Yogyakarta – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi bagi sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk meneguhkan komitmen terhadap kesetaraan, pendidikan, dan peran perempuan dalam dunia sains serta pengelolaan sumber daya perikanan. Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dinilai tetap relevan dalam mendorong perempuan berkontribusi aktif di bidang akademik, laboratorium, hingga lapangan.
Dalam refleksi Hari Kartini tahun ini, dosen Departemen Perikanan, Dr. drh. Nur Laila Fitrotun Nikmah, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pemberdayaan. Ia menyampaikan, “Pendidikan adalah kunci, dan Kartini yang membuka pintunya. Tugas kita? Jangan cuma masuk, tapi bagaimana membuat pintunya makin lebar buat yang lain.” Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan Kartini harus dilanjutkan dengan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi perempuan berikutnya untuk berkembang di dunia akademik dan profesional.
Semangat emansipasi juga dirasakan dalam perubahan nyata di lingkungan kerja. Al’ Ain Shoufi Rahmah Arifin, A.Md., laboran Departemen Perikanan, mengungkapkan bahwa peran perempuan kini semakin terlihat di berbagai bidang yang sebelumnya didominasi laki-laki. Ia menyampaikan bahwa pekerjaan laboran, termasuk yang berkaitan dengan kegiatan lapangan, kini semakin banyak diisi oleh perempuan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kesempatan dan kepercayaan terhadap kompetensi perempuan semakin terbuka.
Pandangan mahasiswa juga menegaskan makna peringatan ini. Mahasiswa Departemen Perikanan, Evora Arda Kirana, menyampaikan bahwa Hari Kartini merupakan pengingat penting bagi generasi muda untuk terus melampaui batas stigma gender. Ia menuturkan, “Bagi saya, Hari Kartini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi sebagai pengingat kita semua bahwa gender bukanlah suatu penghalang untuk terus maju dan berkarya. Dengan meneruskan semangat Kartini, berarti kita berkomitmen untuk menghapus stigma lama demi menciptakan tata kelola perikanan yang adil dan berkelanjutan. Laut saja tidak pernah membedakan siapa yang menebar jaring, begitu pula seharusnya sektor ini.”
Bagi Departemen Perikanan UGM, memaknai Hari Kartini bukan sekadar peringatan simbolis, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, mendukung kepemimpinan perempuan, serta memperkuat kontribusi perempuan dalam riset, pengabdian masyarakat, dan pembangunan sektor perikanan berkelanjutan.
Melalui semangat Kartini, Departemen Perikanan UGM berharap perempuan terus hadir sebagai agen perubahan—tidak hanya memanfaatkan pintu kesempatan yang telah dibuka, tetapi juga memperluasnya agar semakin banyak perempuan dapat melangkah maju dan memberi dampak bagi masyarakat. Peringatan Hari Kartini ini juga selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas), tujuan ke-5 (Kesetaraan Gender), serta tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui penguatan akses pendidikan, peningkatan partisipasi perempuan di bidang sains dan teknologi, serta perluasan kesempatan kerja yang setara, Departemen Perikanan UGM terus berupaya mendorong lingkungan akademik yang inklusif dan berkelanjutan.