• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Staff
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Kerja Sama
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • hal. 2
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

HUT ke-62 Departemen Perikanan UGM: Kukuhkan Komitmen untuk Pendidikan dan Penelitian Bermutu

Berita Senin, 1 September 2025

Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menggelar acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 pada Senin, 1 September 2025. Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada seluruh civitas dan alumni agar dapat hadir tanpa batasan ruang. Puncak peringatan ini dirancang sebagai ajang sosialisasi hasil kinerja dan prestasi Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM selama satu tahun terakhir sekaligus memperingati usia emas perjalanan institusi yang telah berdiri sejak lebih dari enam dekade. Dengan suasana penuh kebersamaan, acara ini menegaskan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam menjaga relevansi pendidikan dan riset di bidang perikanan.

Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan Laporan Tahunan Departemen Perikanan UGM yang disampaikan secara sistematis dan menyeluruh. Laporan tersebut mencakup berbagai aspek penting, antara lain prestasi akademik mahasiswa, publikasi ilmiah dosen, capaian penelitian unggulan, program pengabdian masyarakat, serta jalinan kerja sama dengan berbagai pihak nasional maupun internasional. Informasi ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi internal, tetapi juga wujud transparansi kepada seluruh peserta kegiatan. Dengan adanya pemaparan ini, civitas akademika dapat memahami arah pengembangan departemen dan kontribusinya terhadap kemajuan ilmu perikanan. Hal ini memperlihatkan bahwa Departemen Perikanan UGM berkomitmen untuk terus berinovasi di tengah tantangan global.

Sesi yang paling ditunggu-tunggu dalam puncak peringatan ini adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Mohamad Zaki Mahasin, S.Pi., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi di Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam orasi ilmiah berjudul “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan”, Dr. Zaki menekankan bahwa konsep ekonomi biru merupakan paradigma baru dalam mengelola sumber daya laut. Dr. Zaki juga menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dengan upaya konservasi agar keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga, serta menekankan peluang inovasi yang dapat diintegrasikan ke dalam penelitian dan pengembangan perikanan di Indonesia.

Meski dilaksanakan secara daring, acara berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan banyak pihak.Partisipasi purna tugas memberi nilai lebih karena menghadirkan refleksi atas kontribusi sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi saat ini. Acara puncak HUT ke-62 ini memiliki relevansi erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Laporan kinerja departemen mencerminkan implementasi poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu akademik, riset, dan pengabdian. Orasi ilmiah tentang ekonomi biru sejalan dengan poin 14 (Ekosistem Lautan) karena menekankan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut. Selain itu, keterlibatan beragam elemen dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga purna tugas mencerminkan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang menekankan pentingnya kolaborasi. Dengan demikian, acara puncak HUT Departemen Perikanan UGM bukan hanya seremonial, tetapi juga menjadi refleksi komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis : Rafi Sukma Aulia

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Selenggarakan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium Semester Gasal 2025

Berita Sabtu, 30 Agustus 2025

Yogyakarta, 30 Agustus 2025 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium (PK3IL) yang rutin diadakan setiap semester sejak tahun 2021. Tahun ini, pelatihan diikuti oleh 269 mahasiswa dari jenjang Sarjana hingga Pascasarjana yang menandakan tingginya antusiasme mahasiswa dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait praktik laboratorium yang aman.

Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi oleh Prof. Tri Joko Raharjo, S.Si., M.Si., Ph.D., yang menekankan aspek fundamental keselamatan kerja di laboratorium. Dalam paparannya, Prof. Tri Joko menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam setiap aktivitas ilmiah. Kecelakaan di laboratorium umumnya dapat dicegah apabila mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur keselamatan. Mulai dari penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti jas laboratorium, sarung tangan, dan kacamata pelindung, hingga penanganan bahan kimia berbahaya, pemeliharaan alat, serta prosedur evakuasi darurat. Selepas sesi tatap muka, pelatihan tidak berhenti begitu saja. Mahasiswa diarahkan untuk mengikuti pembelajaran mandiri melalui eLOK UGM, platform pembelajaran daring milik Universitas Gadjah Mada. Peserta dapat mengakses berbagai modul tambahan yang membahas secara rinci tentang prosedur standar operasional (SOP) laboratorium, teknik penggunaan instrumen dasar, hingga penanganan limbah laboratorium yang ramah lingkungan. Metode ini dipilih agar mahasiswa dapat mengulang materi secara fleksibel sekaligus mempraktikkan pemahaman mereka dalam studi kasus yang tersedia. Pendekatan kombinasi tatap muka dan daring ini membekali mahasiswa dengan pemahaman teoritis sekaligus kemampuan adaptif terhadap situasi nyata di laboratorium.

Bentuk penilaian akhir, seluruh peserta diwajibkan mengikuti ujian daring pada 6 September 2025. Ujian ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami materi keselamatan kerja dan instrumen laboratorium. Melalui sistem ini, mahasiswa tidak hanya diuji secara kognitif, tetapi juga ditantang untuk memahami aplikasi praktis dalam skenario nyata. Hasil ujian akan menjadi tolok ukur kesiapan mahasiswa sebelum melakukan kegiatan penelitian maupun praktikum di laboratorium Departemen Perikanan UGM.

Sejak pertama kali digagas, kegiatan PK3IL ini menjadi salah satu agenda penting yang mendukung keberhasilan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan penelitian. Ketua Departemen Perikanan UGM menuturkan bahwa pelatihan ini adalah bentuk tanggung jawab institusi dalam memastikan mahasiswa mampu beraktivitas di laboratorium dengan aman dan profesional.Melalui kegiatan pelatihan ini, Departemen Perikanan UGM berharap mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori dan praktik akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Kompetensi tersebut sangat penting, mengingat penelitian di bidang perikanan dan kelautan kerap melibatkan penggunaan bahan kimia, organisme hidup, serta instrumen laboratorium yang berisiko tinggi. Lebih jauh lagi, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan Departemen Perikanan. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa bekerja secara disiplin, sistematis, dan sesuai standar internasional, sehingga dapat menunjang kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihasilkan.

Pelatihan Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Instrumentasi Laboratorium yang dilaksanakan oleh Departemen Perikanan UGM bukan hanya sekadar agenda rutin, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam mencetak generasi ilmuwan perikanan yang tangguh, aman, dan bertanggung jawab. Kombinasi pembelajaran tatap muka, mandiri, dan evaluasi daring, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam membangun mahasiswa yang siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada point (3) Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, (9) Infrastruktur, Industri, dan Inovasi, (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Perikanan UGM Gelar Kuliah Perdana “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan”

Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Yogyakarta, 22 Agustus 2025 – Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kuliah perdana bertajuk “Blue Economy dan Masa Depan Perikanan.” Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan konsep ekonomi biru sebagai arah baru pembangunan perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Kuliah perdana ini menghadirkan dua narasumber utama yang berpengalaman di bidangnya. R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, yang menyampaikan pentingnya penerapan Blue Economy sebagai strategi untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya laut dengan kelestarian lingkungan. Menurut Hery Sulistio, ”ekonomi biru tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang ekosistem perairan”.

Sementara itu, Dr. Muhammad Rizali Umarella, S.Si., M.Si., Plt. Direktur Utama PT. Perikanan Indonesia, menekankan peluang besar sektor perikanan Indonesia di era transformasi ekonomi global. Dr. Muhammad Rizali menggarisbawahi pentingnya inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat pesisir untuk mendukung daya saing perikanan nasional di pasar internasional.

Kuliah ini dihadiri oleh mahasiswa baru program S1, S2, dan S3 Departemen Perikanan UGM, yang antusias mengikuti diskusi interaktif. Selain sebagai pengantar akademik, kuliah perdana ini juga menjadi ajang pembekalan visi kebangsaan: bagaimana generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam mengembangkan sektor perikanan berbasis Blue Economy yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. Melalui kuliah perdana ini, UGM menegaskan komitmennya untuk mendorong transformasi sektor perikanan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kelestarian ekosistem laut serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mendorong ekonomi kelautan yang berdaya saing dan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan strategi adaptasi perikanan terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) lewat pengelolaan sumber daya laut yang bertanggung jawab, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri. Dengan demikian, kuliah perdana ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga meneguhkan peran UGM dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Malam Keakraban Mahasiswa Baru Perikanan UGM Tahun 2025

Berita Jumat, 22 Agustus 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Malam Keakraban bagi mahasiswa baru Program Sarjana pada tanggal 22 Agustus 2025. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kenal Perikanan yang dilaksanakan di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dari tiga program studi, yaitu Teknologi Hasil Perikanan, Manajemen Sumberdaya Akuatik, dan Akuakultur, serta turut dihadiri oleh dosen dan tenaga kependidikan Departemen Perikanan UGM.

Pelaksanaan Malam Keakraban diawali dengan sesi pengenalan masing-masing program studi dan menampilkan keunggulan program studi kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini semakin meriah dengan adanya berbagai penampilan dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, yang menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar civitas Departemen Perikanan UGM. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru dapat lebih mengenal lingkungan akademik, menjalin relasi positif dengan sesama mahasiswa dan dosen, serta termotivasi untuk berkontribusi aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan SDGs, khususnya  SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi dan pengembangan potensi sumber daya manusia di bidang perikanan.

Penulis: Aurelie Firlana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Departemen Perikanan UGM Selenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus

Berita Jumat, 8 Agustus 2025

Yogyakarta, 8 Agustus 2025 — Dalam rangka memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong Jurnal Perikanan UGM agar dapat naik kelas dan terindeks dalam Scopus, salah satu basis data jurnal ilmiah internasional bereputasi. Workshop ini dilaksanakan pada hari Jumat, 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan dua narasumber utama Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Ing. Teguh Ariyanto, S.T., M.Eng. Keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang publikasi ilmiah dan pengelolaan jurnal bereputasi.

Materi workshop menekankan pentingnya memahami struktur penulisan artikel ilmiah yang sesuai standar internasional, mulai dari judul yang ringkas dan informatif, abstrak yang jelas, metodologi yang transparan, hingga diskusi hasil penelitian yang relevan dan mendalam. Narasumber juga menekankan bahwa kualitas artikel tidak hanya diukur dari isi penelitian, tetapi juga dari keterbacaan, kebaruan ide, serta dampaknya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, pada kesempatan ini dijelaskan bagaimana penulis dapat memilih jurnal yang tepat, membangun jejaring riset, dan menghindari praktik publikasi yang tidak etis, seperti plagiarisme atau duplikasi artikel dengan fokus pada proses pengembangan jurnal agar dapat terindeks Scopus. Peserta dibekali pemahaman mengenai persyaratan jurnal Scopus, mulai dari tata kelola manajemen jurnal, konsistensi penerbitan, kualitas artikel, hingga pentingnya diversitas penulis dan editor. Selain itu, dijelaskan pula tips dan trik dalam proses pengajuan jurnal ke Scopus, termasuk dokumen yang perlu disiapkan, indikator yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pengelola jurnal. Peserta juga diajak membandingkan kondisi Jurnal Perikanan UGM dengan beberapa jurnal lain di lingkungan UGM yang sudah berhasil masuk ke dalam indeks Scopus. Melalui perbandingan tersebut, peserta dapat memahami apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar Jurnal Perikanan mampu memenuhi standar internasional.

Workshop ini diikuti oleh dosen dan pengelola Jurnal Perikanan UGM. Suasana interaktif tercipta melalui diskusi, tanya jawab, serta studi kasus yang membedah contoh artikel ilmiah dan tata kelola jurnal. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga, “Workshop ini membuka mata kami tentang banyak hal yang sering diabaikan dalam penulisan maupun pengelolaan jurnal. Dari tips penulisan hingga strategi indeksasi, semua sangat bermanfaat. Semoga Jurnal Perikanan bisa segera menuju Scopus,” ungkap Al Ain Shoufi peserta workshop.

Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi sivitas akademika Departemen Perikanan UGM. Melalui pelatihan ini, diharapkan sivitas akademika lebih terdorong untuk menulis, menerbitkan, serta mengelola jurnal dengan standar yang tinggi. Langkah ini juga sejalan dengan misi UGM sebagai universitas riset kelas dunia yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan global. Penyelenggaraan Workshop Jurnal Perikanan Menuju Scopus menjadi bukti nyata komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas publikasi ilmiah. Dengan kolaborasi antara narasumber, pengelola jurnal, dan BPP UGM, kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal teknis, tetapi juga strategi jangka panjang untuk membawa Jurnal Perikanan menuju pengakuan internasional. Ke depan, diharapkan semakin banyak karya sivitas akademika yang terpublikasi di jurnal bereputasi, sehingga kontribusi UGM dalam bidang perikanan dan kelautan semakin diakui di tingkat nasional maupun global. Kegiatan ini mendukung Tujuan Global untuk Pembangunan Berkelanjutan pada poin (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (9) Infrakstruktur, Industri, dan Inovasi, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

Penerimaan Kunjungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang di Departemen Perikanan UGM

Berita Kamis, 7 Agustus 2025

Yogyakarta, 7 Agustus 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), telah menerima kunjungan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan membangun sinergi dalam pengembangan sektor perikanan, khususnya terkait domestikasi ikan endemik dan ikan asli daerah, dengan fokus utama pada ikan Beong, salah satu komoditas khas perairan Kabupaten Magelang. Dalam diskusi yang berlangsung, kedua belah pihak membahas berbagai strategi pembenihan yang efektif untuk meningkatkan survival rate ikan Beong, sekaligus menjamin pertumbuhan ikan yang optimal. Topik yang didalami antara lain meliputi pengaturan stocking, teknik pembesaran, hingga proses pengolahan hasil perikanan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan inovasi teknologi budidaya yang mampu menjaga kelestarian ikan asli daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui hasil perikanan yang bernilai tambah.

Kegiatan ini juga menandai bentuk kolaborasi nyata antara institusi pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan hubungan kerja sama dalam riset, pendidikan, serta pendampingan masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga mendukung keberlanjutan pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Magelang dan wilayah sekitarnya. Selain berorientasi pada peningkatan produksi perikanan, kegiatan ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi ini mendukung pencapaian SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan menjaga kelestarian ikan endemik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Dengan demikian, inisiatif ini bukan hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada kelestarian ekosistem dan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025: Ajang Ilmiah dan Jejaring Akademik

BeasiswaBerita Rabu, 30 Juli 2025

Jakarta, 30 Juli 2025 — Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) menyelenggarakan ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 di Jakarta. Acara ini menjadi forum ilmiah bagi para penerima beasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka, sekaligus menjadi ruang pertemuan akademik antara mahasiswa, profesor, dan guru besar dari berbagai universitas perikanan terkemuka di Indonesia. Seminar ini menghadirkan suasana akademik yang hangat sekaligus penuh semangat kolaborasi. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa S2 penerima beasiswa, guru besar, serta profesor dari penjuru Indonesia, memaparkan hasil penelitian dengan kualitas ide yang mendalam dan beragam.

Salah satu awardee, Nicholas Sidharta dari Magister Ilmu Perikanan UGM menyampaikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesor dan peneliti dari berbagai institusi merupakan pengalaman yang sangat berharga. Ia sendiri berkesempatan memaparkan penelitian berjudul “Stakeholders’ Perceptions of Adopting Irradiation Technology for Seafood Exports in Indonesia: Findings from Shrimp Commodity Using Q-Methodology”. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya aspek storytelling agar penelitian dapat dipahami lebih luas, bahkan ketika topiknya masih asing bagi sebagian orang. “Saya berusaha mengemas istilah teknis seperti iradiasi menjadi sederhana, sehingga dapat dipahami audiens secara lebih mudah. Bersyukur topik yang unik ini dapat diterima dengan baik oleh panelis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pihak MTCRC, khususnya kepada Ivonne dan Park Hansan selaku Direktur MTCRC, serta Dr. Ir. Eko Setyobudi, M.Si., yang senantiasa memberikan pendampingan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para pembimbing, Prof. Suadi dan Indun Dewi Puspita, Ph.D., serta teman-teman yang telah memberikan dukungan penuh selama perjalanan akademiknya. “Acara ini menjadi momen terakhir bagi awardee beasiswa tahun ini. Saya belajar banyak dari penelitian dan pengalaman rekan-rekan, serta merasa beruntung dapat menjalin jejaring dengan para akademisi hebat. Harapan saya, kerja sama antara UGM dan MTCRC dapat terus terjaga dan semakin berkembang,” tambahnya. Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang merekam kebersamaan seluruh peserta.

Kegiatan ini menegaskan bahwa ODA KIOTEC Master’s Degree Scholarship Awardee Seminar Presentation 2025 bukan hanya wadah berbagi ilmu, tetapi juga jembatan untuk mempererat hubungan akademik antara Indonesia dan Korea di bidang perikanan dan kelautan. Kegiatan ini mendukung tujuan global untuk pembangunan berkelanjutan pada poin (1) Menghapus Kemiskinan, (4) Pendidikan Bermutu, (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, (14) Menjaga Ekosistem Laut, (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis: Kharisma Pundhi Rukmana

Editor: Nahla Alfiatunnisa

SinnTech Webinar #27: Membaca Ulang Masa Depan Komunitas Perikanan

Berita Selasa, 22 Juli 2025

Pada tanggal 22 Juli 2025, SinnTech Webinar #27 sukses digelar oleh Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM dengan mengangkat tema “The Empowerment of Fisheries Community”. Acara ini berhasil menarik 51 partisipan yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, hingga perwakilan instansi yang memiliki perhatian besar terhadap pembangunan komunitas perikanan yang berkelanjutan.

Webinar ini menghadirkan dua narasumber ahli internasional yang membagikan pengalaman sekaligus gagasan strategis terkait pemberdayaan masyarakat pesisir dan perikanan. Andreas Bauer, MM. Sc., peneliti dari Institute of Development Research, BOKU – University of Natural Resources and Life Sciences, Vienna, yang memaparkan materi berjudul “Fisheries Community Development: Lessons Learnt from East and West Africa.”

Dalam paparannya, Andreas Bauer menekankan pentingnya penggunaan Multiple Lines of Evidence (MLE), yang menggabungkan indikator abiotik, biotik, serta pengetahuan sosial-ekologis masyarakat lokal. Pendekatan ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis bukti sekaligus menghargai kearifan komunitas. Ia juga menyoroti bagaimana refleksi kritis, eksplorasi perspektif alternatif, serta inovasi sosial menjadi kunci membangun keberlanjutan perikanan di Afrika Timur dan Barat.

Narasumber kedua adalah Dr. M. Arsyad Al Amin, M.Si., Kepala Departemen Pengembangan Komunitas Pesisir, Kelembagaan dan Kebijakan Kelautan, IPB University, turut membahas tantangan besar sektor perikanan di era disrupsi global. Tiga faktor utama yang menjadi sorotan adalah perubahan iklim, revolusi industri 4.0, dan pandemi COVID-19. Menurutnya, ketiga hal tersebut melahirkan model ekonomi baru: green/blue economy, sharing/digital economy, serta new normal economy. Dalam konteks ini, ketahanan (resilience) masyarakat pesisir ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap risiko, sekaligus strategi mitigasi yang memperhatikan akar kerentanan sosial-ekonomi.

Pesan penting dari webinar ini adalah bahwa pemberdayaan komunitas perikanan tidak hanya soal pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga membangun daya tahan sosial-ekonomi. Dengan memahami vulnerability sekaligus menguatkan resilience, komunitas pesisir dapat lebih siap menghadapi tantangan ekologi, sosial, maupun global. Partisipasi aktif peserta dalam diskusi, focus group, hingga refleksi bersama menunjukkan bahwa kolaborasi lintas ilmu dan lintas wilayah menjadi fondasi utama menuju masa depan perikanan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya, SDG 1 (No Poverty) melalui peningkatan kesejahteraan komunitas pesisir, SDG 2 (Zero Hunger) dengan mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) lewat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) melalui pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas negara, disiplin ilmu, dan institusi. Dengan demikian, webinar ini tidak hanya menghasilkan wawasan akademis, tetapi juga meneguhkan komitmen global dalam memperkuat keberlanjutan sektor perikanan dan komunitas yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa, S.Pi.

UGM Sukses Gelar 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Yogyakarta, 16 Juli 2025 – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan ilmu perikanan dan kelautan dengan sukses menyelenggarakan The 6th International Symposium on Marine and Fisheries Research (ISMFR). Acara bergengsi ini berlangsung di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta, dan dihadiri oleh 58 peserta dari berbagai instansi dan universitas, baik dari tingkat nasional maupun internasional. Mengusung tema “Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice”, simposium ini menjadi wadah penting untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat kolaborasi akademik lintas negara. Tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan global di sektor perikanan dan kelautan, khususnya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi, pembiayaan, dan keadilan sosial dalam pembangunan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ISMFR 2025 menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote speakers) dari berbagai institusi internasional ternama. Di antaranya, Prof. Catriona Macleod dari University of Tasmania yang memaparkan pentingnya ketersediaan data kelautan dan oseanografi sebagai fondasi pengukuran kesiapan konsep Blue Economy di Indonesia. Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University menyoroti inovasi penggunaan adjuvant untuk meningkatkan efikasi vaksin pada sektor akuakultur. Sementara itu, Dr. Sang-gil Lee dari Pukyong National University menjelaskan prospek pengembangan pangan laut dengan teknologi mutakhir 3D-food printing yang mendukung keberlanjutan perikanan. Dari dalam negeri, Dr. Riza Yuliratno Setiawan (UGM) menekankan tantangan serta fakta dasar dalam membangun sektor perikanan berkelanjutan di Indonesia.

Selain menghadirkan diskusi panel, acara ini juga menyuguhkan sesi workshop yang dipandu oleh Dr. Sven Kreutel, CEO Particle Metrix GmbH – PT Melchers Indonesia. Workshop tersebut memperkenalkan pendekatan teknologi nanometri yang dapat diterapkan dalam berbagai penelitian perikanan dan kelautan, sekaligus membuka peluang integrasi riset ilmiah dengan aplikasi praktis di lapangan.

Terselenggaranya ISMFR ke-6 ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari lembaga penelitian, universitas mitra internasional, hingga sponsor industri, salah satunya dari PT. Melchers Indonesia. Kolaborasi tersebut semakin memperkuat posisi acara ini sebagai forum ilmiah strategis yang tidak hanya menekankan aspek akademis, tetapi juga keberlanjutan sektor perikanan dan kelautan dalam kerangka global. Dengan keberhasilan penyelenggaraan ISMFR 2025, Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Perikanan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sektor perikanan dan kelautan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Simposium ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus landasan bagi pengembangan kebijakan serta inovasi riset yang mampu menjawab tantangan perikanan dunia di masa depan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Kehidupan Bawah Air yang menekankan pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan riset dan teknologi ramah lingkungan untuk menghadapi tantangan iklim global. Selain itu, konsep Blue Economy, Blue Finance, and Blue Justice yang diusung turut berkontribusi pada SDG 5: Kesetaraan Gender dengan mendorong peran inklusif perempuan dalam sektor perikanan, dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi internasional antara universitas, lembaga riset, pemerintah, dan sektor swasta. Dengan demikian, ISMFR tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi ilmiah dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

Penulis: Galuh Wulanuari

Editor: Nahla Alfiatunnisa

Perikanan UGM Selenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) 2025

Berita Rabu, 16 Juli 2025

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Tahunan XXII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (SEMNASKAN-UGM XXII) pada Rabu, 16 Juli 2025 bertempat di Hotel Grand Rohan Jogja. Acara ini diikuti oleh peserta dari 16 institusi dalam negeri dan menghadirkan dua pembicara kunci, yaitu Endah Prihatiningtyastuti, S.P., M.Si., M.Phil., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada dan Dr. Dedi Supriadi Adhuri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

SEMNASKAN-UGM XXII tahun ini mengusung tema “Blue Economy in Action from Indonesia: Opportunity and Challenges, Best Practice and Study Cases.” Seminar ini diselenggarakan sebagai wadah pertukaran informasi dan hasil penelitian terkini terkait penerapan konsep ekonomi biru di sektor perikanan dan kelautan. Melalui sesi pleno dan paralel, peserta dapat berdiskusi serta mempelajari berbagai studi kasus yang mencakup bidang akuakultur, penangkapan ikan, dan pasca panen hasil perikanan, yang diharapkan memberikan pembelajaran dalam penerapan konsep ekonomi biru di Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai pemaparan materi oleh para pembicara kunci yang menyoroti pentingnya inovasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk optimalisasi potensi ekonomi biru nasional. Sesi selanjutnya diisi dengan presentasi paralel hasil penelitian dari mahasiswa, dosen, dan peneliti berbagai institusi yang mengangkat topik inovatif terkait pengelolaan sumber daya perikanan yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui SEMNASKAN-UGM XXII, Departemen Perikanan UGM berupaya memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam membangun sistem perikanan yang bertanggung jawab dan berdaya saing global. Seminar ini juga menjadi sarana penting dalam mendukung pencapaian Tujuan SDGs, khususnya SDG 14 (Ekosistem Laut) yang menekankan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di masa depan.

Penulis: Aurelie Firlana 

Editor: Nahla Alfiatunnisa

123
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY