Tenaga Kependidikan Departemen Perikanan UGM Ikuti Pelatihan Budidaya Maggot untuk Pengolahan Limbah Organik
Berita Selasa, 10 Februari 2026
Yogyakarta – Upaya penguatan kompetensi tenaga kependidikan terus dilakukan Departemen Perikanan UGM melalui pelatihan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan limbah organik dan pengembangan pakan alternatif berkelanjutan. Kegiatan ini memanfaatkan materi handbook workshop budidaya BSF yang aplikatif dan berbasis praktik lapangan.
Pelatihan ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik, mengingat lebih dari 50% sampah di Indonesia merupakan limbah mudah busuk seperti sisa makanan rumah tangga, kantin, dan restoran. Tanpa pengolahan yang tepat, limbah tersebut berisiko menularkan penyakit. Budidaya maggot BSF menjadi solusi melalui proses biokonversi, yaitu pemanfaatan larva serangga untuk mengubah limbah organik menjadi biomassa bernilai tinggi sebagai sumber protein dan lemak pakan hewan.
Kegiatan pelatihan juga memperkenalkan praktik budidaya BSF yang telah dikembangkan di Teaching Farm PIAT UGM sejak 2018. Farm ini memanfaatkan sisa makanan dari Rumah Sakit Akademik UGM, rumah sakit, kantin fakultas, hingga laboratorium sebagai bahan baku pakan maggot. Program ini bertujuan menciptakan pembelajaran inovatif sekaligus mendukung pengelolaan limbah kampus secara berkelanjutan.
Peserta pelatihan mempelajari siklus hidup BSF mulai dari fase telur, larva, prepupa, pupa, hingga lalat dewasa, serta teknik operasional farm seperti penetasan telur, pemeliharaan, hingga pemanenan maggot. Dalam praktiknya, 1 gram telur BSF dapat menghasilkan minimal 1 kg maggot dalam waktu sekitar 16–18 hari. Maggot segar dapat dijual Rp5.000–8.000/kg, sedangkan maggot kering mencapai Rp40.000–50.000/kg, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain meningkatkan kapasitas teknis tenaga kependidikan, pelatihan ini diharapkan memperkuat peran kampus sebagai pusat inovasi pengelolaan limbah, ketahanan pakan, dan kewirausahaan berbasis lingkungan. Budidaya maggot BSF dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung sistem pertanian dan peternakan yang lebih berkelanjutan di masa depan. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.