisata berkelanjutan. Salah satu publikasinya membahas rantai pasok sagu dan kontribusinya terhadap pembangunan pedesaan Indonesia. Ia juga terlibat dalam penelitian internasional mengenai konsep baru rural tourism yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang dipublikasikan dalam jurnal Tourism Geographies.

Inspirasi bagi Generasi Muda Perikanan UGM. Perjalanan Marlisa menjadi bukti bahwa lulusan perikanan memiliki peluang karier luas lintas disiplin—mulai dari pembangunan pedesaan, ekonomi sumber daya, hingga pariwisata berkelanjutan. Kiprahnya di Jepang dan Eropa menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat menjadi fondasi untuk berkontribusi dalam isu global.

Kisah sukses Marlisa Ayu Trisia diharapkan dapat memotivasi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus mengembangkan diri, memperluas jejaring internasional, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dunia. Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah di Akuakultur Internasional: Kisah Sukses Andhika Rakhmanda

Berita Kamis, 9 April 2026

Yogyakarta – Alumni Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global. Salah satunya adalah Andhika Rakhmanda, yang kini berkarier di sektor akuakultur internasional dan berperan dalam pengembangan sistem operasional berbasis data serta inovasi teknologi budidaya.

Andhika merupakan alumni Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) tahun lulus 2015. Saat ini, ia menjabat sebagai Farm Manager di GK Aqua Sdn Bhd, Malaysia, setelah sebelumnya terlibat dalam proyek pengembangan akuakultur di Oman.

Dalam proyek tersebut, Andhika memimpin pilot intensifikasi tambak udang melalui peningkatan sistem aerasi, optimasi kepadatan tebar, penyempurnaan strategi pemberian pakan, serta manajemen kualitas air. Inisiatif ini menunjukkan potensi produktivitas mencapai 24–30 ton per hektare dalam rata-rata 93 hari budidaya dalam satu siklus produksi, sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan SOP, pelatihan tim lapangan, serta pengambilan keputusan berbasis data untuk pengembangan skala yang lebih besar.

Menurut Andhika, pengalaman selama menempuh pendidikan di Departemen Perikanan UGM memberikan fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan sekaligus manajemen. Kurikulum yang diterima tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengasah kemampuan analitis, problem solving, serta membentuk cara berpikir yang sistematis sebagai bekal utama dalam karier profesionalnya.

“Perkuliahan di MSA memberikan saya fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan dan manajemen, sekaligus membentuk kemampuan analitis dan problem solving. Selain akademik, saya juga mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, networking, dan adaptasi melalui kegiatan organisasi. Pola pikir riset yang saya pelajari dari pembimbing saya, Prof. Suadi, hingga saat ini masih saya terapkan dalam pengembangan sistem dan pemecahan masalah di berbagai kondisi operasional akuakultur internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis metodologi penelitian yang diperoleh selama masa studi sangat membantu dalam memahami karakteristik lingkungan budidaya serta merancang sistem yang sesuai untuk mencapai hasil produksi yang optimal.

Perjalanan karier Andhika menunjukkan bahwa kombinasi kompetensi akademik, soft skill, serta dukungan dosen dan lingkungan kampus mampu membuka peluang karier di tingkat global. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam kemajuan sektor perikanan dunia.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, ekosistem laut, serta kemitraan global.

Kiprah Alumni Perikanan UGM: Saiful Marbun Berkarir di Bidang Pengelolaan dan Kebijakan Perikanan Australia

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyoroti karier Saiful Marbun, alumnus Manajemen Sumber Daya Perikanan (MSP) yang kini menjabat sebagai Senior Policy Officer di Australian Fisheries Management Authority. Pendidikan di MSP UGM memberikan fondasi kuat yang krusial bagi perjalanan profesionalnya di sektor perikanan di Indonesia maupun Australia.

Selama masa studi, Saiful memperoleh pemahaman komprehensif mengenai produksi perikanan, manajemen operasional, hingga rantai pasok industri. Bekal akademik tersebut menjadi dasar penting dalam perjalanan kariernya setelah lulus, khususnya dalam menghadapi dinamika industri yang menuntut efisiensi, inovasi, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Dalam perjalanan profesionalnya, Saiful telah mengembangkan pengalaman kerja di sektor operasional dan pengembangan bisnis perikanan. Ia terlibat dalam pengelolaan produksi, koordinasi tim lapangan, serta penguatan strategi distribusi dan pengembangan pasar. Perannya juga mencakup peningkatan efisiensi proses kerja, pengawasan kualitas produk, hingga penguatan kolaborasi lintas divisi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa lulusan perikanan tidak hanya berperan di bidang teknis, tetapi juga memiliki peluang besar dalam manajemen bisnis dan pengembangan industri. Kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi keterampilan yang terus ia asah sepanjang kariernya.

Pencapaian beliau membuktikan bahwa sinergi keahlian teknis dan soft skill dari UGM mampu mencetak lulusan unggul yang kompetitif di kancah internasional. Perjalanan Saiful diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk mendalami ilmu perikanan di Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM.

Dengan dedikasi dan kompetensi yang tepat, para lulusan memiliki peluang besar untuk berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan di tingkat nasional maupun global.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah Global: Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto Dorong Kebijakan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto, lulusan S1 Perikanan UGM yang kini dikenal sebagai profesional pembangunan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan lintas sektor.

Dari Perikanan UGM ke Panggung Kebijakan Internasional. Ardanti menyelesaikan pendidikan Sarjana Perikanan di UGM pada 2003 dengan fokus Manajemen Sumber Daya Perairan. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di UGM dan meraih predikat cum laude. Saat ini, ia tengah menempuh studi doktoral di IPB University dengan fokus dimensi sosial dan gender dalam perikanan hiu dan pari. Studi ini didukung oleh the Ilegal Wildlife Trade (IWT) Fellowship dari Pemerintah Inggris yang merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Rekam Nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Centre for Environment, Fisheries and Aquaculture Science (CEFAS), Inggris. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di berbagai lembaga internasional ternama.

Memimpin Program Lingkungan dan Iklim di Berbagai Lembaga Dunia Dalam perjalanan profesionalnya, Ardanti telah memegang peran strategis di sejumlah organisasi internasional, antara lain: 1) Project Manager di Agence Française de Développement (AFD), Ia mengelola portofolio proyek lingkungan, perubahan iklim, serta sumber daya alam di Indonesia, termasuk proyek Pengurangan Risiko Bencana  bernilai ratusan juta euro dan pengembangan proyek Karbon Biru. Dalam perannya, ia juga bertindak sebagai gender focal point dan mengelola proyek yang mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI) dalam pengelolaan sumber daya alam.; 2) Senior Project Manager di Conservation Internasional, Memimpin proyek restorasi ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus memastikan integrasi pendekatan inklusif dan kesetaraan gender dalam program konservasi; 3) Regional Manager USAID APIK (Climate Change Adaptation & Resilience), mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Jawa Timur yang meliputi tujuh kabupaten/kota wilayah DAS Brantas, memberikan manfaat bagi lebih dari 18.000 masyarakat.

Selain itu, Ardanti juga pernah berkontribusi di UNOPS, FAO, ILO, hingga berbagai program kemitraan internasional yang berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat, tata kelola sumber daya, serta pembangunan inklusif.

Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Inklusif dan Blue Economy. Sepanjang kariernya, Ardanti dikenal sebagai sosok yang konsisten mengintegrasikan perspektif GESI, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pendekatan kolaboratif dalam pengembangan kebijakan dan program pembangunan. Ia berperan dalam: Negosiasi hibah dan pinjaman internasional dengan pemerintah Indonesia; Pengembangan kebijakan blue economy dan pengelolaan pesisir; Peningkatan kapasitas ribuan masyarakat dalam ketahanan iklim dan ekonomi lokal; Penguatan kemitraan lintas kementerian, lembaga internasional, dan komunitas

Inspirasi bagi Mahasiswa dan Alumni Perikanan UGM. Perjalanan Ardanti Sutarto menjadi bukti bahwa lulusan Perikanan UGM memiliki peluang luas untuk berkontribusi pada isu global, mulai dari konservasi laut hingga kebijakan perubahan iklim. Kiprahnya di berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa ilmu perikanan tidak hanya berkontribusi pada sektor produksi, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan, tata kelola sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Keberhasilan Ardanti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia maupun dunia. Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

1…34567…9
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY