• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Dosen Perikanan UGM Tinjau Mahasiswa Magang Berdampak di PPN Prigi

Berita Selasa, 12 Mei 2026

Trenggalek — Komitmen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan kembali diwujudkan melalui kunjungan dosen pembimbing ke lokasi Magang Berdampak mahasiswa di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi. Kunjungan dilakukan oleh Prof. Djumanto sebagai bentuk monitoring dan pendampingan terhadap mahasiswa peserta program magang yang sedang menjalani praktik profesional di salah satu pelabuhan perikanan strategis di pesisir selatan Jawa Timur tersebut.

Dalam kunjungan ini, Prof. Djumanto meninjau langsung berbagai aktivitas mahasiswa, mulai dari pengamatan proses pendaratan ikan, pengelolaan pelabuhan perikanan, tata niaga hasil tangkapan, hingga sistem operasional perikanan tangkap yang berlangsung di kawasan PPN Prigi.

Sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap di Jawa Timur, PPN Prigi menjadi ruang belajar yang penting bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia perikanan secara nyata. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek teknis penangkapan ikan, tetapi juga melihat hubungan antara aktivitas pelabuhan, ekonomi nelayan, rantai distribusi hasil perikanan, dan pengelolaan sumber daya laut.

Program Magang Berdampak sendiri dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di dunia kerja. Melalui keterlibatan di instansi dan kawasan perikanan strategis, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik profesional di lapangan.

Selain melakukan monitoring, kunjungan ini juga menjadi ruang diskusi antara dosen pembimbing, mahasiswa, dan pihak pelabuhan terkait tantangan sektor perikanan tangkap modern, termasuk isu keberlanjutan sumber daya ikan, efisiensi pelabuhan, serta penguatan tata kelola perikanan. Mahasiswa peserta magang juga memperoleh kesempatan untuk memahami berbagai aspek manajemen pelabuhan perikanan, mulai dari layanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengawasan mutu ikan, hingga sistem logistik dan distribusi hasil perikanan. Bagi Departemen Perikanan UGM, pembelajaran berbasis praktik lapangan menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan memahami kondisi nyata sektor perikanan Indonesia.

Informasi mengenai PPN Prigi dapat diakses melalui:
Profil PPN Prigi

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Pengalaman belajar berbasis lapangan menjadi langkah penting dalam membangun sumber daya manusia perikanan yang kompeten dan berorientasi pada keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Dosen Perikanan UGM Perkuat Kompetensi Petugas Karantina Yogyakarta dalam Deteksi Penyakit Ikan

Berita Senin, 11 Mei 2026

Yogyakarta — Upaya memperkuat sistem pengawasan kesehatan ikan terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang karantina perikanan. Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan In House Training (IHT) Pengambilan Sampel untuk Pemeriksaan Penyakit Ikan pada Kamis, 30 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, sebagai narasumber utama dalam pelatihan teknik pengambilan dan penanganan sampel penyakit ikan.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Karantina Yogyakarta, Obing Hobir As’ari, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi petugas di tengah semakin dinamisnya lalu lintas media pembawa penyakit ikan. Kemampuan melakukan pengambilan sampel secara tepat dinilai menjadi fondasi utama dalam menghasilkan pengujian laboratorium yang akurat dan dapat dipercaya.

Dalam sesi materi, Dr. Laila membahas berbagai teknik sampling untuk pemeriksaan penyakit ikan, mulai dari metode pengambilan sampel representatif, prosedur penanganan sampel, hingga cara menjaga kualitas sampel agar tetap layak diuji di laboratorium kesehatan ikan.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pengambilan dan preparasi sampel untuk pengujian penyakit yang disebabkan oleh parasit, bakteri, dan virus. Simulasi laboratorium dilakukan secara interaktif dengan pendampingan langsung dari narasumber dan tim teknis.

Peserta pelatihan terlihat aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan di lapangan, termasuk risiko kontaminasi sampel, teknik preparasi organ target, hingga prosedur pengiriman sampel yang sesuai standar laboratorium kesehatan ikan.

Keterlibatan dosen Perikanan UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen akademisi dalam mendukung penguatan sistem biosekuriti dan pengawasan kesehatan ikan di Indonesia. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga karantina dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan penyakit ikan yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan pelatihan ini, Karantina Yogyakarta berharap kompetensi petugas semakin meningkat sehingga mampu mendukung sistem pengawasan kesehatan ikan yang profesional, responsif, dan berbasis standar ilmiah.

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Penguatan sistem kesehatan ikan menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, keberlanjutan perikanan, dan keamanan sumber daya hayati perairan Indonesia.

 

Sumber Foto: Karantina DIY

Mahasiswa Perikanan UGM Angkatan 2024 Laksanakan Praktikum Lapangan di Juwana Pati

Berita Senin, 11 Mei 2026

Pati — Mahasiswa angkatan 2024 Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan praktikum lapangan di kawasan perikanan Juwana sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Teknik Penangkapan Ikan dan Pengkajian Sosial Ekonomi Perikanan.

Kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika sektor perikanan tangkap dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir. Selama praktikum, mahasiswa melakukan observasi lapangan, pengumpulan data, hingga interaksi langsung dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan di kawasan Juwana yang dikenal sebagai salah satu sentra perikanan tangkap di pesisir utara Jawa.

Pada praktikum Teknik Penangkapan Ikan, mahasiswa mempelajari berbagai jenis alat tangkap, teknik operasi penangkapan, sistem kerja kapal perikanan, hingga proses penanganan hasil tangkapan di pelabuhan. Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai tantangan sektor perikanan tangkap modern, termasuk efisiensi alat tangkap dan keberlanjutan sumber daya ikan.

Sementara itu, melalui mata kuliah Pengkajian Sosial Ekonomi Perikanan, mahasiswa diajak melihat sisi lain dunia perikanan yang berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat nelayan, rantai distribusi hasil perikanan, pola ekonomi rumah tangga nelayan, serta dinamika kehidupan komunitas pesisir.

Pendekatan pembelajaran lapangan ini menjadi salah satu ciri khas pendidikan di Departemen Perikanan UGM yang mengintegrasikan aspek teknis dan sosial dalam memahami sektor perikanan secara utuh. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang produksi dan sumber daya ikan, tetapi juga memahami relasi sosial dan ekonomi yang ada di dalamnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa aktif melakukan wawancara, pengamatan, dan diskusi dengan pelaku perikanan setempat. Pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan analisis, komunikasi, dan pemecahan masalah mahasiswa terhadap isu-isu nyata di lapangan.

Praktikum lapangan di Juwana juga menjadi ruang pembelajaran mengenai pentingnya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Mahasiswa diajak memahami bahwa keberhasilan sektor perikanan tidak hanya ditentukan oleh hasil tangkapan, tetapi juga oleh kesejahteraan masyarakat pesisir dan keberlanjutan ekosistem laut.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM terus berupaya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus pengalaman lapangan yang kuat dalam menghadapi tantangan sektor perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Pembelajaran berbasis praktik lapangan menjadi langkah penting dalam membangun sumber daya manusia perikanan yang kompeten dan berorientasi pada keberlanjutan.

Dosen Perikanan UGM Tinjau Mahasiswa Magang Berdampak di UPT P2SKP Tamperan Pacitan

Berita Senin, 11 Mei 2026

Pacitan — Komitmen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pembelajaran berbasis pengalaman lapangan kembali diwujudkan melalui kunjungan dosen pembimbing ke lokasi Magang Berdampak mahasiswa di UPT Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Tamperan.

Kunjungan dilakukan oleh Prof. Djumanto sebagai bagian dari monitoring dan pendampingan mahasiswa peserta program magang yang tengah menjalani praktik langsung di kawasan pelabuhan perikanan Tamperan, Pacitan.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Djumanto meninjau berbagai aktivitas mahasiswa selama mengikuti program magang, mulai dari pengelolaan pelabuhan perikanan, aktivitas pendaratan ikan, tata kelola hasil perikanan, hingga dinamika pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan di tingkat lapangan.

Program Magang Berdampak menjadi salah satu upaya Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat pengalaman praktis mahasiswa agar mampu memahami kondisi nyata sektor perikanan. Melalui keterlibatan langsung di instansi dan unit kerja perikanan, mahasiswa diharapkan dapat menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik profesional di lapangan.

Selain melakukan monitoring, kunjungan ini juga menjadi ruang diskusi antara dosen pembimbing, mahasiswa, dan pihak UPT terkait pengembangan kompetensi mahasiswa serta tantangan sektor perikanan tangkap dan pengelolaan pelabuhan perikanan saat ini.

UPT P2SKP Tamperan Pacitan sendiri merupakan salah satu kawasan strategis perikanan tangkap di pesisir selatan Jawa Timur yang memiliki aktivitas perikanan cukup dinamis. Lingkungan ini menjadi tempat belajar yang penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem pengelolaan pelabuhan, distribusi hasil tangkapan, hingga interaksi sosial-ekonomi masyarakat nelayan.

Melalui program magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga belajar mengenai komunikasi profesional, adaptasi lingkungan kerja, serta pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan sektor perikanan dan kelautan.

Departemen Perikanan UGM terus mendorong pembelajaran yang adaptif dan kontekstual agar lulusan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan Indonesia.

Informasi mengenai UPT P2SKP Tamperan Pacitan dapat diakses melalui:
UPT P2SKP Tamperan Pacitan

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Pembelajaran berbasis pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.

Dosen Departemen Perikanan UGM Berikan Pelatihan Keamanan Pangan Hasil Perikanan di PPP Gesing

Berita Senin, 11 Mei 2026

Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali berkontribusi dalam peningkatan kapasitas masyarakat pesisir melalui kegiatan pelatihan keamanan pangan hasil perikanan yang dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing, Gunungkidul, pada 7 April 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ir. Mgs. Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. sebagai narasumber utama yang memberikan materi terkait pentingnya menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan sejak proses penangkapan hingga distribusi.

Dalam pemaparannya, Dr. Prima menekankan bahwa mutu ikan sangat ditentukan oleh cara penanganan sejak awal. Ia menjelaskan pentingnya penerapan metode penangkapan ikan yang benar agar kualitas ikan tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan fisik maupun penurunan mutu. Selain itu, penanganan ikan di atas kapal juga menjadi perhatian utama, termasuk kebersihan wadah, sanitasi alat, serta penanganan yang cepat dan tepat setelah ikan ditangkap.

Tidak hanya itu, penggunaan rantai dingin (cold chain) dari atas kapal hingga proses pelelangan ikan turut menjadi poin penting yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Menurutnya, penerapan suhu dingin secara konsisten mampu memperlambat kerusakan ikan dan menjaga kesegaran bahan baku sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat. “Mutu ikan tidak dapat ditingkatkan, tetapi hanya bisa dipertahankan. Oleh karena itu, penanganan yang baik menjadi kunci utama,” tegasnya kepada peserta.

Dr. Prima juga mengingatkan peserta terkait potensi bahaya pangan yang khas pada produk perikanan, seperti keberadaan alergen dan toksin tertentu yang dapat membahayakan kesehatan apabila tidak ditangani dengan baik. Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin waspada dan memiliki kepedulian untuk menjaga kualitas bahan baku ikan agar tetap aman dan bermutu tinggi.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Komisi D DPRD Kabupaten Gunungkidul. Pelatihan dihadiri oleh nelayan serta istri nelayan di kawasan PPP Gesing yang antusias mengikuti diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat pesisir terhadap keamanan pangan hasil perikanan semakin meningkat sehingga mampu mendukung penyediaan produk perikanan yang aman, bermutu, dan berdaya saing. Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Peningkatan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga mutu dan keamanan pangan hasil perikanan menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

LPDP UGM dan Magister Ilmu Perikanan UGM Gelar Seminar VICTORY, Dorong Mahasiswa Tembus Rekognisi Global

Berita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Program Studi Magister Ilmu Perikanan (MIP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan komunitas LPDP UGM menyelenggarakan Seminar VICTORY: From Research to Global Recognition pada 7 Mei 2026 di Ruang 202 Departemen Perikanan UGM.

Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa pascasarjana dan peneliti muda untuk memahami strategi publikasi internasional, kompetisi global, hingga pengembangan jejaring akademik lintas negara. Seminar dirancang untuk mendorong mahasiswa agar mampu membawa hasil riset mereka menuju pengakuan internasional.

Mengusung tema “From Research to Global Recognition”, seminar ini menyoroti tantangan akademik modern yang menuntut mahasiswa tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga mampu menembus jurnal internasional bereputasi dan forum ilmiah global.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Aldy Sanjaya, dilanjutkan sambutan dari perwakilan LPDP UGM serta pembukaan resmi oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Perikanan, Prof. Eko Setyobudi.

Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi dan diskusi interaktif bersama Mukhlis Ibrahim, mahasiswa Program Doktoral Ilmu Pertanian UGM angkatan Genap 2023. Materi yang disampaikan mencakup strategi publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus dan Web of Science, pengalaman mengikuti konferensi internasional, hingga tips membangun portofolio akademik yang kompetitif.

Selain membahas publikasi ilmiah, seminar ini juga menghadirkan diskusi mengenai peluang lomba dan penghargaan internasional yang dapat meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi langsung mengenai tantangan yang dihadapi dalam proses riset dan publikasi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi talkshow dan diskusi panel yang mendorong pertukaran pengalaman antar peserta dan narasumber. Seminar ini juga menjadi sarana membangun jejaring akademik antara mahasiswa Magister Ilmu Perikanan, awardee LPDP, dan mahasiswa lintas program studi di lingkungan UGM.

Melalui kegiatan ini, MIP UGM menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pengembangan riset berkualitas dan berdaya saing internasional. Seminar VICTORY diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk lebih percaya diri membawa hasil penelitiannya ke panggung dunia.

Kegiatan ini turut mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education),  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Penguatan kapasitas riset dan publikasi internasional menjadi bagian penting dalam membangun inovasi dan sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan ilmu pengetahuan.

Fakultas Pertanian UGM Gelar Sosialisasi Program Fast Track: Mendorong Mahasiswa Perikanan untuk Percepatan Studi

BeasiswaBerita Jumat, 8 Mei 2026

Yogyakarta — Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Sosialisasi Program Fast Track pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 13.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa yang tertarik melanjutkan studi magister melalui jalur percepatan akademik.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai mekanisme, persyaratan, serta alur pendaftaran Program Fast Track Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menjadi salah satu skema strategis UGM dalam mendukung percepatan studi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan dari jenjang sarjana ke magister secara lebih efisien.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tahapan pendaftaran, proses seleksi, hingga mekanisme pengajuan dari departemen ke fakultas dan Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP). Berdasarkan materi sosialisasi, proses pembuatan akun calon mahasiswa dimulai sejak 16 Februari hingga 30 April 2026, dilanjutkan pendaftaran di tingkat fakultas pada 1 Mei–10 Juni 2026.

Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai tahapan seleksi di departemen yang dijadwalkan pada 11–19 Juni 2026. Seleksi dapat mencakup wawancara bagi mahasiswa yang lolos administrasi. Hasil seleksi direncanakan diumumkan pada 1 Juli 2026 sebelum proses pendaftaran akhir ke tingkat universitas.

Melalui sosialisasi ini, Departemen Perikanan UGM mendorong mahasiswa untuk mulai merencanakan jenjang pendidikan lebih awal dan memanfaatkan peluang pengembangan akademik yang tersedia. Program Fast Track dinilai dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempercepat penguatan kompetensi akademik dan riset sejak masa studi sarjana.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait persyaratan akademik, kesiapan penelitian, hingga peluang pengembangan karier setelah menempuh program percepatan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi antara mahasiswa dan pihak departemen mengenai strategi pengembangan studi lanjut di bidang perikanan dan kelautan.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Departemen Perikanan UGM terus berupaya menghadirkan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa secara berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang perikanan dan kelautan.

Departemen Perikanan UGM Turut Ambil Bagian dalam Kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” di Bantul

Berita Kamis, 7 Mei 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis, 7 Mei 2026 di kawasan Rawa Kalibayem.

Dalam kegiatan tersebut, Departemen Perikanan UGM diwakili oleh Prof. Alim Isnansetyo dan Dr. Riza Y. Setiawan. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan akademisi terhadap upaya pengendalian spesies ikan invasif di perairan umum.

Kegiatan “Grebeg Ikan Sapu-Sapu” merupakan aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai instansi, akademisi, serta masyarakat lokal untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di kawasan rawa. Ikan sapu-sapu dikenal sebagai spesies invasif yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan, termasuk merusak habitat alami dan berkompetisi dengan ikan lokal.

Acara diawali dengan apel persiapan dan sambutan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY sebelum peserta bersama-sama melakukan penangkapan ikan sapu-sapu di area rawa. Selain menjadi kegiatan pengendalian ekologi, agenda ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem perairan darat.

Partisipasi Departemen Perikanan UGM dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengelolaan sumber daya perairan berbasis kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Pendekatan semacam ini dinilai penting untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, sivitas akademika juga dapat memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat sekaligus menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik pengelolaan lingkungan yang nyata.

Kegiatan ini sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water),  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan SDG 15 (Life on Land). Pengendalian spesies invasif menjadi langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan dan keberlanjutan keanekaragaman hayati lokal.

KMIP dan Selam Perikanan UGM Gelar Sekolah SEKBEN, Bekali Mahasiswa Keterampilan Administrasi Organisasi

Berita Kamis, 7 Mei 2026

Yogyakarta — Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan (KMIP) bersama Selam Perikanan Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Sekolah SEKBEN sebagai upaya meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam bidang administrasi organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola persuratan dan penyusunan proposal kegiatan secara profesional.

Kegiatan pembekalan ini menghadirkan Nahla Alfiatunnisa, S.Pi selaku narasumber. Dalam sesi pemaparan, peserta mendapatkan materi mengenai teknik penyusunan surat resmi, tata naskah organisasi, hingga penyusunan proposal kegiatan yang baik dan sistematis.

Sekolah SEKBEN dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan administratif yang menjadi bagian penting dalam organisasi kemahasiswaan. Tidak hanya memahami teori, peserta juga diajak berdiskusi mengenai praktik penyusunan dokumen organisasi yang efektif dan sesuai standar formal.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi organisasi, manajemen kegiatan, serta profesionalisme dalam menjalankan program kerja kemahasiswaan. Keterampilan administratif dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi mahasiswa yang aktif, tertib, dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

Selain menjadi wadah pembelajaran teknis, kegiatan ini juga memperkuat budaya kolaborasi dan pengembangan kapasitas antaranggota organisasi mahasiswa di lingkungan Departemen Perikanan UGM. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan.

Sebagai organisasi kemahasiswaan di Departemen Perikanan, Keluarga Mahasiswa Ilmu Perikanan terus berupaya menghadirkan berbagai program pengembangan diri yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga keterampilan organisasi dan kepemimpinan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Penguatan kapasitas mahasiswa melalui pendidikan organisasi menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi muda yang kolaboratif, profesional, dan siap berkontribusi di masyarakat.

Dosen Perikanan UGM Soroti Ancaman Mikroplastik terhadap Masa Depan Laut dalam Oceanology Talk Series BRIN

Berita Rabu, 6 Mei 2026

Yogyakarta — Isu pencemaran laut kembali menjadi perhatian serius dalam forum ilmiah nasional. Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Sulistiowati, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Oceanology Talk Series #4 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam forum bertajuk “Anthropogenic Footprints: Heavy Metal and Plastic Stress in Marine Environments”, Dr. Sulistiowati membawakan materi berjudul “How Marine Debris and Microplastics are Compromising the Future of Our Oceans”. Materi tersebut mengangkat ancaman serius sampah laut dan mikroplastik terhadap keberlanjutan ekosistem perairan global.

Diskusi menyoroti bagaimana limbah plastik yang terus meningkat di laut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga masuk ke rantai makanan melalui organisme laut. Mikroplastik kini ditemukan di berbagai ekosistem, mulai dari sedimen, plankton, ikan, hingga produk konsumsi manusia, sehingga menjadi isu lingkungan sekaligus kesehatan yang semakin mendesak.

Dalam paparannya, Dr. Sulistiowati menekankan bahwa pencemaran mikroplastik merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku konsumsi serta pengelolaan limbah yang lebih baik menjadi langkah penting dalam mengurangi tekanan terhadap laut.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini juga menghadirkan peneliti dari Pusat Riset Oseanologi BRIN, termasuk Triyoni Purbonegoro yang membahas akumulasi logam berat pada lingkungan perairan. Forum ini menjadi ruang diskusi ilmiah mengenai dampak aktivitas manusia terhadap kesehatan ekosistem laut.

Keterlibatan dosen Perikanan UGM dalam forum nasional ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap isu lingkungan global. Penelitian dan edukasi mengenai pencemaran laut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya perairan.

Selain memperkuat jejaring akademik dan riset, partisipasi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga laut dari ancaman sampah plastik dan limbah berbahaya lainnya.

Topik yang diangkat dalam forum ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dan 12 (Responsible Consumption and Production). Upaya mengurangi pencemaran laut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem perairan bagi generasi mendatang.

123…12
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY