• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 3
Arsip:

Berita

Prof. Alim Pimpin FGD Pengembangan Teknologi SWRO untuk Dukung Produksi Garam dan Penyediaan Air Bersih di Kawasan Pesisir

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Upaya penguatan kemandirian garam nasional sekaligus penyediaan air bersih bagi masyarakat pesisir terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Integrasi Pemanfaatan Air Tawar pada Produksi Garam Laut dengan Teknologi SWRO (Seawater Reverse Osmosis) sebagai Air Minum” yang dipimpin oleh Guru Besar Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., selaku Ketua Kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta pada 17 Juni 2026 ini merupakan bagian dari Program Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional. Melalui program ini, Prof. Alim bersama tim berupaya menjembatani hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan nyata masyarakat pesisir, khususnya dalam meningkatkan produktivitas usaha garam rakyat sekaligus mengatasi keterbatasan akses air bersih.

Sebagai peneliti yang selama ini aktif mengembangkan berbagai inovasi di bidang perikanan, akuakultur, dan bioteknologi kelautan, Prof. Alim menekankan bahwa tantangan pengembangan garam nasional tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan sistem usaha yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi SWRO, air laut yang selama ini menjadi sumber bahan baku garam dapat diolah menjadi air tawar yang layak konsumsi sehingga memberikan nilai tambah bagi kawasan produksi garam.

FGD ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha garam rakyat. Diskusi diawali dengan paparan mengenai kebutuhan dan produksi garam nasional oleh Prof. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Diponegoro, dilanjutkan dengan pembahasan penerapan teknologi SWRO oleh Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Pi. dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pengalaman praktik lapangan yang disampaikan oleh Marsino, Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Pendawa Lima.

Tidak hanya berdiskusi di ruang pertemuan, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke tambak garam dan rumah produksi milik KUGAR Pendawa Lima di Purworejo. Kegiatan ini menjadi sarana penting untuk melihat secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha garam sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi teknologi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Menurut Prof. Alim, sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak nyata. Oleh karena itu, program pengabdian ini tidak hanya berfokus pada transfer teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola sumber daya pesisir secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menunjukkan peran aktif Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan strategis bangsa. Di bawah kepemimpinan Prof. Alim, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan pesisir yang mampu mengintegrasikan produksi garam, penyediaan air bersih, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan teknologi Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang berpotensi meningkatkan akses masyarakat pesisir terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan. Selain itu, program ini sejalan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui penguatan produktivitas dan nilai tambah usaha garam rakyat berbasis inovasi teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan kelompok usaha masyarakat juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam mendorong transfer pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Lebih lanjut, upaya pemanfaatan sumber daya pesisir secara efisien dan berkelanjutan turut mendukung SDG 14: Life Below Water dengan mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Susana Endah Ratnawati Raih Kenaikan Jabatan Akademik Lektor

Berita Senin, 22 Juni 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui kenaikan jabatan akademik salah satu dosennya. Susana Endah Ratnawati, S.Pi., M.Si., Ph.D. resmi memperoleh kenaikan jabatan akademik sebagai Lektor, sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kenaikan jabatan ini menjadi pengakuan atas kiprah Dr. Susana dalam mengembangkan ilmu dan teknologi hasil perikanan, khususnya pada bidang pengolahan hasil perikanan, keamanan pangan hasil perikanan, dan pemantauan mutu produk perikanan. Sebagai dosen di Program Studi THP UGM, beliau aktif mengembangkan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas dan keamanan produk perikanan Indonesia.

Dr. Susana menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Hasil Perikanan di Universitas Diponegoro, kemudian melanjutkan studi Magister pada bidang Pengelolaan Sumber Daya Pantai. Gelar doktor diperolehnya dari Ghent University pada bidang Bioscience Engineering. Latar belakang akademik yang kuat tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan riset-riset inovatif yang menghubungkan aspek mutu, keamanan, dan keberlanjutan produk perikanan.

Dalam aktivitas penelitiannya, Dr. Susana berfokus pada pengembangan teknologi untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk perikanan. Beberapa topik yang menjadi perhatian utamanya meliputi mekanisme penurunan mutu udang selama penyimpanan, pengembangan sistem pengemasan untuk produk perikanan segar dan hidup, pemanfaatan limbah tulang ikan lele menjadi nano-kalsium bernilai tambah, serta penguatan aspek keamanan mikrobiologi produk perikanan. Hasil penelitiannya telah dipublikasikan pada berbagai jurnal internasional bereputasi di bidang ilmu pangan dan perikanan.

Selain aktif dalam penelitian, Dr. Susana juga dikenal sebagai pendidik yang berkomitmen dalam membimbing mahasiswa dan membangun atmosfer akademik yang produktif. Berbagai kegiatan pembelajaran, kolaborasi riset, serta pengabdian kepada masyarakat yang dijalankannya menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan industri perikanan modern.

Keluarga besar Departemen Perikanan UGM mengucapkan selamat atas capaian jabatan akademik Lektor yang diraih oleh Dr. Susana Endah Ratnawati. Diharapkan pencapaian ini semakin memotivasi pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di bidang teknologi hasil perikanan, sekaligus memperkuat kontribusi UGM dalam mendukung pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.

Kenaikan jabatan akademik ini juga sejalan dengan upaya pencapaian SDG 4: Quality Education melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan tinggi, serta SDG 14: Life Below Water dan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengembangan riset mengenai keamanan pangan, peningkatan mutu hasil perikanan, dan pemanfaatan sumber daya perikanan secara berkelanjutan.

Fokus pada Keamanan Pangan, Prodi THP UGM Hadirkan Pakar Dunia dalam Kuliah Tamu Mikrobiologi Hasil Perikanan

Berita Senin, 22 Juni 2026

Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat jejaring akademik globalnya dengan menyelenggarakan rangkaian Guest Lecture (Kuliah Tamu) internasional. Kali ini, materi kuliah tamu diintegrasikan ke dalam mata kuliah Mikrobiologi Hasil Perikanan (PIT20241201) guna memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa mengenai penanganan kontaminasi bakteri pada produk pangan asal laut.

Rangkaian kuliah tamu seri ke-3 dan ke-5 ini menghadirkan para ahli mikrobiologi dari dua universitas terkemuka dunia, yaitu Shanghai Jiao Tong University (Cina) dan University of Copenhagen (Denmark). Acara ini diselenggarakan secara bauran (hybrid) melalui platform daring Zoom Meeting dan ruang kelas fisik di Gedung Perikanan UGM.

Seri #3: Mengantisipasi Patogen Pangan bersama Prof. Dr. Chunlei Shi (Shanghai Jiao Tong University)
Seri ke-3 telah sukses dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026. Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Dr. Chunlei Shi, seorang profesor dari Department of Food Science and Engineering, Shanghai Jiao Tong University.

Membawakan materi bertajuk “Foodborne Pathogens in Fisheries Products”, Prof. Shi memaparkan bahaya bakteri patogen yang sering mengontaminasi komoditas perikanan dan potensi dampaknya terhadap kesehatan konsumen melalui keracunan makanan. Ia menekankan pentingnya sistem deteksi dini serta penerapan rantai dingin (cold chain) yang ketat guna menekan pertumbuhan patogen berbahaya di sepanjang rantai pasok produk perikanan. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Kuliah 302, Lantai 3 Gedung A4 Perikanan UGM dan dimulai pada pagi hari pukul 07.30 WIB.

Seri #5: Strategi Pengendalian Bakteri Pembusuk bersama Dr. Linyun Chen (University of Copenhagen)
Berlanjut pada seri ke-5, kuliah tamu dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026. Narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Linyun Chen dari Department of Food Science, University of Copenhagen, Denmark.

Dr. Linyun Chen menyampaikan topik menarik berjudul “Smelly Invaders: Characteristics and Control of Spoilage Bacteria in Seafood Products”. Dalam presentasinya, ia mengupas karakteristik bakteri spesifik pembusuk pangan (spoilage bacteria) yang sering menjadi penyebab utama timbulnya bau tidak sedap serta kerusakan fisik pada produk seafood. Tidak hanya menjelaskan karakteristiknya, Dr. Chen juga membagikan berbagai strategi kontrol terkini untuk menghambat aktivitas mikroorganisme pembusuk tersebut demi memperpanjang masa simpan (shelf-life) produk. Kuliah tamu ini disiarkan secara daring langsung dari Denmark pada pukul 15.30 – 16.30 WIB.

Hal ini juga menjadi perwujudan nyata komitmen program studi dalam mencetak lulusan yang siap berdaya saing global di industri perikanan dan pengelolaan pangan terpadu. Kegiatan Guest Lecture internasional ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses pembelajaran berbasis ilmu pengetahuan mutakhir dan jejaring akademik internasional bagi mahasiswa. Materi mengenai deteksi patogen pangan, pengendalian bakteri pembusuk, serta penerapan sistem keamanan pangan juga berkontribusi terhadap SDG 3: Good Health and Well-being dengan mendukung upaya pencegahan penyakit bawaan pangan (foodborne diseases) dan peningkatan keamanan konsumsi produk perikanan. Selain itu, pembahasan strategi pengendalian kerusakan produk dan perpanjangan masa simpan hasil perikanan sejalan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production melalui pengurangan kehilangan pangan (food loss) serta peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya perikanan. Kolaborasi antara UGM, Shanghai Jiao Tong University, dan University of Copenhagen juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, dan inovasi untuk mendukung sistem pangan yang lebih aman dan berkelanjutan.

Tingkatkan Wawasan Global, Prodi THP UGM Gelar Rangkaian Kuliah Tamu Internasional dalam Mata Kuliah Kimia dan Biokimia Hasil Perikanan

Berita Senin, 22 Juni 2026

Dalam rangka memperluas cakrawala akademik dan menghadirkan perspektif global bagi mahasiswa, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Departemen Perikanan, UGM kembali menggelar rangkaian kegiatan Guest Lecture (Kuliah Tamu) internasional. Kuliah tamu ini diintegrasikan langsung ke dalam mata kuliah Kimia dan Biokimia Hasil Perikanan (PIT20241203) dan terbuka secara umum bagi publik.

Rangkaian kuliah tamu seri ke-4 dan ke-6 ini menghadirkan pakar-pakar terkemuka dari universitas ternama di Asia Tenggara, yaitu Universiti Putra Malaysia (UPM) dan Ho Chi Minh City University of Technology (HCMUT), Vietnam. Kegiatan ini dilaksanakan secara bauran (hybrid) melalui ruang kelas fisik di Gedung Perikanan UGM serta platform Zoom Meeting.

Seri #4: Mengulas Mutu dan Penilaian Kesegaran Ikan bersama Dr. Muhammad Azfar Ismail (UPM)
Rangkaian seri ke-4 telah sukses dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026. Pada kesempatan ini, Prodi THP UGM menghadirkan Dr. Muhammad Azfar Ismail, seorang Senior Lecturer dari Department of Aquaculture, Faculty of Agriculture, Universiti Putra Malaysia.

Dalam pemaparannya yang berjudul “Fish Quality Changes and Freshness Assessment”, Dr. Azfar mengupas tuntas mengenai berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan mutu pada komoditas perikanan pascapanen. Selain itu, ia juga menjelaskan metode-metode ilmiah terkini dalam melakukan penilaian tingkat kesegaran (freshness assessment) pada ikan. Pemahaman mendalam terkait parameter mutu ini dinilai sangat krusial bagi mahasiswa teknologi hasil perikanan dalam upaya mempertahankan standar kualitas pangan fungsional yang bersumber dari laut maupun perairan darat. Selain itu, Dr. Azfar juga mengulas tentang inovasi teknologi monitoring non-destruktif (tanpa merusak bahan) untuk mengamati perubahan biokimia yang terjadi selama proses pembusukan atau penurunan mutu ikan. Teknologi ini dinilai sangat krusial bagi industri perikanan modern guna memastikan kesegaran dan keamanan pangan secara cepat, akurat, dan efisien tanpa harus merusak sampel produk.

Kuliah ini berlangsung secara interaktif di Ruang Kuliah 308, Lantai 3 Gedung A4 Perikanan UGM serta dihadiri oleh puluhan peserta daring.

Seri #6: Mengupas Degradasi Protein dan Lipid bersama Phan Thị Thanh Nga, PhD (HCMUT)
Melanjutkan kesuksesan seri sebelumnya, seri ke-6 dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026. Pembicara yang dihadirkan adalah Phan Thị Thanh Nga, PhD, dosen dan peneliti dari Faculty of Chemical Engineering, Ho Chi Minh City University of Technology, VNU-HCM, Vietnam.

Phan Thị Thanh Nga, PhD menyampaikan materi mendalam bertajuk “Protein and Lipid Degradation in Fisheries Products”. Ia menjelaskan mekanisme kimiawi di balik degradasi komponen utama ikan, yaitu protein dan lipid (lemak), serta bagaimana proses tersebut memengaruhi tekstur, aroma, nilai gizi, dan kualitas keseluruhan dari produk perikanan selama penyimpanan dan pengolahan.

Kuliah ini digelar di Ruang Kuliah 209, Lantai 2 Gedung A4 Perikanan UGM dan peserta umum dapat mengikuti melalui Zoom Meeting.

Melalui pelaksanaan Guest Lecture internasional ini, Prodi THP Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi program studi serta meningkatkan mutu pendidikan yang selaras dengan perkembangan sains perikanan global. Diharapkan materi yang disampaikan dapat memicu ide-ide riset inovatif baru bagi mahasiswa THP UGM dalam mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan pascapanen hasil perikanan.

Kegiatan Guest Lecture internasional ini juga sejalan dengan pencapaian beberapa target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan akses mahasiswa terhadap pengetahuan global dan pembelajaran berbasis riset dari para pakar internasional. Selain itu, pembahasan mengenai mutu, keamanan, serta degradasi komponen biokimia produk perikanan mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production dengan mendorong pengelolaan pascapanen yang lebih efisien dan berkelanjutan untuk mengurangi kehilangan hasil perikanan. Kolaborasi akademik antara UGM, UPM, dan HCMUT juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan jejaring pendidikan tinggi dan pertukaran pengetahuan lintas negara guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta ketahanan sektor perikanan di kawasan Asia Tenggara.

UGM dan DKP Kulon Progo Lakukan Monitoring Kesehatan Ikan hingga Akhir Tahun untuk Antisipasi Wabah Penyakit Budidaya

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo memulai program monitoring kesehatan ikan budidaya yang akan dilaksanakan secara berkala hingga akhir tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan sistem deteksi dini penyakit ikan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan pembudidaya dalam menghadapi ancaman penyakit yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan UGM. Fokus utama pemantauan saat ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan kerentanan ikan budidaya, khususnya ikan lele dan gurame, terhadap serangan penyakit bakterial seperti aeromoniasis yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Indah didampingi oleh tim dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Departemen Perikanan UGM, yaitu Hafidz Nursadewa Alif, S.Gz., serta Faiz Mahasin, S.Pi., M.Sc. sebagai asisten dosen. Tim melakukan pengamatan lapangan, pengambilan sampel, serta evaluasi kondisi lingkungan budidaya untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesehatan ikan di berbagai lokasi budidaya di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini juga dilaksanakan bersama Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo, Ghufron Said Priyono, S.Pi., beserta tim bidang budidaya yang terdiri dari Ade Saepudin, S.Pi., M.M., Mega Dissa Afpriyaningrum, S.Pi., dan Sagiyo. Kolaborasi tersebut memungkinkan proses monitoring berjalan lebih efektif karena menggabungkan keahlian akademik dengan pengalaman teknis lapangan.

Menurut Dr. Indah, pendekatan monitoring jangka panjang sangat penting karena penyakit ikan sering kali dipengaruhi oleh kombinasi faktor lingkungan, manajemen budidaya, dan kondisi biologis ikan. Dengan pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan, potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi wabah yang lebih luas.

Selain menghasilkan data kesehatan ikan, program ini diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi teknis bagi pembudidaya dan pemerintah daerah dalam meningkatkan sistem manajemen kesehatan ikan yang lebih adaptif dan berbasis sains.

Program monitoring kesehatan ikan ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan akuakultur berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan produktivitas budidaya ikan di Kulon Progo dapat terus meningkat dengan tetap menjaga kesehatan ikan dan kualitas lingkungan budidaya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan produksi pangan perikanan, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengendalian penyakit ikan, SDG 14 (Life Below Water) melalui praktik budidaya yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam pengelolaan kesehatan ikan budidaya.

Dr. Indah Istiqomah UGM Berikan Pelatihan Penyediaan Obat Ikan Legal untuk Pembudidaya di Kulon Progo

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Upaya meningkatkan kesehatan ikan dan keberlanjutan usaha budidaya terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Penyediaan Obat Ikan Legal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam rangka subkegiatan Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya dalam Satu Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini menghadirkan Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Dr. Indah menjelaskan berbagai aspek penting terkait penyakit ikan budidaya serta strategi pencegahannya. Materi yang disampaikan mencakup penerapan biosekuriti, pengelolaan kualitas lingkungan budidaya, penggunaan obat ikan yang legal dan bertanggung jawab, serta pentingnya deteksi dini penyakit untuk meminimalkan risiko kerugian pada usaha budidaya.

Menurut Dr. Indah, pendekatan preventif merupakan langkah yang paling efektif dalam menjaga kesehatan ikan budidaya. Pembudidaya perlu memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan pakan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lingkungan budidaya agar tetap stabil dan sehat.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran berbagai pihak tersebut memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai keamanan penggunaan obat ikan, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sistem budidaya.

Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademisi UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas pembudidaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat perikanan.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan akuakultur yang sehat, produktif, dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kesehatan ikan, ketahanan pangan, dan kolaborasi multipihak dalam pembangunan perikanan budidaya.

Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan PT Anugerah Bahari Pasifik, Bahas Peluang Karier Internasional Bidang Akuakultur

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta, 12 Juni 2026 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dan audiensi dari PT Anugerah Bahari Pasifik dalam rangka penjajakan kerja sama terkait program penempatan tenaga profesional sektor akuakultur ke luar negeri melalui skema Visa E-7-3 Teknisi Akuakultur. Kegiatan ini disambut langsung oleh Ketua Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., bersama jajaran dosen dan pengelola program studi.

Kunjungan yang berlangsung di lingkungan Departemen Perikanan UGM tersebut menjadi wadah diskusi strategis mengenai peluang pengembangan karier internasional bagi lulusan dan tenaga profesional bidang perikanan dan akuakultur. Selain memperkenalkan program Visa E-7-3, audiensi juga membahas potensi kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan daya saing lulusan Perikanan UGM di tingkat global.

Dalam sambutannya, Prof. Alim Isnansetyo menyampaikan bahwa perkembangan industri akuakultur global membuka peluang yang semakin luas bagi lulusan perikanan Indonesia. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu terus memperkuat jejaring dengan berbagai mitra industri dan dunia kerja agar mahasiswa memiliki akses terhadap informasi, pengalaman, dan peluang karier yang lebih beragam.

Sementara itu, perwakilan PT Anugerah Bahari Pasifik menjelaskan bahwa program Visa E-7-3 Teknisi Akuakultur dirancang untuk mendukung kebutuhan tenaga profesional di sektor akuakultur internasional. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif jalur pengembangan karier bagi lulusan perikanan yang memiliki kompetensi teknis dan kesiapan bekerja di lingkungan global.

Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan membahas berbagai aspek, mulai dari kebutuhan kompetensi tenaga kerja akuakultur, peluang kerja internasional, hingga kemungkinan pengembangan program kolaboratif yang dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dan alumni Departemen Perikanan UGM.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kemitraan sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri perikanan yang terus berkembang. Melalui kerja sama yang baik antara perguruan tinggi dan dunia usaha, lulusan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkontribusi pada sektor perikanan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Departemen Perikanan UGM, mulai dari kualitas pendidikan, aktivitas penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia perikanan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan institusi.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses informasi dan peluang karier bagi mahasiswa, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan konektivitas lulusan dengan dunia kerja profesional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia perikanan yang unggul.

Dosen Perikanan UGM Berbagi Keahlian AMDAL dan ESIA dalam Pelatihan Lingkungan PSLH UGM

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta, 9 Juni 2026 — Komitmen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui kontribusi dosennya dalam kegiatan pelatihan profesional. Drs. Namastra Probosunu, M.Si., dosen Departemen Perikanan UGM, menjadi salah satu pemateri dalam pelatihan “Dasar-Dasar AMDAL dan ESIA” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PSLH UGM tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang profesional yang ingin memperdalam pemahaman mengenai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) sebagai instrumen penting dalam pembangunan berkelanjutan. Drs. Probosunu memberikan materi pada Kelas A dan Kelas B yang diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam sesi yang disampaikan, Drs. Probosunu menekankan pentingnya pemahaman ekologi sebagai fondasi dalam proses penyusunan dan evaluasi dokumen AMDAL. Menurutnya, keputusan terkait kelayakan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mengenai bagaimana suatu ekosistem bekerja serta bagaimana aktivitas pembangunan dapat memengaruhi keseimbangan lingkungan tersebut.

Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar ekosistem, mulai dari komponen penyusun ekosistem, interaksi antar populasi, hingga hubungan yang terbentuk dalam rantai dan jaring-jaring makanan. Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut dinilai penting untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan yang mungkin muncul akibat suatu kegiatan atau proyek pembangunan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai tipologi ekosistem dan tingkat kerawanannya dalam konteks pengambilan keputusan lingkungan. Berbagai karakteristik ekosistem memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap gangguan, sehingga memerlukan pendekatan pengelolaan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Dalam paparannya, Drs. Probosunu menjelaskan bahwa keberhasilan AMDAL tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh kualitas pemahaman terhadap sistem ekologis yang menjadi objek kajian. Dengan memahami kerentanan ekosistem sejak awal, berbagai risiko lingkungan dapat diidentifikasi dan diantisipasi secara lebih efektif.

Kehadiran Drs. Probosunu sebagai narasumber menunjukkan kontribusi aktif Departemen Perikanan UGM dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup. Keahlian yang dimiliki dosen-dosen Perikanan UGM tidak hanya bermanfaat bagi pengelolaan sumber daya perairan, tetapi juga mendukung berbagai aspek perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, UGM terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dan praktik profesional. Transfer pengetahuan mengenai ekologi dan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas profesional di bidang lingkungan, SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan pemahaman dampak lingkungan dalam pembangunan, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan perlindungan ekosistem sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkelanjutan.

Prodi MSA UGM Perkuat Sinergi Menuju Peningkatan Mutu Akademik dan Pengembangan Program Tahun 2026

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta, 11 Juni 2026 — Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik (MSA), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh dosen Program Studi MSA di Ruang Serbaguna 1. Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Program Studi MSA, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si., ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi berbagai capaian sekaligus menyusun langkah pengembangan program studi ke depan.

Rapat koordinasi dihadiri oleh dosen-dosen MSA, di antaranya Prof. Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc., Prof. Suadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., Dr. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc., Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si. (Han), serta dosen dan tenaga akademik lainnya yang berkontribusi dalam pengembangan Program Studi MSA.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi pelaksanaan Program Magang Berdampak Tahun 2026. Program ini dinilai memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka terlibat langsung dalam berbagai aktivitas profesional di sektor perikanan, pengelolaan sumber daya perairan, konservasi, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, dan peluang penguatan program pada periode mendatang.

Selain itu, forum juga membahas evaluasi perkuliahan dan praktikum Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Diskusi difokuskan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, efektivitas kegiatan praktikum, serta penguatan kompetensi mahasiswa agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Persiapan menghadapi Audit Mutu Internal (AMI) turut menjadi perhatian penting dalam rapat. Seluruh dosen berkomitmen untuk terus menjaga budaya mutu akademik melalui penguatan dokumentasi, peningkatan layanan pendidikan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai indikator kinerja program studi.

Dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, peserta rapat juga mendiskusikan berbagai perkembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dan akan dilaksanakan oleh dosen MSA. Berbagai penelitian yang tengah berlangsung diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran ilmiah berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan sumber daya akuatik dan masyarakat pesisir Indonesia.

Aspek kemahasiswaan menjadi agenda penting lainnya. Program studi terus berupaya menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, organisasi kemahasiswaan, maupun program penguatan kompetensi lainnya.

Rapat koordinasi ini juga menjadi momentum awal untuk mempersiapkan berbagai kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun Departemen Perikanan UGM, yang akan menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus menampilkan berbagai capaian akademik dan kontribusi Departemen Perikanan bagi masyarakat.

Melalui koordinasi yang rutin dan partisipatif, Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang terbangun di antara dosen diharapkan mampu memperkuat posisi MSA sebagai salah satu program studi unggulan dalam bidang pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan akuatik di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan penelitian dan pengelolaan sumber daya akuatik berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi dan sinergi akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Perubahan Bentang Pesisir Subang: Mangrove Menyusut, Tambak Terus Bertambah

Berita Jumat, 12 Juni 2026

Yogyakarta — Wilayah pesisir merupakan kawasan yang terus mengalami perubahan akibat interaksi antara proses alam dan aktivitas manusia. Dinamika tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Zuhdi Ardi, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui skripsinya yang mengkaji perubahan luas lahan mangrove dan tambak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, selama periode 2019–2025.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berbasis citra satelit Sentinel-2 untuk memantau perubahan bentang pesisir secara lebih efisien dan akurat. Dengan dukungan platform Google Earth Engine dan algoritma random forest, penelitian mampu menghasilkan pemetaan penggunaan lahan yang memiliki tingkat akurasi sangat tinggi.

Kabupaten Subang dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra perikanan budidaya penting di pesisir utara Jawa Barat. Seiring berkembangnya aktivitas budidaya, kawasan pesisir menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang menarik pada bentang pesisir Subang selama enam tahun terakhir. Kawasan mangrove mengalami perubahan luasan dari tahun ke tahun, sementara area tambak menunjukkan kecenderungan berkembang di sejumlah wilayah pesisir. Temuan ini memberikan gambaran bagaimana aktivitas pemanfaatan ruang pesisir terus membentuk lanskap kawasan pantai secara dinamis.

Menurut Zuhdi, pemantauan perubahan penggunaan lahan menjadi penting karena mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota perairan, penyerap karbon, serta penyangga keberlanjutan ekosistem pesisir. Di sisi lain, sektor budidaya tambak juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan penyediaan pangan berbasis perikanan.

Melalui penelitian ini, Zuhdi menunjukkan bahwa teknologi satelit dapat menjadi alat yang efektif untuk memantau perubahan lingkungan pesisir dalam skala luas dan periode waktu yang panjang. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dalam merencanakan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dr. Riza Yuliratno Setiawan menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi geospasial dalam bidang perikanan dan pengelolaan sumber daya perairan semakin penting di era saat ini. Data yang dihasilkan dari pemantauan satelit mampu membantu memahami perubahan lingkungan secara objektif dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis sains.

Penelitian Zuhdi menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa Perikanan UGM memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sumber daya pesisir. Melalui pendekatan ilmiah yang inovatif, penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor perikanan dan pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia.

Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan pengelolaan ekosistem pesisir, SDG 13 (Climate Action) melalui pemantauan ekosistem penyerap karbon biru, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya pelestarian kawasan mangrove sebagai bagian penting dari bentang alam pesisir yang berkelanjutan.

12345…34
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY