Semarang, 9 September 2026 — Dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Dr. Latif Sahubawa, turut berpartisipasi dalam The 9th International Conference on Tropical and Coastal Region Eco-Development (ICTCRED) 2026 di Semarang. Pada konferensi yang diselenggarakan 9 September 2026 tersebut, Dr. Latif mempresentasikan penelitian berjudul “Diversification, Quality Analysis, and Consumer Preference Level of Commercial Processed Tuna Products as a Leading Commodity in the Marine and Fisheries Sector.”
Penelitian ini membahas diversifikasi produk olahan tuna yang beredar secara komersial, analisis mutu produk, serta tingkat preferensi konsumen terhadap berbagai produk olahan berbahan baku tuna. Kajian tersebut menempatkan aspek mutu dan penerimaan konsumen sebagai bagian penting dalam pengembangan produk hasil perikanan bernilai tambah.
Tuna merupakan salah satu komoditas strategis dalam sektor kelautan dan perikanan Indonesia. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, komoditas ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang dapat memenuhi kebutuhan dan selera konsumen. Diversifikasi menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas pemanfaatan tuna sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Melalui analisis mutu dan preferensi konsumen, penelitian ini memberikan gambaran mengenai karakteristik produk yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan produk olahan tuna. Pendekatan tersebut penting agar inovasi pengolahan hasil perikanan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis produksi, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan, penerimaan, dan kecenderungan konsumen.
Keikutsertaan Dr. Latif Sahubawa dalam ICTCRED 2026 menjadi bagian dari upaya dosen THP UGM untuk memperkenalkan hasil penelitian pada forum akademik internasional sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan produk hasil perikanan. Kajian diversifikasi dan preferensi konsumen diharapkan dapat mendukung pengembangan industri pengolahan tuna yang lebih inovatif, kompetitif, dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan nilai tambah komoditas perikanan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi produk olahan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan produk perikanan yang lebih berorientasi pada kebutuhan dan preferensi konsumen.