• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Refleksi Perikanan UGM di Hari Bumi 2026: Saatnya Kembali Mendengar Laut

Refleksi Perikanan UGM di Hari Bumi 2026: Saatnya Kembali Mendengar Laut

  • Berita
  • 22 April 2026, 14.50
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta, 22 April 2026 — Momentum Hari Bumi tahun ini menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan di lingkungan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Di tengah meningkatnya krisis lingkungan global, kalangan akademisi perikanan UGM memanfaatkan momen ini untuk merefleksikan kembali arah pembangunan sektor perikanan—yang dinilai semakin menjauh dari akar persoalan sebenarnya.

Isu perikanan hari ini tidak lagi sesederhana soal produksi dan peningkatan hasil tangkapan. Kerusakan ekosistem laut, praktik penangkapan berlebih, hingga pencemaran menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung pada keberlanjutan sumber daya dan kehidupan masyarakat pesisir.

Di sisi lain, perubahan iklim memperparah situasi. Pola musim yang tidak menentu dan kondisi laut yang semakin sulit diprediksi membuat nelayan berada dalam posisi rentan. Namun, dalam banyak kasus, suara mereka justru belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan.

Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. menilai bahwa pendekatan perikanan modern perlu dikaji ulang. Menurutnya, selama ini fokus yang terlalu besar pada aspek teknis dan produksi membuat dimensi sosial cenderung terpinggirkan.

“Perikanan bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga tentang manusia dan relasi sosial di dalamnya. Ketika aspek ini diabaikan, maka solusi yang dihasilkan seringkali tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya.

Refleksi ini mengarah pada satu kesadaran penting: keberlanjutan perikanan tidak bisa dicapai tanpa keseimbangan antara ekologi dan sosial. Pendekatan berbasis ekosistem perlu berjalan seiring dengan penguatan partisipasi masyarakat, khususnya nelayan sebagai aktor utama di lapangan.

Di lingkungan kampus, gagasan ini mulai diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas. Mahasiswa didorong untuk lebih dekat dengan realitas pesisir, tidak hanya melalui penelitian, tetapi juga melalui pengabdian masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya, ilmu yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu memberi dampak nyata.

Sejalan dengan itu, refleksi ini juga berkaitan erat dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 14 tentang kehidupan bawah laut (Life Below Water). Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem laut, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam konteks ini, kontribusi akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh.

Pada akhirnya, Hari Bumi 2026 menjadi pengingat bahwa laut bukan sekadar ruang eksploitasi, melainkan sistem kehidupan yang harus dijaga bersama. Dari ruang-ruang diskusi di kampus hingga kehidupan sehari-hari nelayan di pesisir, refleksi ini menegaskan satu hal: masa depan perikanan bergantung pada kemampuan semua pihak untuk kembali mendengar—dan merawat—laut dengan lebih bijak.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY