• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap “Persaingan Tersembunyi” Antar Ikan Demersal di Pantai Kulon Progo

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap “Persaingan Tersembunyi” Antar Ikan Demersal di Pantai Kulon Progo

  • Berita
  • 9 Juni 2026, 16.16
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta — Ekosistem laut menyimpan berbagai interaksi yang tidak selalu terlihat oleh mata. Melalui penelitian skripsinya, Eva Luthfiyyatun Nadiroh, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, berhasil mengungkap bagaimana beberapa spesies ikan demersal di perairan pantai Kabupaten Kulon Progo saling berinteraksi dan berbagi sumber makanan dalam ekosistem yang kompleks namun tetap seimbang.

Penelitian yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. ini menemukan fakta menarik bahwa beberapa spesies ikan demersal, yaitu Pennahia aneus, Polydactylus sextarius, Leiognathus equula, dan Upeneus moluccensis, ternyata memiliki jenis makanan yang mirip dan sering memanfaatkan sumber pakan yang sama.

Salah satu temuan unik dari penelitian ini adalah adanya perebutan sumber makanan antarspesies, terutama terhadap udang yang menjadi mangsa utama beberapa jenis ikan demersal. Meski demikian, persaingan tersebut tidak menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem. Sebaliknya, hasil pemodelan jejaring makanan (food web modeling) menunjukkan bahwa interaksi antarikan masih berlangsung secara alami dan mencerminkan kondisi ekosistem pantai yang relatif stabil.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian besar ikan yang diteliti termasuk kelompok karnivora dan omnivora, dengan kemampuan memanfaatkan berbagai jenis makanan sesuai ketersediaan sumber daya di lingkungan sekitarnya. Temuan ini memberikan gambaran bahwa hubungan antarorganisme di perairan pantai tidak hanya ditentukan oleh keberadaan spesies, tetapi juga oleh bagaimana mereka berbagi dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Informasi tersebut menjadi penting sebagai dasar ilmiah dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan konservasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Penelitian Eva menunjukkan bahwa memahami isi lambung ikan ternyata dapat membantu mengungkap cerita besar tentang keseimbangan ekosistem laut yang selama ini berlangsung di bawah permukaan perairan Kulon Progo. Kegiatan penelitian ini mendukung Sustainable Development Goals khususnya SDG 14 (Life Below Water)   melalui peningkatan pemahaman ilmiah mengenai interaksi ekologi dan keberlanjutan sumber daya perikanan di wilayah pesisir Indonesia dan SDG 4 Pendidikan Berkualitas.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 4: Pendidikan Berkualitas Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY