• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa Magang Berdampak UGM: Terdapat Ancaman Eksploitasi Tuna Sirip Kuning di PPS Cilacap

Mahasiswa Magang Berdampak UGM: Terdapat Ancaman Eksploitasi Tuna Sirip Kuning di PPS Cilacap

  • Berita
  • 21 Mei 2026, 15.52
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta — Program Magang Berdampak menjadi ruang belajar yang membuka wawasan mahasiswa terhadap dinamika nyata sektor perikanan Indonesia. Pengalaman tersebut dirasakan oleh Dzulfana Noer Syailadina, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, selama menjalani kegiatan magang di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Melalui pengalaman lapangan, Dzulfana mempelajari lebih dalam mengenai tren pemanfaatan ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) dan tantangan keberlanjutan sumber daya tersebut.

Selama kegiatan magang, Dzulfana melakukan pengamatan terhadap perkembangan produksi, upaya penangkapan, serta tingkat pemanfaatan Tuna Sirip Kuning yang menjadi salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi di Indonesia. Tuna Sirip Kuning diketahui merupakan ikan pelagis besar yang tersebar luas di perairan tropis dunia, termasuk perairan Indonesia.Baginya, pengalaman magang memberikan pelajaran bahwa tingginya nilai ekonomi suatu komoditas sering kali diikuti oleh tantangan besar dalam menjaga keberlanjutan stok sumber daya.

“Ketika melihat data langsung, saya menyadari bahwa peningkatan produksi tidak selalu menjadi kabar baik apabila tidak dibarengi pengelolaan yang tepat. Sumber daya ikan tetap memiliki batas yang perlu dijaga,” ungkap Dzulfana.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa produksi Tuna Sirip Kuning yang didaratkan di PPS Cilacap selama periode 2020–2024 mengalami peningkatan signifikan setiap tahun. Total produksi mencapai lebih dari 8,3 juta kilogram, dengan hasil tangkapan tertinggi terjadi pada tahun 2024 sebesar 3.439.300 kilogram. Peningkatan ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas armada penangkapan dan intensitas penggunaan alat tangkap.

Selain produksi, peningkatan juga terlihat pada upaya penangkapan. Selama periode yang sama, jumlah trip penangkapan terus bertambah seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap komoditas tuna, terutama Tuna Sirip Kuning. Namun temuan yang paling menarik perhatian Dzulfana justru muncul dari analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Berdasarkan hasil penghitungan, pemanfaatan Tuna Sirip Kuning menunjukkan kategori over exploited, yang berarti tingkat tangkapan dan upaya penangkapan telah melampaui batas optimum lestari.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa peningkatan hasil produksi tidak dapat dipandang semata sebagai indikator keberhasilan. Menurut Dzulfana, pengelolaan sumber daya yang baik perlu dilakukan agar stok ikan tetap tersedia untuk masa depan. Ia menilai langkah pengendalian seperti pembatasan jumlah kapal, pengaturan trip penangkapan, penerapan kuota, serta penggunaan alat tangkap yang lebih selektif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya Tuna Sirip Kuning.

Melalui Program Magang Berdampak, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk tidak hanya memahami teori pengelolaan perikanan di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana data, kebijakan, dan kondisi lapangan saling terhubung dalam praktik pengelolaan sumber daya. Kegiatan ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Penguatan pembelajaran lapangan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan menjadi langkah penting dalam menjaga masa depan laut Indonesia.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 12: Responsible Consumption and Production SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 4: Pendidikan Berkualitas Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY