• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
  • hal. 6
Arsip:

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Program Pengabdian Masyarakat Departemen Perikanan UGM: Inovasi Pakan Ikan Berbasis Bahan Lokal untuk Ekonomi Berkelanjutan Desa Argomulyo

Berita Rabu, 20 Agustus 2025

Program pengabdian masyarakat terkait pengembangan produksi pakan Ikan resmi dilaksanakan di Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, DIY pada tahun 2025. Kegiatan ini diketuai oleh salah satu Dosen Departemen Perikanan UGM yaitu Dr. Desy Putri Handayani, S.Pi. dan melibatkan mahasiswa S1 maupun S2. Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat skema terapan dari Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) UGM. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengembangkan pakan ikan yang mampu menyediakan pakan berkualitas dengan harga kompetitif, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor perikanan.

Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam beberapa tahapan. Pada bulan Maret dilakukan survei lapangan untuk memetakan potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat. Tahap berikutnya dilaksanakan pemantauan pada bulan Juni guna mengevaluasi kesiapan masyarakat, sarana, dan potensi bahan baku lokal. Adapun pada bulan Agustus, kegiatan difokuskan pada pelatihan teknis intensif yang mencakup transfer teknologi formulasi pakan, manajemen usaha, hingga praktik produksi langsung.

Program ini dijadwalkan berlangsung selama tiga tahun dengan melibatkan akademisi, pemerintah daerah, dan komunitas desa untuk menjamin keberlanjutan. Selain pembangunan fasilitas produksi, kegiatan ini juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pengenalan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Para pembudidaya diberikan pemahaman mengenai persiapan kolam yang sesuai standar, penggunaan obat ikan secara tepat, serta pengelolaan budidaya yang berkelanjutan. Materi pelatihan juga mencakup aspek penting nutrisi pakan, mulai dari pemilihan bahan baku, cara pemberian yang tepat, frekuensi pakan, hingga pengaturan padat tebar dan formulasi pakan sesuai kebutuhan ikan. Metode pelatihan dirancang secara interaktif melalui workshop, praktik berkelompok, serta pencatatan logbook. Hal ini bertujuan agar para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung dalam kegiatan budidaya. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam mengelola usaha perikanan, sekaligus meningkatkan produktivitas secara efisien.

Program ini juga memperkenalkan pemanfaatan bahan lokal seperti pakan umum dan limbah tahu yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuatan pakan ikan. Pendekatan ini menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang relatif mahal, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah yang tersedia di sekitar masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada efisiensi biaya produksi, tetapi juga mendukung prinsip ekonomi sirkular yang ramah lingkungan. Respon masyarakat Desa Argomulyo terhadap kegiatan ini sangat positif. Para pembudidaya merasa terbantu dengan pengetahuan baru yang diberikan, bahkan mereka mengusulkan agar diadakan pelatihan lanjutan, khususnya terkait penggunaan bahan pakan alternatif lainnya.

Antusiasme ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk mengembangkan usaha perikanan yang lebih mandiri dan berdaya saing. Ketua pelaksana, Dr. Desy Putri Handayani, menyampaikan pesan bahwa kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkesinambungan agar masyarakat semakin terampil memproduksi pakan ikan secara mandiri. Dengan keterampilan tersebut, masyarakat dapat menekan biaya produksi, meningkatkan keuntungan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Ia berharap model usaha pakan ikan berbasis masyarakat yang dirintis di Argomulyo dapat menjadi contoh yang berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain yang memiliki potensi perikanan. Kegiatan ini sejlan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-2 : Mengakhiri Kelaparan, poin ke-8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan poin ke-12 : Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor : Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

All 1 2

Departemen Perikanan UGM Selenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus

Berita Jumat, 8 Agustus 2025

Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong Jurnal Perikanan UGM agar dapat naik kelas dan terindeks dalam Scopus, salah satu basis data jurnal ilmiah internasional bereputasi. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan dua narasumber utama Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Ing. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng. Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang publikasi ilmiah dan pengelolaan jurnal bereputasi.

Materi workshop menekankan pentingnya memahami struktur penulisan artikel ilmiah yang sesuai standar internasional, mulai dari judul yang ringkas dan informatif, abstrak yang jelas, metodologi yang transparan, hingga diskusi hasil penelitian yang relevan dan mendalam. Narasumber juga menekankan bahwa kualitas artikel tidak hanya diukur dari isi penelitian, tetapi juga dari keterbacaan, kebaruan ide, serta dampaknya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pada kesempatan ini dijelaskan bagaimana penulis dapat memilih jurnal yang tepat, membangun jejaring riset, dan menghindari praktik publikasi yang tidak etis, seperti plagiarisme atau duplikasi artikel dengan fokus pada proses pengembangan jurnal agar dapat terindeks Scopus. Peserta dibekali pemahaman mengenai persyaratan jurnal Scopus, mulai dari tata kelola manajemen jurnal, konsistensi penerbitan, kualitas artikel, hingga pentingnya diversitas penulis dan editor. Selain itu, dijelaskan pula tips dan trik dalam proses pengajuan jurnal ke Scopus, termasuk dokumen yang perlu disiapkan, indikator yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pengelola jurnal. Peserta juga diajak membandingkan kondisi Jurnal Perikanan UGM dengan beberapa jurnal lain di lingkungan UGM yang sudah berhasil masuk ke dalam indeks Scopus. Melalui perbandingan tersebut, peserta dapat memahami apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar Jurnal Perikanan mampu memenuhi standar internasional.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan pengelola Jurnal Perikanan UGM. Suasana interaktif tercipta melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus yang membedah contoh artikel ilmiah dan tata kelola jurnal. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga, “Workshop ini membuka mata kami tentang banyak hal yang sering diabaikan dalam penulisan maupun pengelolaan jurnal. Dari tips penulisan hingga strategi indeksasi, semua sangat bermanfaat. Semoga Jurnal Perikanan bisa segera menuju Scopus,” ungkap Al Ain Shoufi peserta workshop.

Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi sivitas akademika Departemen Perikanan UGM. Melalui pelatihan ini, diharapkan sivitas akademika lebih terdorong untuk menulis, menerbitkan, serta mengelola jurnal dengan standar yang tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan misi UGM sebagai universitas riset kelas dunia yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan global. Penyelenggaraan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus menjadi bukti nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas publikasi ilmiah. Dengan kolaborasi antara narasumber, pengelola jurnal, dan BPP UGM, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membawa Jurnal Perikanan menuju pengakuan internasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak karya sivitas akademika yang terpublikasi di jurnal bereputasi, sehingga kontribusi UGM dalam bidang perikanan dan kelautan semakin diakui di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada poin (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrakstruktur, Industri, dan Inovasi, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025: Ajang Ilmiah dan Jejaring Akademik

BeasiswaBerita Rabu, 30 Juli 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) menyelenggarakan ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 di Jakarta. Acara ini menjadi forum ilmiah bagi para penerima beasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, sekaligus menjadi ruang pertemuan akademik antara mahasiswa, profesor, dan guru besar dari berbagai universitas perikanan terkemuka di Indonesia. Seminar ini menghadirkan suasana akademik yang hangat sekaligus penuh semangat kolaborasi. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 penerima beasiswa, guru besar, serta profesor dari penjuru Indonesia, memaparkan hasil penelitian dengan kualitas ide yang mendalam dan beragam.

Salah satu awardee, Nicholas Sidharta dari Magister Ilmu Perikanan UGM menyampaikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesor dan peneliti dari berbagai institusi merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia sendiri berkesempatan memaparkan penelitian berjudul “Stakeholders’ Perceptions of Adopting Irradiation Technology for Seafood Exports in Indonesia: Findings from Shrimp Commodity Using Q-Methodology”. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya aspek storytelling agar penelitian dapat dipahami lebih luas, bahkan ketika topiknya masih asing bagi sebagian orang. “Saya berusaha mengemas istilah teknis seperti iradiasi menjadi sederhana, sehingga dapat dipahami audiens secara lebih mudah. Bersyukur topik yang unik ini dapat diterima dengan baik oleh panelis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak MTCRC, khususnya kepada Ivonne dan Park Hansan selaku Direktur MTCRC, serta Dr. Ir. Eko Setyobudi, M.Si., yang senantiasa memberikan pendampingan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para pembimbing, Prof. Suadi dan Indun Dewi Puspita, Ph.D., serta teman-teman yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan akademiknya. “Acara ini menjadi momen terakhir bagi awardee beasiswa tahun ini. Saya belajar banyak dari penelitian dan pengalaman rekan-rekan, serta merasa beruntung dapat menjalin jejaring dengan para akademisi hebat. Harapan saya, kerja sama antara UGM dan MTCRC dapat terus terjaga dan semakin berkembang,” tambahnya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam kebersamaan seluruh peserta.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 bukan hanya wadah berbagi ilmu, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea di bidang perikanan dan kelautan. Kegiatan ini mendukung tujuan global untuk pembangunan berkelanjutan pada poin (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (14) Menjaga Ekosistem Laut, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Terima Kunjungan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University

Berita Rabu, 9 Juli 2025

Yogyakarta, 9 Juli 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), IPB University. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membangun kolaborasi strategis antar dua universitas besar di Indonesia dalam bidang perikanan, kelautan, dan pengelolaan sumber daya pesisir. Rombongan dari IPB University disambut dengan hangat oleh Ketua Departemen Perikanan UGM beserta Sekretaris Departemen, serta sejumlah dosen dan staf Departemen Perikanan.

Pada pertemuan ini, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dilakukan, mulai dari kolaborasi riset, pertukaran pengetahuan, hingga kegiatan akademik bersama. Salah satu agenda utama adalah rencana penyelenggaraan The 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology yang merupakan sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang pengelolaan pesisir, kelautan, serta bioteknologi. Konferensi ini diharapkan menjadi ajang strategis untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian terkini, memperkenalkan inovasi teknologi, serta membuka diskusi tentang tantangan dan peluang dalam pengelolaan pesisir yang berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM maupun PKSPL IPB sama-sama optimistis bahwa kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, hingga pengembangan program akademik yang mendukung pembangunan pesisir Indonesia. Selain itu, melalui konferensi internasional yang akan digelar, kedua institusi berharap dapat mendorong munculnya gagasan baru yang relevan dengan tantangan global, seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk keberlanjutan sumber daya laut.

Momen ini menjadi simbol harapan bahwa kolaborasi antara UGM dan IPB akan terus berkembang, menghasilkan dampak nyata tidak hanya bagi akademisi, tetapi juga bagi masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya laut di Indonesia. Sinergi antara Departemen Perikanan UGM dan PKSPL IPB University, diharapkan lahir terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya pesisir yang lebih inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan pesisir yang berpihak pada ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrastruktur Industri dan Inovasi, (13) Penanganan Perubahan Iklim, (14) Menjaga Ekosistem Laut, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025, Dosen Departemen Perikanan UGM Resmi Sandang Gelar Insinyur Profesional

Berita Selasa, 8 Juli 2025

Pelantikan Insinyur Program Profesi Insinyur Periode I Tahun 2025 berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025 bertempat di Grha Sabha Pramana (GSP), Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen UGM dalam mencetak tenaga profesional yang memiliki kompetensi teknis unggul. Pada kesempatan kali ini, sejumlah dosen dari Departemen Perikanan UGM berhasil meraih gelar Insinyur (Ir.). Dosen yang dilantik dalam prosesi ini antara lain Dr. Ir. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.; Dr. Ir. R.A. Siti Ari Budhiyanti, S.T.P., M.P.; Prof. Dr. Ir. Murwantoko, M.Si.; dan Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. Keempat dosen ini sebelumnya telah melalui rangkaian proses asesmen kompetensi profesional yang meliputi pengalaman rekayasa, publikasi ilmiah, portofolio keinsinyuran, dan kontribusi terhadap masyarakat. Gelar Insinyur yang disandang mencerminkan keunggulan akademik sekaligus keahlian aplikatif dalam menyelesaikan persoalan teknis di bidang perikanan. Kehadiran insinyur profesional di lingkungan akademik memperkuat peran Departemen Perikanan UGM dalam menerapkan ilmu rekayasa untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan di Indonesia.

Prosesi pelantikan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi peneguhan komitmen para lulusan Program Profesi Insinyur dalam menjunjung tinggi etika profesi. Dalam sumpah profesi, seluruh insinyur menyatakan kesiapan untuk mengabdikan keilmuannya demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Etika keinsinyuran menjadi landasan penting dalam penerapan teknologi yang bertanggung jawab terhadap keselamatan manusia dan kelestarian lingkungan. Pelantikan ini meneguhkan peran insinyur sebagai agen pembangunan berkelanjutan berbasis sains dan teknologi. Selain itu, capaian ini diharapkan menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus meningkatkan profesionalisme melalui sertifikasi keinsinyuran.

Kompetensi keinsinyuran sangat relevan dalam menjawab berbagai isu di bidang perikanan seperti efisiensi teknologi budidaya, ketahanan pangan laut, mitigasi penyakit ikan, hingga pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan peran UGM sebagai universitas riset yang berorientasi pada pemecahan masalah bangsa melalui inovasi. Pelantikan insinyur ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4: Pendidikan Berkualitas, poin ke-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan poin ke-14: Ekosistem Lautan. Dengan semangat integritas dan tanggung jawab profesional, lulusan Program Profesi Insinyur UGM siap memberikan kontribusi strategis bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban.

Penulis: Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Upacara Penarikan Mahasiswa MBKM Departemen Perikanan UGM Semester Genap 2024/2025

Berita Jumat, 13 Juni 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Upacara Penarikan Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mitra MBKM, serta para mahasiswa peserta program. Acara ini menjadi momen penutup dari rangkaian pembelajaran di luar kampus yang telah berlangsung sejak awal semester. Penarikan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama, Fakultas Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., serta Ketua Departemen Perikanan, Prof. Alim Isnansetyo.

Dalam acara ini, Ketua Departemen Perikanan menyampaikan bahwa program MBKM telah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kapasitas mahasiswa dan membangun kemitraan strategis antara kampus dan industri. Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini untuk mencetak lulusan yang adaptif dan siap kerja. Sementara itu, drh. Toha Tusihadi dari Balai Pengujian Kesehatan Ikan dan Lingkungan (BPKIL) Serang menyatakan bahwa mahasiswa MBKM menunjukkan semangat belajar tinggi dan berperan aktif dalam kegiatan laboratorium serta pengujian mutu ikan. “Mahasiswa datang bukan hanya untuk belajar, tetapi juga memberi warna dan energi positif di lingkungan kerja kami,” ujarnya. Perwakilan mahasiswa, Nurul Habibah, mengungkapkan bahwa program ini membuka wawasan baru tentang praktik kerja profesional dan memperluas relasi dengan berbagai pihak di dunia industri perikanan.

Melalui kegiatan MBKM ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di dunia kerja, memperkuat kompetensi, serta membangun jejaring profesional. Program ini berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Penarikan ini bukanlah akhir, melainkan awal kontribusi nyata mahasiswa dalam memajukan sektor perikanan Indonesia secara berkelanjutan.

Penulis: Aurelie Firlana Salsabilla

Editor: Editor: Dr. Mukti Aprrian, S. Kel., M. Si. (Han).

DKP Bantul Gandeng UGM untuk Pendampingan Demplot Perikanan dan Tambak Garam

Berita Jumat, 25 April 2025

Yogyakarta, 21 April 2025 — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul melakukan kunjungan ke Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kunjungan ini dilaksanakan untuk membahas rencana kerja sama pendampingan teknis dalam program pengembangan demplot perikanan dan tambak garam di wilayah pesisir Bantul.

Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari permohonan resmi DKP Bantul kepada UGM untuk mendampingi beberapa kegiatan strategis. Program strategis potensial yaitu percobaan demplot pendederan benih bening lobster (BBL), pembesaran udang vaname, bandeng, serta pengelolaan tambak garam. Program-program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, terutama dalam menyambut tuntasnya pembangunan jalur selatan-selatan yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.

DKP Bantul sangat mengapresiasi respons positif dari Departemen Perikanan UGM dengan berharap kedepannya kegiatan ini tidak hanya memberikan hasil nyata di lapangan, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi terkini. Sebagai langkah awal, DKP Bantul telah menunjuk Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr., dosen perikanan UGM sebagai salah satu tim ahli yang akan mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut. Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr. diharapkan dapat menjadi penghubung dalam koordinasi lebih lanjut dengan dosen dan peneliti lain dari Departemen Perikanan UGM pada program-progam transdisplin tersebut.

Anes Dwi Jayanti, S.Pi., M.Agr menyatakan bahwa menjadi tim ahli tentu bukan hal yang mudah, karena cakupan kegiatan cukup luas. Namun, kolaborasi tim dari Departemen Perikanan UGM akan menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan pendampingan yang menyeluruh dan berdampak nyata. Departemen Perikanan UGM menyatakan kesiapan untuk menyediakan tim pendamping lintas bidang sesuai kebutuhan, sebagai bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pengembangan wilayah berbasis riset dan teknologi.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah. Program-program yang disusun juga memastikan bahwa kebijakan dan kegiatan pembangunan yang dijalankan di tengah masyarakat berbasis data ilmiah dan pendekatan terapan yang berkelanjutan. Secara langsung, program ini turut mendukung pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan masyarakat pesisir, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dengan penguatan sektor produksi perikanan dan pangan lokal, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi lokal, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan pendekatan budidaya berkelanjutan, serta SDG 14 (Ekosistem Lautan) melalui pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.

Penulis : Galuh Wulanuari
Editor : Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si.(Han)

1…456
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY