Mangrove Asia Tenggara Terancam Aktivitas Manusia: Temuan Riset Global Dibahas di SINNTECH Webinar #33 UGM
Berita Rabu, 28 Januari 2026
Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan diskusi ilmiah internasional melalui SINNTECH Webinar #33. Webinar yang digelar pada 28 Januari 2026 ini menghadirkan peneliti dari Xiamen University, Ngo Thuy Hao, yang memaparkan riset terbaru mengenai dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove di Asia Tenggara.
Dalam pemaparannya, Hao menjelaskan bahwa kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan luas mangrove terbesar di dunia. Namun, ekosistem penting ini kini menghadapi tekanan besar akibat berbagai aktivitas manusia seperti ekspansi tambak, pertanian, pembangunan infrastruktur, serta pencemaran nutrien dari daratan.
Melalui pendekatan pemetaan spasial dan model analisis Cumulative Human Impact (CHI), penelitian ini memetakan tingkat tekanan manusia terhadap mangrove di berbagai negara Asia Tenggara. Hasilnya menunjukkan bahwa hanya sekitar 18,6% kawasan mangrove yang masih tergolong utuh, sementara sebagian besar lainnya telah terpapar berbagai tekanan aktivitas manusia.
Menariknya, beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste masih menunjukkan tingkat tekanan kumulatif yang relatif rendah. Hal ini memberikan peluang besar untuk upaya konservasi dan restorasi sebelum ekosistem tersebut mengalami kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa ekspansi tambak akuakultur menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi degradasi mangrove di kawasan ini, diikuti oleh konversi lahan pertanian, pembangunan jalan, dan polusi nutrien.
Melalui SINNTECH Webinar #33, mahasiswa dan peserta mendapatkan wawasan penting tentang bagaimana pendekatan sains data, pemodelan spasial, dan kolaborasi internasional dapat digunakan untuk memahami sekaligus melindungi ekosistem pesisir yang vital bagi keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan global. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.