• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • Berita
  • Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Perubahan Bentang Pesisir Subang: Mangrove Menyusut, Tambak Terus Bertambah

Mahasiswa Perikanan UGM Ungkap Perubahan Bentang Pesisir Subang: Mangrove Menyusut, Tambak Terus Bertambah

  • Berita
  • 12 Juni 2026, 15.03
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta — Wilayah pesisir merupakan kawasan yang terus mengalami perubahan akibat interaksi antara proses alam dan aktivitas manusia. Dinamika tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Zuhdi Ardi, mahasiswa Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui skripsinya yang mengkaji perubahan luas lahan mangrove dan tambak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, selama periode 2019–2025.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. ini memanfaatkan teknologi penginderaan jauh berbasis citra satelit Sentinel-2 untuk memantau perubahan bentang pesisir secara lebih efisien dan akurat. Dengan dukungan platform Google Earth Engine dan algoritma random forest, penelitian mampu menghasilkan pemetaan penggunaan lahan yang memiliki tingkat akurasi sangat tinggi.

Kabupaten Subang dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan salah satu sentra perikanan budidaya penting di pesisir utara Jawa Barat. Seiring berkembangnya aktivitas budidaya, kawasan pesisir menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika yang menarik pada bentang pesisir Subang selama enam tahun terakhir. Kawasan mangrove mengalami perubahan luasan dari tahun ke tahun, sementara area tambak menunjukkan kecenderungan berkembang di sejumlah wilayah pesisir. Temuan ini memberikan gambaran bagaimana aktivitas pemanfaatan ruang pesisir terus membentuk lanskap kawasan pantai secara dinamis.

Menurut Zuhdi, pemantauan perubahan penggunaan lahan menjadi penting karena mangrove memiliki peran strategis sebagai pelindung pantai, habitat berbagai biota perairan, penyerap karbon, serta penyangga keberlanjutan ekosistem pesisir. Di sisi lain, sektor budidaya tambak juga berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat dan penyediaan pangan berbasis perikanan.

Melalui penelitian ini, Zuhdi menunjukkan bahwa teknologi satelit dapat menjadi alat yang efektif untuk memantau perubahan lingkungan pesisir dalam skala luas dan periode waktu yang panjang. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan dalam merencanakan pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Dr. Riza Yuliratno Setiawan menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi geospasial dalam bidang perikanan dan pengelolaan sumber daya perairan semakin penting di era saat ini. Data yang dihasilkan dari pemantauan satelit mampu membantu memahami perubahan lingkungan secara objektif dan mendukung proses pengambilan keputusan berbasis sains.

Penelitian Zuhdi menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa Perikanan UGM memanfaatkan teknologi mutakhir untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sumber daya pesisir. Melalui pendekatan ilmiah yang inovatif, penelitian ini diharapkan dapat mendukung upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor perikanan dan pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia.

Kegiatan penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terutama SDG 14 (Life Below Water) melalui penguatan pengelolaan ekosistem pesisir, SDG 13 (Climate Action) melalui pemantauan ekosistem penyerap karbon biru, serta SDG 15 (Life on Land) melalui upaya pelestarian kawasan mangrove sebagai bagian penting dari bentang alam pesisir yang berkelanjutan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan sdg 15 Life on Land Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY