• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Guru Besar Departemen Perikanan UGM Dikukuhkan, Prof. Eko Setyobudi Tegaskan Pentingnya Data dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan capaian akademik melalui pengukuhan Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si. sebagai Guru Besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan. Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi Departemen Perikanan UGM dalam memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia yang berkelanjutan.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Data sebagai Fondasi Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan”, Prof. Eko menegaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sektor perikanan harus didasarkan pada data ilmiah yang akurat, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, tantangan pengelolaan perikanan saat ini semakin kompleks akibat meningkatnya tekanan terhadap sumber daya ikan, perubahan iklim, serta tingginya kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Prof. Eko menjelaskan bahwa ketersediaan data yang berkualitas merupakan prasyarat utama dalam menyusun kebijakan pengelolaan perikanan yang adaptif. Data mengenai stok ikan, dinamika populasi, kondisi habitat, hingga aktivitas penangkapan menjadi dasar penting dalam menentukan strategi pengelolaan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan ekosistem.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang biologi perikanan dan kelautan, Prof. Eko juga menyoroti pentingnya integrasi berbagai sumber data, mulai dari hasil survei lapangan, pemantauan oseanografi, teknologi penginderaan jauh, hingga sistem informasi digital. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas analisis ilmiah sekaligus mendukung pengambilan kebijakan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis bukti (evidence-based policy).

Bagi Departemen Perikanan UGM, pengukuhan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga memperkuat komitmen departemen dalam menghasilkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan sektor perikanan. Berbagai penelitian yang dikembangkan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM selama ini telah berkontribusi dalam penyediaan data ilmiah untuk pengelolaan perikanan, konservasi sumber daya akuatik, pengembangan akuakultur, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Keberadaan guru besar juga diharapkan semakin memperkuat atmosfer akademik di lingkungan Departemen Perikanan UGM melalui pengembangan riset multidisiplin, peningkatan kualitas publikasi internasional, serta kolaborasi dengan pemerintah, industri, dan berbagai institusi akademik di tingkat nasional maupun global. Penguatan kapasitas keilmuan tersebut menjadi modal penting dalam mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan sektor perikanan di masa depan.

Momentum pengukuhan Prof. Eko Setyobudi sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen muda untuk terus mengembangkan inovasi serta menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Departemen Perikanan UGM meyakini bahwa kemajuan ilmu pengetahuan akan memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan tata kelola sumber daya perikanan yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis data, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Buka Beasiswa Bantuan Pendidikan bagi Mahasiswa S1 melalui Kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia

BeasiswaBerita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan studi mahasiswa melalui pembukaan Program Beasiswa Bantuan Pendidikan hasil kolaborasi dengan CV. Karya Rasa Indonesia. Program ini ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) Departemen Perikanan UGM dari seluruh angkatan yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.

Beasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang memiliki semangat belajar tinggi, namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui program ini, Departemen Perikanan UGM bersama mitra berupaya memberikan kesempatan yang lebih luas agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya pendidikan.

Ketua Departemen Perikanan UGM menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, kolaborasi dengan dunia usaha menjadi langkah strategis dalam memperluas akses terhadap bantuan pendidikan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini terbuka bagi mahasiswa yang tidak sedang menerima beasiswa lain dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sebagai bagian dari proses seleksi, calon penerima diwajibkan melampirkan curriculum vitae (CV), transkrip nilai terbaru, serta slip gaji orang tua atau surat keterangan penghasilan dari kelurahan sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga.

Pada periode tahun ini, tersedia kuota bagi enam mahasiswa yang akan menerima bantuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Seleksi dilakukan secara administratif dengan mempertimbangkan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan yang telah ditetapkan.

Mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat mengajukan pendaftaran secara daring melalui tautan http://ugm.id/BeasiswaKRI. Pendaftaran dibuka hingga 1 Juli 2026, sehingga mahasiswa diimbau untuk segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Melalui penyelenggaraan program ini, Departemen Perikanan UGM berharap semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik tanpa harus terbebani oleh kendala finansial. Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra industri mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Program Beasiswa Bantuan Pendidikan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas, SDG 1 (No Poverty) dengan membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penyediaan kesempatan pendidikan yang lebih setara, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Departemen Perikanan UGM dan CV. Karya Rasa Indonesia dalam mendukung pengembangan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Peluang Kerja Sama Internasional Bersama Gyeongsang National University

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Gyeongsang National University dalam rangka menjajaki peluang kerja sama akademik dan penelitian di bidang perikanan dan kelautan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, menjadi langkah awal untuk memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua institusi.

Diskusi difokuskan pada berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan di masa mendatang, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga pengembangan program akademik yang mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi. Kedua institusi juga membahas potensi penyelenggaraan seminar bersama, kuliah tamu, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai kegiatan akademik lintas negara.

Dalam pertemuan tersebut, Departemen Perikanan UGM memperkenalkan berbagai bidang unggulan yang dimiliki, meliputi pengelolaan sumber daya perikanan, akuakultur, oseanografi perikanan, teknologi hasil perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kajian sosial-ekonomi dan kebijakan perikanan. Beragam aktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional yang telah berjalan juga menjadi bagian dari pembahasan.

Sementara itu, delegasi Gyeongsang National University memaparkan keunggulan institusinya dalam pengembangan ilmu kelautan dan perikanan serta menyampaikan ketertarikan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan Departemen Perikanan UGM. Kesamaan fokus penelitian dan tantangan yang dihadapi sektor perikanan di kawasan Asia menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan kolaborasi strategis di masa depan.

Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat bahwa kerja sama internasional tidak hanya akan memperluas kesempatan penelitian dan publikasi, tetapi juga memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi dan solusi ilmiah dalam menjawab berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya perairan, dan pembangunan perikanan berkelanjutan.

Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kemitraan dengan berbagai universitas dunia diharapkan semakin memperkuat posisi Departemen Perikanan UGM sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing global dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi, SDG 14 (Life Below Water) dengan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Departemen Perikanan UGM Sambut Kunjungan Edukasi SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan edukasi dari siswa dan guru SMA Negeri 2 Pangkalan Bun dan SMA Negeri 3 Pangkalan Bun pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang 3.10 Departemen Perikanan UGM mulai pukul 14.00 WIB ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia pendidikan tinggi sekaligus membuka wawasan siswa mengenai prospek keilmuan dan karier di bidang perikanan.

Rombongan disambut hangat oleh dosen Departemen Perikanan UGM, Dr. Olivia Yofananda dan Dr. Sulistiowati, yang memperkenalkan profil Departemen Perikanan, bidang keilmuan, kegiatan akademik, fasilitas pembelajaran, hingga berbagai peluang pengembangan mahasiswa selama menempuh pendidikan di UGM.

Dalam sesi pemaparan, para peserta memperoleh gambaran mengenai ruang lingkup ilmu perikanan yang tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga mencakup pengelolaan sumber daya perairan, akuakultur, teknologi hasil perikanan, oseanografi perikanan, konservasi ekosistem perairan, hingga kebijakan dan pembangunan masyarakat pesisir. Para siswa juga dikenalkan pada berbagai kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi internasional yang dilakukan oleh sivitas akademika Departemen Perikanan UGM.

Suasana berlangsung interaktif ketika para siswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses seleksi masuk UGM, sistem perkuliahan, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan di dunia kerja. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengenal lebih dekat bidang perikanan sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan maritim Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Departemen Perikanan UGM berharap para siswa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi serta semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kunjungan sekolah seperti ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, foto bersama, dan pertukaran informasi mengenai berbagai program akademik yang tersedia di Departemen Perikanan UGM. Diharapkan kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam mempersiapkan pilihan studi dan karier di masa depan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui perluasan akses informasi pendidikan tinggi yang berkualitas, SDG 14 (Life Below Water) dengan memperkenalkan pentingnya pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Dampak Triple-Dip La Niña terhadap Zona Upwelling di Laut Maluku

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Fenomena perubahan iklim global tidak hanya memengaruhi kondisi cuaca di daratan, tetapi juga mengubah dinamika laut yang menjadi penopang produktivitas perikanan Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Rolland Darrent Evaro, melakukan penelitian berjudul “Dampak Triple-Dip La Niña 2020–2023 terhadap Zona Upwelling di Laut Maluku” di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc.

Penelitian ini mengkaji bagaimana fenomena triple-dip La Niña yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut (2020–2023) memengaruhi dinamika oseanografi di Laut Maluku. Sebagai salah satu wilayah perairan penting di Indonesia Timur, Laut Maluku dikenal memiliki produktivitas perikanan yang sangat dipengaruhi oleh proses upwelling, yaitu naiknya massa air dingin yang kaya unsur hara dari lapisan laut dalam menuju permukaan. Proses alami ini menjadi fondasi tingginya produktivitas fitoplankton yang kemudian menopang rantai makanan hingga sumber daya ikan.

Melalui analisis data oseanografi berbasis satelit, penelitian mengevaluasi perubahan kecepatan angin, suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil-a, dan Sea Level Anomaly (SLA) selama periode terjadinya triple-dip La Niña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara klimatologis, puncak Monsun Tenggara terjadi pada bulan Agustus, ketika proses upwelling berkembang paling kuat di Laut Maluku. Sebaliknya, pada periode Monsun Barat, khususnya Desember hingga Februari, wilayah tersebut didominasi oleh proses downwelling, yaitu tenggelamnya massa air permukaan yang menyebabkan berkurangnya pasokan nutrien ke lapisan atas laut.

Temuan yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa fenomena triple-dip La Niña justru menyebabkan melemahnya intensitas upwelling selama musim Monsun Tenggara. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh meningkatnya anomali suhu permukaan laut dan tinggi muka laut, yang disertai dengan penurunan kecepatan angin serta menurunnya konsentrasi klorofil-a. Dengan kata lain, meskipun La Niña sering dikaitkan dengan peningkatan curah hujan di Indonesia, dampaknya terhadap dinamika laut tidak selalu meningkatkan produktivitas perairan. Pada kasus Laut Maluku, fenomena iklim ini justru mengurangi kekuatan mekanisme alami yang selama ini menjadi penunjang kesuburan perairan.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa perubahan iklim global dapat memengaruhi proses-proses oseanografi yang menjadi dasar produktivitas perikanan. Melemahnya upwelling berpotensi mengurangi ketersediaan nutrien di perairan permukaan, sehingga dalam jangka panjang dapat memengaruhi kelimpahan plankton, distribusi ikan pelagis, hingga hasil tangkapan nelayan. Oleh karena itu, pemantauan kondisi oseanografi menjadi semakin penting sebagai bagian dari sistem pengelolaan sumber daya perikanan yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Menurut Dr. rer. nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc., penelitian mengenai hubungan antara variabilitas iklim global dan dinamika oseanografi sangat penting untuk memperkuat pengelolaan perikanan berbasis sains. Informasi mengenai perubahan pola upwelling dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, termasuk dalam perencanaan musim penangkapan ikan dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Melalui penelitian ini, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan riset yang mendukung pengembangan ilmu oseanografi perikanan sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sumber daya laut di era perubahan iklim. Hasil penelitian diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi pemerintah, peneliti, maupun pengelola perikanan dalam menyusun kebijakan yang lebih adaptif terhadap variabilitas iklim di wilayah perairan Indonesia.

Penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan pemahaman mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem laut, serta SDG 14 (Life Below Water) dengan menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Selain itu, hasil penelitian turut berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui dukungan terhadap keberlanjutan produksi perikanan sebagai sumber pangan, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat pemanfaatan data satelit dan ilmu pengetahuan sebagai landasan pengambilan kebijakan berbasis bukti untuk menjaga ketahanan sumber daya perikanan Indonesia.

Dosen Departemen Perikanan UGM Ikuti Rekreasi Fakultas Pertanian 2026, Perkuat Kebersamaan dan Pentingnya Kesehatan Mental

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam Kegiatan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 26–27 Juni 2026 di Salatiga, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antardosen sekaligus memberikan ruang untuk menjaga kesehatan fisik dan mental di tengah tingginya tuntutan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Rekreasi diikuti oleh dosen dari berbagai departemen di lingkungan Fakultas Pertanian UGM. Dari Departemen Perikanan, sejumlah dosen turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan kolaboratif. Selama dua hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan rekreasi, diskusi informal, dan aktivitas kebersamaan di beberapa destinasi di Salatiga. Agenda meliputi kunjungan ke Fertindo Farm, kegiatan kebersamaan pada malam hari di Laras Asri Resort, serta kunjungan ke Mesastilas Resort and Coffee Plantation sebelum kembali ke Yogyakarta.

Di tengah kesibukan dosen dalam menjalankan tridarma—mulai dari mengajar, melakukan penelitian, membimbing mahasiswa, hingga melaksanakan pengabdian kepada masyarakat—kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih dari sekadar rekreasi. Kesempatan untuk berinteraksi di luar lingkungan kerja formal mampu memperkuat komunikasi, membangun keakraban, serta membuka ruang lahirnya ide-ide kolaboratif lintas bidang ilmu.

Dalam dunia akademik modern, kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting yang semakin mendapat perhatian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) berkontribusi terhadap meningkatnya kreativitas, produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, hingga kepuasan kerja. Bagi dosen, menjaga kesehatan mental juga berdampak pada kualitas proses pembelajaran, penelitian, serta pendampingan mahasiswa.

Melalui suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan, para dosen memiliki kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas akademik, mempererat hubungan antarsejawat, sekaligus membangun semangat baru dalam menjalankan berbagai aktivitas di kampus. Interaksi informal semacam ini juga menjadi modal penting dalam memperkuat budaya organisasi yang saling mendukung dan kolaboratif.

Bagi Departemen Perikanan UGM, kualitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari capaian akademik, publikasi ilmiah, maupun prestasi penelitian, tetapi juga dari terciptanya lingkungan kerja yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan seluruh sivitas akademika. Rekreasi dosen menjadi salah satu bentuk investasi institusi dalam membangun kebersamaan yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kepada masyarakat.

Departemen Perikanan UGM mengapresiasi penyelenggaraan Rekreasi Dosen Fakultas Pertanian 2026 sebagai wadah untuk memperkuat solidaritas, menjaga kesehatan mental, serta membangun semangat kolaborasi di antara para dosen. Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara, diharapkan sivitas akademika mampu menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi dan menghasilkan inovasi yang semakin bermanfaat bagi pembangunan sektor pertanian dan perikanan Indonesia.

Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan fisik dan mental tenaga pendidik, SDG 4 (Quality Education) dengan mendukung terciptanya lingkungan akademik yang produktif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan kebersamaan antar sivitas akademika Fakultas Pertanian UGM.

Belajar dari Pemuteran Bali, Prof. Suadi Dalami Inovasi Biorock untuk Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Berita Senin, 22 Juni 2026

Buleleng – Guru Besar Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Suadi, M.Agr.Sc., Ph.D., melakukan kunjungan pembelajaran ke kawasan konservasi terumbu karang Biorock di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari secara langsung salah satu model konservasi pesisir berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Suadi berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan Tasya Karissa, Co-Founder dan Executive Director Biorock Indonesia, yang selama lebih dari dua dekade mengembangkan berbagai inisiatif restorasi terumbu karang dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Biorock Indonesia berhasil menjadikan Desa Pemuteran sebagai salah satu contoh sukses konservasi laut berbasis masyarakat yang diakui secara internasional. Melalui pendekatan yang menggabungkan inovasi teknologi, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem terumbu karang sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Yang paling menarik dari Pemuteran bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana konservasi mampu menjadi gerakan sosial yang mengubah wajah desa. Ketika masyarakat dilibatkan dan merasakan manfaatnya secara langsung, konservasi tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi investasi masa depan,” ujar Prof. Suadi.

Teknologi Biorock sendiri merupakan metode restorasi terumbu karang yang memanfaatkan arus listrik bertegangan rendah yang dialirkan ke struktur logam di bawah laut. Proses tersebut memungkinkan mineral alami dalam air laut mengendap dan membentuk lapisan yang mendukung pertumbuhan karang secara lebih cepat dan tahan terhadap berbagai tekanan lingkungan. Teknologi ini telah digunakan di Pemuteran sejak tahun 2000 dan berkembang menjadi salah satu proyek restorasi terumbu karang terbesar di dunia.

Selain memberikan dampak ekologis melalui pemulihan ekosistem terumbu karang, proyek Biorock di Pemuteran juga berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan wisata bahari, peningkatan kunjungan wisatawan, serta tumbuhnya berbagai usaha masyarakat berbasis lingkungan. Transformasi tersebut menjadikan Pemuteran sebagai contoh nyata bagaimana konservasi dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat pesisir.

Prof. Suadi menilai pendekatan yang diterapkan di Pemuteran sangat relevan dengan berbagai tantangan pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Menurutnya, keberhasilan konservasi memerlukan integrasi antara aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan masyarakat. Oleh karena itu, pengalaman dari Pemuteran dapat menjadi referensi penting dalam pengembangan berbagai program pengabdian masyarakat, riset, maupun pendidikan di lingkungan Departemen Perikanan UGM.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan mengenai model-model pengelolaan sumber daya pesisir yang berhasil di tingkat global. Sebagai akademisi yang selama ini banyak berkecimpung dalam bidang pembangunan masyarakat pesisir dan tata kelola perikanan, Prof. Suadi menegaskan pentingnya membangun pendekatan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.

“Pemuteran menunjukkan bahwa ketika teknologi, masyarakat, dan komitmen bersama bertemu dalam satu tujuan, dampaknya bisa sangat luar biasa. Ini menjadi inspirasi penting bagi pengembangan kawasan pesisir di berbagai daerah Indonesia,” tambahnya.

Departemen Perikanan UGM berharap pengalaman dan pembelajaran dari Pemuteran dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa, peneliti, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi konservasi yang tidak hanya menjaga keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan pembelajaran dan pertukaran pengalaman ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14: Life Below Water melalui penguatan praktik restorasi terumbu karang dan pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan model Biorock dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth, sementara pendekatan kolaboratif antara masyarakat, akademisi, pemerintah, dan organisasi konservasi mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Penguatan edukasi dan transfer pengetahuan mengenai konservasi pesisir juga berkontribusi terhadap SDG 4: Quality Education.

Alumni Perikanan UGM Berkiprah di Pemerintahan Daerah, Veni Victoruddien Kunjungi Almamater

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menerima kunjungan hangat dari salah satu alumninya yang telah berkiprah di tingkat pemerintahan daerah. Veni Victoruddien, S.Pi., M.Si., alumni angkatan 1996 Departemen Perikanan UGM yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Majalengka, berkesempatan mengunjungi Departemen Perikanan dalam suasana yang santai dan penuh keakraban.

Kunjungan yang bersifat informal tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen dengan lingkungan akademik yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan kariernya. Dalam kesempatan tersebut, Veni berinteraksi dengan sejumlah dosen dan tenaga kependidikan serta berbagi cerita mengenai pengalaman profesionalnya dalam birokrasi pemerintahan.

Sebagai alumni Departemen Perikanan UGM, Veni merupakan salah satu contoh lulusan yang menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di bidang perikanan dapat menjadi bekal yang kuat untuk berkiprah di berbagai sektor. Tidak hanya di bidang kelautan dan perikanan, lulusan Departemen Perikanan UGM juga mampu mengambil peran strategis dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga pembangunan daerah.

Saat ini, Veni Victoruddien mengemban amanah sebagai Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Majalengka, sebuah posisi yang memiliki peran penting dalam mendukung administrasi kependudukan dan pelayanan publik bagi masyarakat. Jabatan tersebut menuntut kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, koordinasi lintas sektor, serta pengambilan keputusan yang efektif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Kehadiran Veni di Departemen Perikanan UGM menjadi pengingat bahwa perjalanan karier seorang alumni dapat berkembang ke berbagai bidang sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan dedikasi yang dimiliki. Nilai-nilai yang ditanamkan selama masa studi, seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, serta kepemimpinan, menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Bagi Departemen Perikanan UGM, capaian para alumni yang berhasil menduduki posisi strategis di berbagai institusi merupakan sumber kebanggaan sekaligus inspirasi bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Keberhasilan alumni menunjukkan bahwa lulusan perikanan tidak hanya berkontribusi pada sektor teknis perikanan dan kelautan, tetapi juga mampu memberikan dampak yang lebih luas dalam pembangunan masyarakat, pemerintahan, dan pelayanan publik.

Departemen Perikanan UGM senantiasa membuka ruang bagi para alumni untuk tetap terhubung dengan almamater, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring yang dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia profesional. Melalui hubungan yang erat antara alumni dan kampus, diharapkan akan lahir lebih banyak kolaborasi, inspirasi, dan kontribusi yang bermanfaat bagi pengembangan institusi maupun masyarakat.

Kunjungan Veni Victoruddien menjadi salah satu bukti bahwa ikatan antara alumni dan almamater tidak pernah terputus. Departemen Perikanan UGM mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap semakin banyak alumni yang terus menorehkan prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara di berbagai bidang pengabdian.

Kiprah alumni Departemen Perikanan UGM di berbagai sektor pembangunan juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Peran alumni dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik turut mendukung SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan institusi publik yang efektif, akuntabel, dan inklusif. Selain itu, jejaring yang terjalin antara alumni dan perguruan tinggi mencerminkan semangat SDG 17: Partnerships for the Goals dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk kemajuan pendidikan dan pembangunan nasional.

Dosen dan Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Siap Mengabdi di Berbagai Penjuru Nusantara melalui KKN-PPM 2026

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Semangat pengabdian kembali menggelora di lingkungan Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Bersama ribuan mahasiswa UGM lainnya, mahasiswa Departemen Perikanan turut diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026. Program ini menjadi bagian dari penerjunan 8.178 mahasiswa UGM yang akan mengabdi di 298 unit KKN yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.

Tidak hanya mahasiswa, sejumlah dosen Departemen Perikanan UGM juga turut mengambil peran strategis sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mereka akan mendampingi mahasiswa dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah masing-masing. Peran DPL menjadi sangat penting untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu mendorong perubahan yang berkelanjutan di masyarakat.

Tahun ini, kontribusi Departemen Perikanan UGM dalam program KKN-PPM tidak hanya diwujudkan melalui partisipasi mahasiswa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga melalui keterlibatan sejumlah dosen sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah (Korwil). Salah satunya adalah Ir. Hery Saksono, M.A. selaku dosen Perikanan UGM yang dipercaya sebagai Korwil, serta para dosen Departemen Perikanan lainnya yang mendampingi mahasiswa dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan potensi lokal. Dengan keterlibatan tersebut, Departemen Perikanan UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang perikanan dan kelautan, peserta KKN dari Departemen Perikanan membawa berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, perdesaan, dan daerah yang memiliki potensi sumber daya perairan. Program-program yang dikembangkan mencakup penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, pengolahan hasil perikanan, pengembangan usaha mikro dan kelompok nelayan, konservasi lingkungan perairan, edukasi gizi berbasis pangan ikan, hingga penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Keterlibatan mahasiswa Perikanan UGM dalam KKN-PPM juga menjadi kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Melalui interaksi dengan berbagai kelompok masyarakat, mahasiswa belajar memahami tantangan nyata pembangunan, sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas disiplin.

Salah satu fokus KKN-PPM UGM tahun ini adalah mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Tema tersebut sangat relevan dengan bidang keilmuan perikanan yang memiliki peran strategis dalam menyediakan sumber pangan bergizi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan. UGM sendiri menegaskan bahwa KKN merupakan ruang belajar sekaligus ruang kontribusi nyata mahasiswa untuk menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan dan kolaborasi.

Melalui pendampingan para dosen dan semangat pengabdian mahasiswa, Departemen Perikanan UGM berharap kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, menggali potensi lokal, serta berkontribusi dalam pembangunan wilayah yang berkelanjutan dari Aceh hingga Papua.

Kegiatan KKN-PPM ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata di masyarakat, SDG 2: Zero Hunger melalui penguatan ketahanan pangan lokal, SDG 14: Life Below Water melalui berbagai program pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan pesisir, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

Departemen Perikanan UGM Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Xiamen University dalam Pengembangan Teknologi Pengolahan Air

Berita Senin, 22 Juni 2026

Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperluas jejaring internasional dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Xiamen University, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka di Asia dalam bidang lingkungan, ekologi, dan teknologi pengolahan air (water treatment).

Pertemuan ini dihadiri oleh Guru Besar Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., bersama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr. Riza Yuliratno Setiawan, serta Dr. Ratih Ida Adharini selaku Ketua Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik (MSA).

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas peluang kolaborasi pada bidang pengelolaan kualitas air, teknologi pengolahan air untuk kawasan pesisir dan akuakultur, pengembangan sistem pemantauan lingkungan perairan, hingga peluang penelitian bersama terkait ketahanan sumber daya air di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan global.

Prof. Alim Isnansetyo menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap teknologi pengolahan air yang efisien dan berkelanjutan semakin penting dalam mendukung pembangunan sektor perikanan modern. Menurutnya, pengelolaan kualitas air tidak hanya menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya perikanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem perairan dan keberlanjutan produksi pangan akuatik.

“Kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kami melihat Xiamen University memiliki kekuatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan riset lingkungan perairan dan teknologi pengolahan air di Indonesia,” ungkap Prof. Alim.

Xiamen University melalui College of the Environment and Ecology dikenal memiliki reputasi internasional yang kuat dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya air. Bidang riset yang dikembangkan mencakup teknologi pengolahan air dan air limbah, pemurnian air, mikrobiologi lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga pengembangan solusi inovatif untuk keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, bidang Environment & Ecology Xiamen University tercatat masuk dalam kelompok ESI Global Top 1‰, menunjukkan kapasitas riset yang sangat kompetitif di tingkat dunia.

Bagi Departemen Perikanan UGM, penjajakan kerja sama ini membuka peluang pengembangan penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu perikanan, teknologi lingkungan, dan rekayasa sumber daya air. Selain kolaborasi riset, kedua pihak juga membahas potensi pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, program penelitian bersama, serta publikasi ilmiah kolaboratif.

Prof. Subejo menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu strategi Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian yang berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan institusi unggulan dunia, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh akses yang lebih luas terhadap jejaring akademik, teknologi, dan sumber daya penelitian internasional.

Sementara itu, Dr. Ratih Ida Adharini menilai bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik, terutama pada aspek pengelolaan lingkungan perairan, kualitas air, dan keberlanjutan sumber daya akuatik yang menjadi isu strategis di tingkat global.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset perikanan di kawasan Asia.

Kegiatan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan inovasi teknologi pengolahan dan pemurnian air yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini mendukung SDG 14: Life Below Water melalui penguatan riset terkait kualitas lingkungan perairan dan pengelolaan sumber daya akuatik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui pembangunan jejaring internasional antara UGM dan Xiamen University dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.

 
 
 
123…16
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY