• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • UGM Soroti Tantangan Deteksi Penyakit Ikan di Indonesia, Teknologi Diagnostik Jadi Kunci

UGM Soroti Tantangan Deteksi Penyakit Ikan di Indonesia, Teknologi Diagnostik Jadi Kunci

  • Berita
  • 7 Januari 2026, 08.44
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta – Tantangan deteksi penyakit ikan di Indonesia menjadi topik utama dalam SINNTECH 31. Dalam pemaparannya, akademisi Fakultas Pertanian UGM (Prof. Murwantoko) menekankan pentingnya penguatan sistem diagnosis penyakit sebagai fondasi ketahanan sektor akuakultur nasional.

Deteksi penyakit ikan merupakan proses penting untuk menemukan, mengidentifikasi, dan memantau keberadaan patogen melalui berbagai sumber data klinis maupun non-tradisional. Surveilans yang sistematis dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit baru, mengendalikan wabah, serta memastikan populasi ikan bebas penyakit tertentu.

Beragam metode diagnostik telah digunakan, mulai dari histopatologi, kultur sel, PCR konvensional, real-time PCR, hingga LAMP (Loop-Mediated Isothermal Amplification). Teknologi PCR menjadi salah satu metode paling umum karena mampu memperbanyak fragmen DNA patogen secara eksponensial sehingga keberadaan penyakit dapat diidentifikasi lebih akurat. Sementara itu, real-time PCR memungkinkan deteksi kuantitatif dengan sensitivitas tinggi, sedangkan LAMP menawarkan proses yang lebih cepat tanpa memerlukan mesin PCR.

Meski teknologi terus berkembang, deteksi penyakit ikan masih menghadapi berbagai tantangan serius. Salah satunya adalah munculnya penyakit baru dari luar negeri yang berpotensi masuk ke Indonesia sehingga membutuhkan sistem deteksi yang cepat dan sensitif. Selain itu, keragaman spesies patogen seperti Aeromonas dan Vibrio menyulitkan proses identifikasi karena primer universal tidak selalu mampu membedakan spesies secara spesifik.

Tantangan lain datang dari mutasi genetik yang tinggi, terutama pada virus RNA. Mutasi ini dapat memengaruhi akurasi deteksi karena perubahan urutan genetik membuat primer sulit menempel pada target DNA. Penelitian bahkan menemukan variasi urutan RNA pada virus TiLV yang menginfeksi ikan nila di wilayah DIY.

Melalui penguatan metode deteksi dan surveilans penyakit, diharapkan Indonesia mampu merespons wabah secara cepat, menjaga kesehatan ikan budidaya, serta memperkuat daya saing sektor perikanan nasional di masa depan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG  4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY