• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • hal. 5
Arsip:

Berita

Inovasi Anak Bangsa: Solusi Biosekuriti Tambak Udang Berbasis Mikroorganisme Laut

Berita Kamis, 26 Februari 2026

Yogyakarta – Inovasi bioteknologi kelautan kembali menjadi sorotan dalam SINTECH Webinar “Integrated Blue Innovation of Shrimp Production UGM” yang digelar pada 26 Februari 2026. Dalam kegiatan ini, startup blue biotech AQUBETA memaparkan terobosan teknologi probiotik alami untuk meningkatkan produktivitas sekaligus biosekuriti budidaya udang di Indonesia.

Industri akuakultur, khususnya budidaya udang vaname, masih menghadapi tantangan besar akibat penyakit mematikan seperti Vibriosis dan AHPND. Penyakit tersebut dapat menurunkan hasil panen hingga 30% bahkan menyebabkan kematian massal dalam semalam. Kondisi ini berdampak pada kerugian miliaran dolar secara global serta menjadi salah satu penyebab utama kegagalan budidaya udang.

Founder & CEO PT. AQUBETA DIPO JAYA, Muhammad Syaifudien Bahry, menjelaskan bahwa perusahaannya menghadirkan pendekatan berbasis mikroorganisme laut sebagai alternatif ramah lingkungan pengganti antibiotik dan bahan kimia berbahaya. Startup ini telah menjangkau lebih dari 5.000 petambak ikan dan udang di lebih dari 30 wilayah Indonesia, dengan area tambak mencapai 150 hektare dan lebih dari 15 kemitraan B2B sejak produk mulai dipasarkan pada 2023.

Teknologi unggulan AQUBETA memanfaatkan fungi laut Trichoderma reesei dan konsorsium bakteri Bacillus untuk menekan populasi bakteri Vibrio, meningkatkan kualitas air, serta memperkuat sistem imun udang. Uji coba pada tambak terdampak AHPND menunjukkan populasi Vibrio dapat ditekan hanya dalam satu minggu, dengan tingkat kelangsungan hidup panen meningkat hingga 60%.

Produk yang dikembangkan meliputi ANTI V-PRO, AQU PROFEED, dan AQU BACILLUS yang diklaim efektif membunuh patogen, meningkatkan biomassa, memperbaiki pencernaan, serta menjaga kesehatan ekosistem tambak. Selain menawarkan produk, AQUBETA juga membuka kolaborasi riset, distribusi, hingga konsultasi teknis bagi mitra B2B dan B2G.

Inovasi ini diharapkan menjadi langkah penting menuju revolusi blue biotechnology di Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan sektor perikanan melalui teknologi berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Mengintip Kehidupan Bulu Babi: Studi UGM Perkuat Konservasi Pesisir Yogyakarta

Berita Jumat, 20 Februari 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghasilkan publikasi ilmiah kolaboratif antara mahasiswa dan dosen mengenai keanekaragaman bulu babi di pesisir selatan Yogyakarta. Penelitian berjudul Investigating the Diversity of Sea Urchins (Echinoidea) in Yogyakarta, Indonesia Using Molecular Approaches, Abundance, and Ecological Index dilakukan oleh Putri Ayu Hia bersama Dr. Ratih Ida Adharini, Prof. Eko Setyobudi, dan Dr. Eko Hardianto.

Bulu babi merupakan invertebrata laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem intertidal serta berfungsi sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pesisir. Penelitian ini berfokus pada kawasan Pantai Ngrumput, Yogyakarta, untuk mengkaji keanekaragaman, kelimpahan, serta identifikasi spesies bulu babi melalui pendekatan ekologi dan molekuler berbasis DNA barcoding.

Pengambilan sampel dilakukan pada November–Desember 2023 menggunakan metode transek kuadrat 1×1 meter. Analisis molekuler menargetkan gen mtDNA COI untuk memastikan identifikasi spesies secara akurat. Hasil penelitian mengidentifikasi empat spesies utama bulu babi, yaitu Echinometra oblonga, Echinometra mathaei, Heterocentrotus trigonarius, dan Stomopneustes variolaris.

Secara ekologis, kelimpahan bulu babi tercatat mencapai 74,14 individu per meter persegi. Indeks keanekaragaman berada pada kategori sedang (1,07), indeks keseragaman tinggi (0,83), serta indeks dominansi rendah (0,23). Temuan ini menunjukkan komunitas bulu babi di lokasi penelitian relatif stabil dan seimbang.

Analisis pola sebaran menunjukkan beberapa spesies memiliki distribusi mengelompok, sementara lainnya menunjukkan kombinasi pola seragam dan mengelompok. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada jarak 30 meter dari garis pantai, menandakan zona tersebut menjadi habitat optimal bagi bulu babi.

Pendekatan DNA barcoding menghasilkan sekuens sepanjang 630 bp dan analisis filogenetik yang menguatkan identifikasi morfologi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan ekosistem pesisir dan konservasi sumber daya laut di Yogyakarta. Publikasi ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, prestasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Riset Perikanan UGM Ungkap Waktu Terbaik Pemantauan Kualitas Air Sistem Budidaya Nila Merah

Berita Rabu, 18 Februari 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan publikasi ilmiah internasional melalui penelitian berjudul The Diurnal Trend of Water Quality in the Semi-Outdoor Recirculating Aquaculture System for the Red Tilapia (Oreochromis sp.) Production yang dimuat dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries. Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Ega Adhi Wicaksono bersama tim peneliti.

Seiring pertumbuhan populasi global, kebutuhan protein terus meningkat sehingga akuakultur menjadi solusi penting untuk ketahanan pangan. Namun, sistem budidaya konvensional membutuhkan air dalam jumlah besar, sementara ketersediaan air di banyak wilayah semakin terbatas. Sistem Recirculating Aquaculture System (RAS) hadir sebagai alternatif hemat air, tetapi standar operasional pemantauan kualitas air di sistem ini masih terbatas.

Penelitian ini bertujuan mengkaji pola harian (diurnal) kualitas air pada sistem RAS semi-outdoor untuk budidaya nila merah. Pengukuran dilakukan setiap tiga jam selama 24 jam untuk memantau berbagai parameter penting seperti total ammonia nitrogen (TAN), amonia tak terionisasi (NH3), oksigen terlarut, defisit oksigen, pH, dan suhu.

Hasil penelitian menunjukkan adanya pola perubahan kualitas air yang jelas sepanjang hari. Nilai TAN, oksigen terlarut, dan pH cenderung lebih tinggi pada pagi hari (06.00–09.00), sedangkan suhu dan defisit oksigen meningkat pada sore hingga malam hari (18.00–21.00).

Berdasarkan temuan tersebut, waktu terbaik untuk melakukan pemantauan kualitas air pada RAS semi-outdoor diperkirakan pada pukul 09.00 dan 18.00. Rekomendasi ini menjadi langkah penting dalam penyusunan standar operasional pemantauan kualitas air untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi akuakultur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan teknologi budidaya ikan yang lebih hemat air, produktif, dan berkelanjutan di masa depan.

Penelitian ini sekaligus menegaskan kontribusi riset Departemen Perikanan UGM dalam penguatan pengelolaan sumber daya laut berbasis sains di Indonesia. Publikasi ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, prestasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Gaet Perkumpulan Penggiat Maritim Bali, Departemen Perikanan UGM Berupaya Membangun Kapasitas Pemuda Maritim

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Departemen perikanan melalui Fakultas Pertanian menjalin kerjasama dengan Perkumpulan Penggiat Maritim Bali. Perjanjian ini bermaksud untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan yang meliputi pembelajaran praktik kerja lapangan, penelitian, studi independen, kewirausahaan, dan/atau membina desa.

Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Jaka Widada) dan Ketua Perkumpulan Penggiat Maritim Bali (Adil Darme Yase), menghasilkan beberapa rencana aksi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penyelenggaraan kegiatan bersama yang meliputi pembelajaran, Praktik Kerja Lapangan (PKL), penelitian kolaboratif, studi independen, kewirausahaan berbasis kemaritiman, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan desa pesisir, serta implementasi Tridharma Perguruan Tinggi lainnya.

Kerjasama ini juga berupaya untuk pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda maritim, termasuk pembinaan Anak-anak Duta Maritim Bali dalam peningkatan kapasitas penelitian kemaritiman, kepemimpinan, wawasan kebangsaan maritim, serta literasi kelautan dan perikanan. Kegiatan ini juga mencakup pembinaan siswa sekolah dasar hingga menengah dalam rangka menanamkan kesadaran maritim sejak dini.

Melalui kerjasama yang intensif juga diharapkan tersediannya n sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, inovasi, kewirausahaan, dan pengabdian masyarakat di bidang kemaritiman, termasuk laboratorium, fasilitas lapangan, pusat studi, dan lokasi pembelajaran berbasis pesisir. Kegiatan sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan Raih Best Presenter pada 18th International Conference on Computer Research and Development (ICCRD) 2026

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Lupi Nugraheni, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, meraih best oral presentation award pada 18th International Conference on Computer Research and Development (ICCRD) 2026 yang diselenggarakan pada 23–25 Januari 2026 di Singapura.

ICCRD merupakan konferensi internasional tahunan yang menjadi forum pertukaran hasil riset dan pengembangan di bidang teknologi komputer, khususnya artificial intelligence (AI) dan komputasi. Konferensi ini diikuti oleh peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara. ICCRD 2026 membahas pengembangan machine learning, intelligent computing, dan teknologi artificial intelligence (AI), serta berbagai topik terkait, seperti algoritma, sistem komputer, dan rekayasa perangkat lunak.

Dalam konferensi tersebut, Lupi mempresentasikan penelitian berjudul “A Random Forest Model-Based Detection of Threshold Effects in Environmental Drivers of Scad Distribution in the Western Waters of Sumatra”. Penelitian ini mengusung pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan ilmu perikanan, oseanografi, dan machine learning untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan terhadap distribusi ikan layang serta memprediksi zona potensi penangkapan ikan. Penelitian ini merupakan bagian dari tesis yang disusun dengan bimbingan Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel.,M.Sc. dan Prof.Dr.Ir. Djumanto, M.Sc., serta didukung pendanaan dari Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Selain sebagai ajang presentasi ilmiah, ICCRD 2026 juga menjadi sarana penguatan jejaring akademik internasional. Selama kegiatan berlangsung, Lupi berkesempatan bertemu dan berdiskusi tidak hanya dengan mahasiswa dan peneliti dari berbagai negara, tetapi juga dengan sesama mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa dari Universitas Diponegoro dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Mahasiswa Magister Ilmu Perikanan UGM Paparkan Diversitas Ikan Sidat di 18th Halal Science Industry and Business Thailand

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Bangkok, 18 Desember 2025. The International Halal Science and Technology Conference 2025 (IHSATEC): 18th Halal Science Industry and Business (HASIB) merupakan program konferensi internasional kolaboratif antara Halal Science Center Universitas Chulalongkorn, Thailand, dan Research Synergy Foundation. IHSATEC 2025: HASIB ke-18 menyediakan platform interdisipliner untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mendiseminasikan penelitian yang sedang berlangsung terkait bidang sains dan teknologi halal. Kegiatan ini telah sukses diselenggarakan pada tanggal 18–19 Desember 2025 secara luring di Hotel Al Meroz, Bangkok, Thailand.

Konferensi ini bertujuan untuk bertukar dan berbagi gagasan serta temuan ilmiah dalam berbagai spektrum Sains dan Teknologi Halal (Industri dan Bisnis) melalui presentasi lisan (luring) dan virtual dalam Sesi Akademik Thailand Halal Assembly 2025. Pada kegiatan tersebut, Samsuri Djamal, S.Pi satu-satunya presenter dari Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, berkesempatan mempresentasikan sebuah paper berjudul “Genetic Diversity of Eel Fish using Random Amplified Polymorphism DNA (RAPD) Method in North Maluku Waters, Indonesia.”

Dalam presentasi ini, Samsuri memaparkan hasil penelitian mengenai keragaman genetik ikan sidat (eel fish) di perairan Maluku Utara menggunakan metode Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) sebagai pendekatan biologi molekuler. Penelitian ini menyoroti pentingnya informasi genetik dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta menjamin kualitas bahan baku perikanan.

Lebih lanjut, presentasi ini menekankan bahwa konsep produk halal tidak hanya terbatas pada aspek kehalalan (permissibility) semata, tetapi juga mencakup nilai tanggung jawab (responsibility) dan keamanan pangan (food safety). Hal tersebut harus diterapkan secara menyeluruh mulai dari proses penangkapan ikan, penanganan dan pengolahan, hingga distribusi dan konsumsi oleh konsumen akhir. Dengan demikian, prinsip halal sejalan dengan konsep keberlanjutan, ketertelusuran, dan perlindungan konsumen.

Keikutsertaan sebagai presenter dalam konferensi internasional ini memberikan kesempatan berharga untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring akademik dengan peneliti dan praktisi dari berbagai negara, sekaligus memperkuat kontribusi penelitian di bidang sains dan teknologi halal, khususnya pada sektor perikanan. Kegiatan sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik.

Mahasiswa Baru Antusias Ikuti PKKIL 2026, Gerbang Awal Memasuki Laboratorium di Universitas Gadjah Mada

Berita Jumat, 13 Februari 2026

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Instrumentasi Laboratorium (PKKIL) pada Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13 Februari 2026 ini, diikuti ratusan mahasiswa dan menjadi agenda penting yang wajib diikuti sebelum mahasiswa melakukan aktivitas praktikum maupun penelitian di laboratorium.

PKKIL merupakan program sertifikasi rutin yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar mengenai keselamatan kerja, tata kelola laboratorium, serta penggunaan berbagai instrumen penelitian yang tersedia di lingkungan Departemen Perikanan. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan kegiatan akademik secara aman, profesional, dan bertanggung jawab.

Kegiatan hari pertama diawali dengan sesi pembukaan yang meriah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para kepala laboratorium di lingkungan Departemen Perikanan. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas laboratorium serta prosedur penggunaan peralatan penelitian. Selain itu, materi mengenai Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga disampaikan oleh Prof. Tri Joko Raharjo, S.Si., M.Si., Ph.D. guru besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang memiliki fokus ilmu bidang Food Analysis, enzime and molecular biotechnology. Beliau juga menjelaskan bagaimana pentingnya budaya keselamatan dalam kegiatan ilmiah.

Mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting di laboratorium, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengenalan karakteristik bahan kimia, hingga langkah-langkah mitigasi ketika terjadi potensi kecelakaan kerja. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar mampu bekerja secara aman saat melakukan praktikum maupun penelitian.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke berbagai laboratorium di Departemen Perikanan. Mahasiswa berkesempatan melihat secara langsung fasilitas penelitian sekaligus mempraktikkan cara pengoperasian beberapa instrumen yang sering digunakan dalam kegiatan akademik.

Laboratorium yang dikunjungi meliputi Laboratorium Ekologi Perairan, Laboratorium Hama dan Penyakit Ikan, Laboratorium Akuakultur, Laboratorium Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Laboratorium Hidrobiologi, Laboratorium Teknologi Pengolahan Ikan, Laboratorium Ilmu Makanan Ikan, Laboratorium Sosial Ekonomi Perikanan, Laboratorium Alat Penangkapan Ikan, hingga Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan.

Melalui kegiatan PKKIL 2026 ini, Departemen Perikanan UGM berharap seluruh mahasiswa dapat memahami pentingnya keselamatan kerja sekaligus mengenal fasilitas laboratorium secara lebih dekat. Pelatihan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membangun budaya riset yang aman, profesional, dan berkelanjutan di lingkungan akademik. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dan SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan).

Tenaga Kependidikan Departemen Perikanan UGM Ikuti Pelatihan Budidaya Maggot untuk Pengolahan Limbah Organik

Berita Selasa, 10 Februari 2026

Yogyakarta – Upaya penguatan kompetensi tenaga kependidikan terus dilakukan Departemen Perikanan UGM melalui pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan limbah organik dan pengembangan pakan alternatif berkelanjutan. Kegiatan ini memanfaatkan materi handbook workshop budidaya BSF yang aplikatif dan berbasis praktik lapangan.

Pelatihan ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik, mengingat lebih dari 50% sampah di Indonesia merupakan limbah mudah busuk seperti sisa makanan rumah tangga, kantin, dan restoran. Tanpa pengolahan yang tepat, limbah tersebut berisiko menularkan penyakit. Budidaya maggot BSF menjadi solusi melalui proses biokonversi, yaitu pemanfaatan larva serangga untuk mengubah limbah organik menjadi biomassa bernilai tinggi sebagai sumber protein dan lemak pakan hewan.

 

Kegiatan pelatihan juga memperkenalkan praktik budidaya BSF yang telah dikembangkan di Teaching Farm PIAT UGM sejak 2018. Farm ini memanfaatkan sisa makanan dari Rumah Sakit Akademik UGM, rumah sakit, kantin fakultas, hingga laboratorium sebagai bahan baku pakan maggot. Program ini bertujuan menciptakan pembelajaran inovatif sekaligus mendukung pengelolaan limbah kampus secara berkelanjutan.

Peserta pelatihan mempelajari siklus hidup BSF mulai dari fase telur, larva, prepupa, pupa, hingga lalat dewasa, serta teknik operasional farm seperti penetasan telur, pemeliharaan, hingga pemanenan maggot. Dalam praktiknya, 1 gram telur BSF dapat menghasilkan minimal 1 kg maggot dalam waktu sekitar 16–18 hari. Maggot segar dapat dijual Rp5.000–8.000/kg, sedangkan maggot kering mencapai Rp40.000–50.000/kg, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain meningkatkan kapasitas teknis tenaga kependidikan, pelatihan ini diharapkan memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi pengelolaan limbah, ketahanan pakan, dan kewirausahaan berbasis lingkungan. Budidaya maggot BSF dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan yang lebih berkelanjutan di masa depan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Inovasi Riset Perikanan Antar wilayah, Dosen Perikanan UGM Diganjar Best Dissertation PKSPL IPB University

Berita Senin, 9 Februari 2026

Dosen Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, Mukti Aprian, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia menerima penghargaan dari PKSPL IPB University, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi akademik dan pengembangan ilmu perikanan.

Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan institusi pendidikan tinggi terhadap kiprah Mukti Aprian dalam bidang riset dan pengembangan tata kelola perikanan. Selama ini, ia dikenal aktif menghasilkan karya ilmiah yang berfokus pada pengelolaan perikanan berbasis data, teknologi pemantauan kapal, serta kebijakan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas disertasi berjudul “Indeks Pergerakan Perikanan sebagai Transformasi Spasial Lintas Wilayah Pengelolaan Perikanan”. Capaian ini menjadi pengakuan atas kontribusi ilmiah Mukti Aprian dalam pengembangan riset tata kelola perikanan berbasis pendekatan spasial dan data.

Disertasi tersebut mengangkat konsep indeks pergerakan perikanan sebagai pendekatan baru untuk memahami dinamika aktivitas perikanan lintas wilayah pengelolaan. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendukung perumusan kebijakan perikanan yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berbasis bukti ilmiah.

Prestasi tersebut juga mempertegas peran Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak luas bagi sektor kelautan dan perikanan nasional. Kolaborasi lintas perguruan tinggi, termasuk dengan IPB, menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring riset dan inovasi di bidang perikanan.

Mukti Aprian menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengembangan ilmu perikanan membutuhkan kolaborasi kuat antara akademisi, pemerintah, dan pelaku industri agar kebijakan yang dihasilkan berbasis bukti ilmiah.

Prestasi ini diharapkan menjadi kontribusi penting bagi penguatan kebijakan perikanan berkelanjutan di Indonesia. Publikasi ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, prestasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Riset UGM Ungkap Potensi Rumput Laut sebagai Bahan Alami Anti-Jerawat

Berita Kamis, 5 Februari 2026

Kabar membanggakan datang dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada melalui publikasi terbaru mengenai pemanfaatan rumput laut sebagai bahan alami perawatan kulit. Penelitian berjudul In Vitro Anti-Acne Activity and Bioactive Compound Analysis of Sargassum cristaefolium Ethanolic Extract from Teluk Awur Jepara dipublikasikan dalam Journal of Multidisciplinary Applied Natural Science Vol. 5 No. 2 (2025) oleh Theresia Adven Dea Kristiani bersama Prof. Amir Husni dan Prof. Alim Isnansetyo.

Jerawat merupakan salah satu gangguan kulit yang paling umum terjadi, terutama pada remaja, dan sering menimbulkan dampak fisik maupun psikologis. Penelitian ini berfokus pada potensi rumput laut Sargassum cristaefolium dari Teluk Awur, Jepara, sebagai kandidat bahan aktif anti-jerawat berbasis alam yang lebih aman dan minim efek samping.

Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak etanol rumput laut tersebut efektif menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, yaitu Cutibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Selain itu, ekstrak juga mampu melisis sebagian sel bakteri, menandakan aktivitas antibakteri yang menjanjikan.

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan aktivitas antioksidan yang signifikan melalui uji DPPH dan ABTS. Analisis kimia menunjukkan kandungan fenol total sebesar 14,17 mg GAE/g serta kandungan sulfat 10,99%. Uji LC-MS mengidentifikasi berbagai senyawa bioaktif penting, seperti karotenoid, terpenoid, steroid, flavonoid, chromenol, dan asam lemak yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri.

Temuan ini membuka peluang pengembangan bahan baku kosmetik dan farmasi berbasis sumber daya laut Indonesia. Penelitian tersebut menegaskan potensi besar rumput laut sebagai inovasi produk perawatan kulit alami sekaligus memperkuat kontribusi riset perikanan UGM dalam bidang bioteknologi kelautan. Publikasi ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, prestasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

1…34567…20
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY