Yogyakarta — Setiap tanggal 8 Juni, dunia memperingati Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya laut bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan planet bumi. Bagi sivitas akademika Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, peringatan ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan peran laut sebagai sumber kehidupan, pangan, energi, dan kesejahteraan yang harus dijaga bersama.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut yang luas dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Laut Indonesia tidak hanya menyediakan sumber protein bagi jutaan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi nelayan, pembudidaya ikan, pelaku usaha perikanan, serta berbagai komunitas pesisir yang menggantungkan kehidupannya pada sumber daya perairan.
Namun demikian, laut saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Perubahan iklim, pencemaran, eksploitasi sumber daya yang berlebihan, kerusakan habitat pesisir, hingga hilangnya keanekaragaman hayati menjadi ancaman nyata yang memerlukan perhatian bersama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas pesisir, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Bagi dunia akademik, Hari Laut Sedunia menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran strategis dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Departemen Perikanan UGM terus berupaya menghasilkan inovasi dan solusi berbasis sains untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan.
Berbagai penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa Departemen Perikanan UGM menunjukkan bahwa keberlanjutan laut tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekologis, tetapi juga oleh aspek sosial, ekonomi, budaya, dan tata kelola. Oleh karena itu, pendekatan multidisiplin dan kolaboratif menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan kelestarian ekosistem.
Momentum Hari Laut Sedunia juga mengingatkan pentingnya membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap laut. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan global yang cepat, sektor perikanan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Tema global Hari Laut Sedunia tahun 2026 kembali menegaskan bahwa masa depan manusia sangat bergantung pada kesehatan laut. Setiap tindakan kecil, mulai dari mengurangi sampah plastik, mendukung konsumsi hasil perikanan yang bertanggung jawab, hingga berpartisipasi dalam kegiatan konservasi, merupakan kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem laut.
Bagi Departemen Perikanan UGM, laut bukan sekadar objek kajian ilmiah, melainkan warisan bangsa yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Laut yang sehat akan mendukung ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat pesisir, stabilitas ekonomi, serta keberlanjutan pembangunan nasional.
Pada peringatan Hari Laut Sedunia 2026, keluarga besar Departemen Perikanan UGM mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli terhadap laut dan sumber daya perikanan Indonesia. Karena pada akhirnya, menjaga laut berarti menjaga kehidupan, menjaga ketahanan pangan, dan menjaga masa depan bangsa.
Peringatan Hari Laut Sedunia ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya pelestarian dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan berbasis perikanan, SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlanjutan laut Indonesia.