• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 3
Arsip:

Berita

Hangatnya Syawalan Departemen Perikanan UGM: Apresiasi Pengabdian Puluhan Tahun Dua Tendik

Berita Jumat, 10 April 2026

Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai acara Syawalan yang diselenggarakan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Momentum silaturahmi pasca-Idulfitri tahun ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan perpisahan dua tenaga kependidikan yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun, yakni Raden Budisantoso dan Suhernowo, A.Md. Raden Budisantoso telah mengabdi selama 38 tahun, sementara Suhernowo A.Md selama 23 tahun. Dedikasi panjang keduanya menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Departemen Perikanan hingga saat ini.

Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan rasa bangga dan haru dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang Departemen Perikanan UGM. Mereka menuturkan bahwa perubahan yang terjadi selama bertahun-tahun menunjukkan arah kemajuan yang semakin baik, baik dari sisi akademik, fasilitas, maupun kolaborasi. Pengalaman panjang tersebut menjadi kenangan berharga yang tidak terpisahkan dari perjalanan karier mereka.

Tidak hanya menyampaikan kesan dan pesan, keduanya juga memberikan arahan serta harapan bagi kemajuan Departemen Perikanan ke depan. Mereka menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, profesionalisme, serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan dunia perikanan yang semakin dinamis.

Acara berlangsung penuh keakraban, diwarnai dengan ungkapan terima kasih dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Departemen Perikanan UGM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan selama puluhan tahun pengabdian.

Syawalan dan perpisahan ini menjadi momen refleksi sekaligus penghormatan, menegaskan bahwa perjalanan panjang pengabdian akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah dan kemajuan Departemen Perikanan UGM. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas pendidik dan kependidikan, dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Keanekaragaman Ikan Sungai Krasak Menurun, Studi Mahasiswa UGM Beri Peringatan

Berita Jumat, 10 April 2026

Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Maryam Tirta Nuur, memaparkan hasil penelitian mengenai dampak aktivitas antropogenik terhadap keanekaragaman ikan di Sungai Krasak, Jawa Tengah. Penelitian ini menjadi salah satu upaya awal untuk mengisi keterbatasan data terkait komposisi ikan di sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi tersebut.

Sungai Krasak memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi material vulkanik serta variasi arus dan substrat. Penelitian dilakukan pada Oktober–November 2025 di tiga lokasi pengamatan menggunakan metode purposive sampling. Seluruh ikan yang tertangkap diidentifikasi hingga tingkat spesies, kemudian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dominansi, dan kelimpahan relatif. Parameter lingkungan seperti suhu, pH, arus, kedalaman, kecerahan, serta substrat juga diukur untuk mendukung analisis ekologi.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ikan di Sungai Krasak terdiri dari 221 individu yang mewakili 12 spesies dari 6 famili. Namun, tingkat keanekaragaman tergolong rendah dengan nilai indeks 0,647–0,882. Indeks keseragaman juga rendah (0,260–0,355), menandakan distribusi individu antarspesies tidak merata. Menariknya, satu spesies yaitu Mystacoleucus obtusirostris mendominasi populasi dengan kelimpahan relatif mencapai 53,39% dari total tangkapan. Dominasi tinggi ini menjadi indikasi adanya tekanan lingkungan yang memengaruhi keseimbangan komunitas ikan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal kondisi keanekaragaman ikan di Sungai Krasak dan diharapkan dapat menjadi dasar pengelolaan sumber daya perikanan sungai secara berkelanjutan. Temuan ini juga menegaskan pentingnya penelitian lanjutan untuk memahami dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem perairan darat di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pererat Silaturahmi, Dharma Wanita Departemen Perikanan Gelar Halal Bihalal dan Susun Agenda Tahunan

Berita Jumat, 10 April 2026

Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang sekaligus dirangkaikan dengan momen halal bihalal, sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota setelah bulan Ramadan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para anggota Dharma Wanita dengan suasana kekeluargaan yang kental. Selain saling bermaafan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta kebersamaan dalam mendukung berbagai aktivitas di lingkungan Departemen Perikanan.

Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk membahas rencana kegiatan selama satu tahun ke depan. Berbagai agenda strategis dirancang untuk mendukung peran Dharma Wanita, baik dalam kegiatan sosial, pemberdayaan anggota, maupun kontribusi terhadap lingkungan akademik.

Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan dari anggota, mencerminkan semangat kolaboratif dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan bermanfaat. Agenda tahunan yang dirancang diharapkan dapat memperkuat peran Dharma Wanita sebagai bagian penting dalam mendukung kegiatan di Departemen Perikanan.

Melalui kegiatan ini, Dharma Wanita tidak hanya menjaga tradisi silaturahmi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan, SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan hubungan sosial, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antaranggota dalam berbagai kegiatan organisasi.

Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM Gelar Rapat Evaluasi Akademik dan Pengembangan Kurikulum

Berita Kamis, 9 April 2026

Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan rapat program studi pada 9 April 2025 sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas akademik dan pengembangan kegiatan tridarma.

Rapat ini mengangkat sejumlah agenda strategis yang berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran, kesiapan akreditasi, serta pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian. Salah satu topik utama yang dibahas adalah monitoring dan evaluasi kegiatan Magang Berdampak, yang menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain itu, rapat juga membahas perkembangan skripsi mahasiswa, termasuk evaluasi progres, kualitas bimbingan, serta strategi percepatan penyelesaian studi. Dalam aspek kurikulum, program studi melakukan pembahasan mendalam terkait penyempurnaan kurikulum dan persiapan akreditasi LAMPTIP, termasuk penyusunan peta kurikulum, peninjauan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta penguatan Rencana Pembelajaran Semester (RPKPS).

Tidak hanya fokus pada akademik, rapat juga membahas pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat Prodi MSA guna meningkatkan kontribusi keilmuan dan dampak sosial program studi. Agenda lain yang turut dibicarakan adalah persiapan kegiatan Hari Ulang Tahun Departemen Perikanan, serta berbagai isu strategis lainnya.

Melalui rapat ini, Prodi MSA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola akademik, serta memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan tantangan sektor perikanan dan kelautan di masa depan.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah di Akuakultur Internasional: Kisah Sukses Andhika Rakhmanda

Berita Kamis, 9 April 2026

Yogyakarta – Alumni Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat global. Salah satunya adalah Andhika Rakhmanda, yang kini berkarier di sektor akuakultur internasional dan berperan dalam pengembangan sistem operasional berbasis data serta inovasi teknologi budidaya.

Andhika merupakan alumni Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA) tahun lulus 2015. Saat ini, ia menjabat sebagai Farm Manager di GK Aqua Sdn Bhd, Malaysia, setelah sebelumnya terlibat dalam proyek pengembangan akuakultur di Oman.

Dalam proyek tersebut, Andhika memimpin pilot intensifikasi tambak udang melalui peningkatan sistem aerasi, optimasi kepadatan tebar, penyempurnaan strategi pemberian pakan, serta manajemen kualitas air. Inisiatif ini menunjukkan potensi produktivitas mencapai 24–30 ton per hektare dalam rata-rata 93 hari budidaya dalam satu siklus produksi, sekaligus menjadi dasar dalam pengembangan SOP, pelatihan tim lapangan, serta pengambilan keputusan berbasis data untuk pengembangan skala yang lebih besar.

Menurut Andhika, pengalaman selama menempuh pendidikan di Departemen Perikanan UGM memberikan fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan sekaligus manajemen. Kurikulum yang diterima tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga mengasah kemampuan analitis, problem solving, serta membentuk cara berpikir yang sistematis sebagai bekal utama dalam karier profesionalnya.

“Perkuliahan di MSA memberikan saya fondasi yang kuat dalam ilmu perikanan dan manajemen, sekaligus membentuk kemampuan analitis dan problem solving. Selain akademik, saya juga mengembangkan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, networking, dan adaptasi melalui kegiatan organisasi. Pola pikir riset yang saya pelajari dari pembimbing saya, Prof. Suadi, hingga saat ini masih saya terapkan dalam pengembangan sistem dan pemecahan masalah di berbagai kondisi operasional akuakultur internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis metodologi penelitian yang diperoleh selama masa studi sangat membantu dalam memahami karakteristik lingkungan budidaya serta merancang sistem yang sesuai untuk mencapai hasil produksi yang optimal.

Perjalanan karier Andhika menunjukkan bahwa kombinasi kompetensi akademik, soft skill, serta dukungan dosen dan lingkungan kampus mampu membuka peluang karier di tingkat global. Kisahnya menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi dalam kemajuan sektor perikanan dunia.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Kontribusi tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, ekosistem laut, serta kemitraan global.

Kiprah Alumni Perikanan UGM: Saiful Marbun Berkarir di Bidang Pengelolaan dan Kebijakan Perikanan Australia

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada menyoroti karier Saiful Marbun, alumnus Manajemen Sumber Daya Perikanan (MSP) yang kini menjabat sebagai Senior Policy Officer di Australian Fisheries Management Authority. Pendidikan di MSP UGM memberikan fondasi kuat yang krusial bagi perjalanan profesionalnya di sektor perikanan di Indonesia maupun Australia.

Selama masa studi, Saiful memperoleh pemahaman komprehensif mengenai produksi perikanan, manajemen operasional, hingga rantai pasok industri. Bekal akademik tersebut menjadi dasar penting dalam perjalanan kariernya setelah lulus, khususnya dalam menghadapi dinamika industri yang menuntut efisiensi, inovasi, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Dalam perjalanan profesionalnya, Saiful telah mengembangkan pengalaman kerja di sektor operasional dan pengembangan bisnis perikanan. Ia terlibat dalam pengelolaan produksi, koordinasi tim lapangan, serta penguatan strategi distribusi dan pengembangan pasar. Perannya juga mencakup peningkatan efisiensi proses kerja, pengawasan kualitas produk, hingga penguatan kolaborasi lintas divisi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa lulusan perikanan tidak hanya berperan di bidang teknis, tetapi juga memiliki peluang besar dalam manajemen bisnis dan pengembangan industri. Kemampuan komunikasi, kerja tim, serta pengambilan keputusan berbasis data menjadi keterampilan yang terus ia asah sepanjang kariernya.

Pencapaian beliau membuktikan bahwa sinergi keahlian teknis dan soft skill dari UGM mampu mencetak lulusan unggul yang kompetitif di kancah internasional. Perjalanan Saiful diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk mendalami ilmu perikanan di Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM.

Dengan dedikasi dan kompetensi yang tepat, para lulusan memiliki peluang besar untuk berkontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan sektor kelautan di tingkat nasional maupun global.

Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alumni Departemen Perikanan UGM Berkiprah Global: Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto Dorong Kebijakan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan

Berita Kamis, 9 April 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan kebanggaan melalui kiprah alumninya di tingkat nasional dan internasional. Salah satunya adalah Ardanti Yulia Cahyaningrum Sutarto, lulusan S1 Perikanan UGM yang kini dikenal sebagai profesional pembangunan dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta pembangunan berkelanjutan lintas sektor.

Dari Perikanan UGM ke Panggung Kebijakan Internasional. Ardanti menyelesaikan pendidikan Sarjana Perikanan di UGM pada 2003 dengan fokus Manajemen Sumber Daya Perairan. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ilmu Lingkungan di UGM dan meraih predikat cum laude. Saat ini, ia tengah menempuh studi doktoral di IPB University dengan fokus dimensi sosial dan gender dalam perikanan hiu dan pari. Studi ini didukung oleh the Ilegal Wildlife Trade (IWT) Fellowship dari Pemerintah Inggris yang merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Rekam Nusantara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Centre for Environment, Fisheries and Aquaculture Science (CEFAS), Inggris. Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat bagi perjalanan kariernya di berbagai lembaga internasional ternama.

Memimpin Program Lingkungan dan Iklim di Berbagai Lembaga Dunia Dalam perjalanan profesionalnya, Ardanti telah memegang peran strategis di sejumlah organisasi internasional, antara lain: 1) Project Manager di Agence Française de Développement (AFD), Ia mengelola portofolio proyek lingkungan, perubahan iklim, serta sumber daya alam di Indonesia, termasuk proyek Pengurangan Risiko Bencana  bernilai ratusan juta euro dan pengembangan proyek Karbon Biru. Dalam perannya, ia juga bertindak sebagai gender focal point dan mengelola proyek yang mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESI) dalam pengelolaan sumber daya alam.; 2) Senior Project Manager di Conservation Internasional, Memimpin proyek restorasi ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus memastikan integrasi pendekatan inklusif dan kesetaraan gender dalam program konservasi; 3) Regional Manager USAID APIK (Climate Change Adaptation & Resilience), mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Jawa Timur yang meliputi tujuh kabupaten/kota wilayah DAS Brantas, memberikan manfaat bagi lebih dari 18.000 masyarakat.

Selain itu, Ardanti juga pernah berkontribusi di UNOPS, FAO, ILO, hingga berbagai program kemitraan internasional yang berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat, tata kelola sumber daya, serta pembangunan inklusif.

Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Inklusif dan Blue Economy. Sepanjang kariernya, Ardanti dikenal sebagai sosok yang konsisten mengintegrasikan perspektif GESI, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta pendekatan kolaboratif dalam pengembangan kebijakan dan program pembangunan. Ia berperan dalam: Negosiasi hibah dan pinjaman internasional dengan pemerintah Indonesia; Pengembangan kebijakan blue economy dan pengelolaan pesisir; Peningkatan kapasitas ribuan masyarakat dalam ketahanan iklim dan ekonomi lokal; Penguatan kemitraan lintas kementerian, lembaga internasional, dan komunitas

Inspirasi bagi Mahasiswa dan Alumni Perikanan UGM. Perjalanan Ardanti Sutarto menjadi bukti bahwa lulusan Perikanan UGM memiliki peluang luas untuk berkontribusi pada isu global, mulai dari konservasi laut hingga kebijakan perubahan iklim. Kiprahnya di berbagai lembaga internasional menunjukkan bahwa ilmu perikanan tidak hanya berkontribusi pada sektor produksi, tetapi juga berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan, tata kelola sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Keberhasilan Ardanti diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi Indonesia maupun dunia. Kualitas alumni ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, seirama dalam upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Raker Perdana Selam Perikanan UGM 2026: Menyusun Langkah Strategis untuk Aksi Selam dan Konservasi yang Lebih Berdampak

Berita Rabu, 8 April 2026

Kepengurusan baru Selam Perikanan di Universitas Gadjah Mada (UGM) bergerak cepat memantapkan arah organisasi melalui penyelenggaraan Rapat Kerja (Raker) pada 8 April 2026. Agenda ini menjadi langkah strategis awal bagi kepengurusan terpilih dalam merumuskan program kerja selama satu periode ke depan.

Rapat kerja dihadiri oleh Pembina Organisasi, Prof. Eko Setyobudi dan ketua terpilih beserta seluruh jajaran pengurus baru. Dalam forum tersebut, setiap divisi memaparkan rancangan program kerja yang telah disusun berdasarkan evaluasi kegiatan sebelumnya serta kebutuhan pengembangan organisasi ke depan. Proses diskusi berlangsung dinamis, menekankan pentingnya sinergi antarbidang agar setiap program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Berbagai program strategis disepakati dalam Raker, mulai dari penguatan kegiatan pelatihan selam, peningkatan kompetensi anggota, hingga pengembangan program observasi dan konservasi sumber daya akuatik. Selain itu, organisasi juga menargetkan peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak kegiatan, baik dalam lingkup kampus maupun masyarakat umum.

Raker ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi kepengurusan baru sekaligus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan memiliki arah yang jelas dan terukur. Dengan perencanaan yang matang, Selam Perikanan UGM diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin solid bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang selam, sekaligus berkontribusi aktif dalam upaya pelestarian ekosistem perairan.

Pelaksanaan Raker menandai komitmen kuat kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, dan membawa organisasi menuju periode yang produktif dan berdampak. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas mahasiswa, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Kolaborasi Riset dan Budidaya Bersama Startup dan Industri Perikanan

Berita Rabu, 8 April 2026

Departemen Perikanan UGM terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan dunia usaha dan industri. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan penjajakan kerja sama yang dilakukan oleh Dr. Desy Putri Handayani dan Dr. Olivia Yofananda bersama startup Waste and Wishes serta perusahaan pengolahan perikanan Olam.

Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam bidang budidaya, pengolahan limbah, serta dukungan kegiatan penelitian mahasiswa. Waste and Wishes merupakan startup yang bergerak pada pemanfaatan limbah organik melalui pengolahan maggot, kasgot, serta pemanfaatan bulu ayam untuk kebutuhan sektor perikanan. Sementara itu, Olam dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada pengolahan produk perikanan dan agribisnis berkelanjutan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, kedua mitra menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan Departemen Perikanan UGM, khususnya dalam pengembangan inovasi budidaya dan pengolahan hasil perikanan. Tidak hanya itu, pihak mitra juga membuka peluang dukungan fasilitas berupa lokasi penelitian, kolam budidaya, serta bahan penelitian yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk kegiatan skripsi.

Inisiatif ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi, startup, dan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset terapan, memperluas kesempatan belajar berbasis industri bagi mahasiswa, serta mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan di sektor perikanan.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, sekaligus mendukung pengembangan industri perikanan yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tenaga Kependidikan Perikanan UGM Ikuti Pelatihan Pakan Alami dan Budidaya Udang Galah di UKBAP Samas

Berita Rabu, 8 April 2026

Tenaga Kependidikan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan Pelatihan Praktek Pakan Alami Artemia & Udang Galah yang diselenggarakan di Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 8 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga kependidikan dalam mendukung kegiatan praktikum dan pembelajaran berbasis budidaya perikanan.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai budidaya Udang Galah SiJawa, varietas udang galah hasil seleksi genetik yang dikembangkan oleh UKBAP Samas. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pakan alami artemia sebagai pakan utama pada fase larva dalam kegiatan budidaya.

Pada sesi praktik, peserta mempelajari tahapan persiapan artemia yang akan dikultur sebagai pakan. Salah satu proses utama yang dilakukan adalah dekapsulasi artemia, yaitu teknik menghilangkan cangkang kista menggunakan larutan oksidator untuk meningkatkan kualitas pakan sebelum diberikan kepada larva.

Peserta juga mengikuti proses kultur hingga artemia siap dipanen dan diberikan sebagai pakan larva. Melalui praktik langsung ini, tenaga kependidikan memperoleh pengalaman teknis yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan laboratorium dan praktikum mahasiswa di Departemen Perikanan.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan instansi pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas dukungan teknis tenaga kependidikan dalam pengembangan pendidikan dan praktik budidaya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

12345…21
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY