Yogyakarta – Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperluas jejaring internasional dalam mendukung pengembangan riset dan inovasi berkelanjutan. Salah satu langkah strategis terbaru diwujudkan melalui kegiatan penjajakan kerja sama dengan Xiamen University, Tiongkok, yang dikenal sebagai salah satu institusi terkemuka di Asia dalam bidang lingkungan, ekologi, dan teknologi pengolahan air (water treatment).
Pertemuan ini dihadiri oleh Guru Besar Departemen Perikanan UGM, Prof. Dr. Ir. Alim Isnansetyo, M.Sc., bersama Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr. Riza Yuliratno Setiawan, serta Dr. Ratih Ida Adharini selaku Ketua Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik (MSA).
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas peluang kolaborasi pada bidang pengelolaan kualitas air, teknologi pengolahan air untuk kawasan pesisir dan akuakultur, pengembangan sistem pemantauan lingkungan perairan, hingga peluang penelitian bersama terkait ketahanan sumber daya air di tengah tantangan perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan pangan global.
Prof. Alim Isnansetyo menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap teknologi pengolahan air yang efisien dan berkelanjutan semakin penting dalam mendukung pembangunan sektor perikanan modern. Menurutnya, pengelolaan kualitas air tidak hanya menjadi faktor kunci dalam keberhasilan budidaya perikanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ekosistem perairan dan keberlanjutan produksi pangan akuatik.
“Kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kami melihat Xiamen University memiliki kekuatan yang sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan riset lingkungan perairan dan teknologi pengolahan air di Indonesia,” ungkap Prof. Alim.
Xiamen University melalui College of the Environment and Ecology dikenal memiliki reputasi internasional yang kuat dalam bidang lingkungan dan pengelolaan sumber daya air. Bidang riset yang dikembangkan mencakup teknologi pengolahan air dan air limbah, pemurnian air, mikrobiologi lingkungan, pengendalian pencemaran, hingga pengembangan solusi inovatif untuk keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, bidang Environment & Ecology Xiamen University tercatat masuk dalam kelompok ESI Global Top 1‰, menunjukkan kapasitas riset yang sangat kompetitif di tingkat dunia.
Bagi Departemen Perikanan UGM, penjajakan kerja sama ini membuka peluang pengembangan penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan ilmu perikanan, teknologi lingkungan, dan rekayasa sumber daya air. Selain kolaborasi riset, kedua pihak juga membahas potensi pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, program penelitian bersama, serta publikasi ilmiah kolaboratif.
Prof. Subejo menyampaikan bahwa kerja sama internasional merupakan salah satu strategi Fakultas Pertanian UGM dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian yang berdaya saing global. Melalui kemitraan dengan institusi unggulan dunia, diharapkan mahasiswa dan dosen memperoleh akses yang lebih luas terhadap jejaring akademik, teknologi, dan sumber daya penelitian internasional.
Sementara itu, Dr. Ratih Ida Adharini menilai bahwa kolaborasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan Program Studi Magister Sumber Daya Akuatik, terutama pada aspek pengelolaan lingkungan perairan, kualitas air, dan keberlanjutan sumber daya akuatik yang menjadi isu strategis di tingkat global.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Departemen Perikanan UGM menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi internasional yang mampu menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UGM sebagai pusat unggulan pendidikan dan riset perikanan di kawasan Asia.
Kegiatan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6: Clean Water and Sanitation melalui pengembangan inovasi teknologi pengolahan dan pemurnian air yang berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi ini mendukung SDG 14: Life Below Water melalui penguatan riset terkait kualitas lingkungan perairan dan pengelolaan sumber daya akuatik, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui pembangunan jejaring internasional antara UGM dan Xiamen University dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global.