• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Fakultas Pertanian UGM
  • Fakultas Pertanian UGM
  • hal. 5
Arsip:

Fakultas Pertanian UGM

Semangat Kartini di Kampus: Dosen Perempuan Perikanan UGM Hadiri Kajian “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan”

Berita Jumat, 24 April 2026

Dalam suasana penuh refleksi dan semangat pemberdayaan perempuan, dosen-dosen perempuan dari Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada turut menghadiri kajian bertajuk “Muslimah Tangguh dalam Perjuangan” yang diselenggarakan oleh Forsilam UGM dan Dharma Wanita Persatuan UGM pada Jumat, 24 April 2026 di Auditorium Harjono Danoesastro, Fakultas Pertanian UGM.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Umi Munawiroh sebagai narasumber, yang menyampaikan pentingnya membangun ketangguhan perempuan dalam menjalani berbagai peran, baik sebagai akademisi, ibu, maupun bagian dari masyarakat. Dalam kajiannya, ia menekankan bahwa perempuan masa kini memiliki tanggung jawab besar untuk terus belajar, menjaga nilai-nilai keimanan, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Kajian ini juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang telah membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk memperoleh pendidikan. Semangat Kartini tersebut terasa relevan bagi para dosen perempuan yang hadir, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia akademik yang dinamis.

Bagi dosen perempuan Departemen Perikanan, keikutsertaan dalam kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk penguatan spiritual, tetapi juga sebagai ruang untuk saling berbagi energi positif di tengah kesibukan tridarma perguruan tinggi. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang kegiatan, memberikan jeda sejenak untuk menenangkan diri dan memperkuat niat dalam menjalankan peran.

Selain kajian, acara ini juga dimeriahkan dengan bazaar yang mempererat interaksi antar peserta. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa lingkungan kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga wadah pembinaan karakter dan spiritualitas.

Melalui kegiatan ini, para dosen perempuan diharapkan semakin termotivasi untuk menjadi sosok muslimah tangguh yang tidak hanya unggul dalam keilmuan, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.

Kegiatan ini turut mencerminkan kontribusi terhadap SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dengan mendorong peran perempuan dalam pendidikan dan pembangunan yang berkelanjutan.

Mahasiswa Pascasarjana Perikanan UGM Bersinar di Wisuda, Torehkan Prestasi Akademik Membanggakan

Berita Jumat, 24 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut berbangga dalam pelaksanaan wisuda pascasarjana periode III Tahun Akademik 2025/2026. Sejumlah mahasiswa dari bidang perikanan tidak hanya berhasil menyelesaikan studi, tetapi juga mencatatkan prestasi akademik yang menonjol.

Salah satu capaian membanggakan diraih oleh Rafi Sukma Aulia yang dinobatkan sebagai lulusan termuda dari Program Magister Ilmu Perikanan. Ia berhasil menyelesaikan studi dengan IPK 3,92 pada usia 22 tahun 4 bulan 24 hari—sebuah pencapaian yang mencerminkan dedikasi dan konsistensi akademik sejak dini.

Prestasi lainnya datang dari Anggi Putri Pertiwi yang menjadi lulusan tercepat Program Magister Ilmu Perikanan. Dengan IPK 3,96, ia mampu menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 1 tahun 5 bulan 3 hari, menunjukkan efisiensi dan fokus tinggi dalam menyelesaikan pendidikan pascasarjana.

Selain itu, kontribusi dari bidang perikanan juga ditunjukkan oleh Rani Yuwanita yang menyelesaikan Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dalam waktu 3 tahun 6 bulan 12 hari. Capaian ini menjadi bukti bahwa bidang perikanan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu lintas disiplin, khususnya dalam konteks pertanian dan sumber daya hayati.

Prestasi para lulusan ini mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan akademik di Departemen Perikanan UGM yang terus berkomitmen menghasilkan lulusan unggul dan berdaya saing global. Tidak hanya kuat secara akademik, para lulusan juga dibekali kemampuan riset dan pemahaman terhadap isu-isu strategis di sektor perikanan.

Momentum wisuda ini menjadi awal dari kontribusi nyata para lulusan dalam pembangunan sektor perikanan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya perairan.

Sejalan dengan itu, capaian ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 14 (Life Below Water). Lulusan perikanan UGM diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Dokumentasi: Unit Media Faperta UGM

Pelabuhan Perikanan Indonesia Siap, tapi Belum Optimal? Studi UGM Ungkap Tantangan Implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur

Berita Kamis, 23 April 2026

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Maritime Technology and Research mengungkap fakta menarik tentang kesiapan pelabuhan perikanan Indonesia dalam mendukung implementasi Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur. Penelitian ini dilakukan oleh Basoeki, Seruni Salsabila Putri, (alumni Departemen Perikanan UGM) serta dua akademisi dari Universitas Gadjah Mada, yaitu Prof. Suadi dan Prof. Djumanto.

Penelitian ini berfokus pada dua pelabuhan perikanan utama di Indonesia, yaitu Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman dan Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kedua pelabuhan ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan perikanan dari berbasis input menjadi berbasis kuota (output control).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi infrastruktur fisik, kedua pelabuhan sebenarnya sudah sangat memadai. Tingkat ketersediaan fasilitas mencapai 93% di Nizam Zachman dan 86% di Cilacap, yang masuk kategori “sangat memadai”. Namun, temuan menarik muncul ketika aspek kualitas layanan dianalisis.

Melalui pendekatan Customer Satisfaction Index (CSI), tingkat kepuasan pengguna hanya berada pada kisaran 69,8% hingga 70,4%, yang berarti masih dalam kategori “cukup puas”. Artinya, terdapat kesenjangan antara kesiapan fasilitas fisik dan efektivitas layanan yang dirasakan oleh para pelaku perikanan.

Lebih lanjut, analisis Importance-Performance Analysis (IPA) mengidentifikasi sejumlah titik krusial yang perlu segera diperbaiki, seperti kecepatan pengurusan dokumen, kapasitas pelabuhan, serta fasilitas tambat kapal (mooring infrastructure). Faktor-faktor ini dinilai menjadi hambatan utama dalam implementasi kebijakan penangkapan ikan terukur.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada efisiensi operasional dan kualitas layanan di lapangan. Tanpa perbaikan pada aspek tersebut, implementasi kebijakan berpotensi tidak berjalan optimal.

Temuan ini menjadi penting dalam mendorong reformasi tata kelola pelabuhan perikanan di Indonesia. Selain itu, studi ini juga berkontribusi pada SDG 4 Pendidikan berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pengelolaan perikanan berkelanjutan serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan sektor perikanan nasional.

 

Dari Rumput Laut ke Produk Masa Depan: Mata Kuliah Ini Ubah Cara Pandang Mahasiswa Perikanan UGM

Berita Kamis, 23 April 2026

Siapa sangka, “rumput laut” yang sering dianggap bahan sederhana ternyata menjadi kunci industri masa depan? Di Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada, hal ini dikupas secara mendalam melalui mata kuliah Teknologi Industri Tumbuhan Laut. Mata kuliah ini yang tidak hanya mengajarkan pengolahan, tetapi juga membuka wawasan tentang potensi besar sumber daya laut.

Mata kuliah ini mengajak mahasiswa melihat tumbuhan laut dari perspektif yang berbeda: bukan sekadar komoditas, melainkan bahan baku inovasi global. Mahasiswa diajak memahami bagaimana rumput laut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, bahan kesehatan (nutraceutical), hingga potensi energi terbarukan.

Yang membuat mata kuliah ini unik adalah pendekatan pembelajarannya. Tidak hanya teori, mahasiswa aktif terlibat dalam diskusi kasus, proyek kelompok, hingga adu argumentasi ilmiah. Metode Student-Centered Learning berbasis proyek membuat mahasiswa benar-benar “berpikir seperti industri”, bukan sekadar menghafal konsep.

Dalam perkuliahan, mahasiswa juga mempelajari komposisi kimia rumput laut, seperti protein, peptida, asam amino, dan karbohidrat yang menjadi dasar pengembangan produk. Mereka kemudian diajak masuk ke tahap lebih lanjut: ekstraksi biomolekul dan analisis senyawa bioaktif yang berpotensi untuk industri pangan dan kesehatan.

Menariknya lagi, mata kuliah ini mengaitkan rumput laut dengan isu global seperti ketahanan pangan dan keberlanjutan. Rumput laut diposisikan sebagai solusi masa depan karena sifatnya yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan pengampu seperti Prof. Amir Husni dan Dr. R.A. Siti Ari Budhiyanti, mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang kuat secara akademik sekaligus relevan dengan kebutuhan industri.

Bagi calon mahasiswa, mata kuliah ini menunjukkan bahwa kuliah perikanan bukan hanya tentang ikan—tetapi juga tentang inovasi, industri, dan solusi global berbasis laut. Jika kamu ingin belajar hal yang aplikatif, berdampak, dan punya peluang karier luas, kelas ini bisa jadi salah satu alasan kuat memilih Perikanan UGM. 

Lebih jauh, pembelajaran dalam mata kuliah ini juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sumber pangan alternatif bergizi, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya laut secara efisien dan bernilai tambah, serta SDG 14 (Life Below Water) dalam mendorong pengelolaan ekosistem laut yang berkelanjutan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar untuk industri, tetapi juga berkontribusi pada solusi global bagi masa depan bumi.

Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM Bahas Kurikulum Baru yang Lebih Fleksibel dan Adaptif

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta – Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar rapat penyesuaian kurikulum yang dipimpin oleh Ketua Prodi MSA, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si. Rapat terkait kurikulum ini merupakan tindak lanjut Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan lingkungan masa depan.

Dalam suasana diskusi yang hangat dan kolaboratif, para dosen membahas penyusunan kurikulum yang lebih fleksibel dan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas kompetensi lintas bidang. Kurikulum yang diperbarui dirancang agar mahasiswa tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan siap menghadapi persoalan nyata di sektor perairan dan lingkungan.

Penyesuaian kurikulum ini juga membuka peluang pembelajaran yang lebih beragam, mulai dari penguatan mata kuliah inti, pilihan lintas disiplin, hingga kesempatan belajar di luar program studi. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan relevan bagi mahasiswa.

Upaya pembaruan kurikulum ini sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya  SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Melalui kurikulum yang adaptif dan berorientasi keberlanjutan, Prodi Manajemen Sumberdaya Akuatik UGM berharap dapat menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya perairan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Puluhan Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian 2026

Berita Kamis, 23 April 2026

Yogyakarta – Prestasi membanggakan diraih sivitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Sebanyak 32 dosen berhasil memperoleh pendanaan Hibah Kolaborasi Dosen–Mahasiswa, sementara 4 dosen lainnya menerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dalam skema Hibah Penelitian dan PKM Fakultas Pertanian Tahun 2026.

Pendanaan ini menjadi bukti komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendorong riset kolaboratif berbasis mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. Skema hibah kolaborasi dosen-mahasiswa dirancang untuk memperkuat budaya riset sejak dini melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam penelitian yang aplikatif dan inovatif.

Salah satu judul penelitian yang berhasil memperoleh pendanaan adalah riset yang dipimpin oleh Dr. Senny Helmiati, S.Pi., M.Sc., berjudul “Evaluasi Nilai Nutrien Kulit Buah Naga Merah sebagai Imbuhan Pakan Ikan Molly Balloon Sunkist (Poecilia latipinna)”. Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pakan alternatif yang bernilai tambah, sekaligus mendukung pengembangan budidaya ikan hias yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Sementara itu, pada skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat, salah satu program yang memperoleh pendanaan adalah kegiatan yang dipimpin oleh Muhammad Prima Putra, S.Pi., M.Sc., Ph.D. dengan judul “Strategi Akselerasi Ketahanan Pangan melalui Training of Trainer (TOT) Fasilitator Pertanian Milenial Berbasis Smart Ecobioproduction di P4S Aradana Garden Kabupaten Sleman.” Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas generasi muda dalam sektor pertanian dan perikanan melalui pendekatan teknologi dan ekologi yang berkelanjutan.

Keberhasilan perolehan hibah ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan riset inovatif, sekaligus memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Selain mendorong publikasi ilmiah dan inovasi teknologi, program ini juga berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Capaian ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya  SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui riset dan pengabdian, Departemen Perikanan UGM terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan perikanan dan pertanian berkelanjutan.

Refleksi Perikanan UGM di Hari Bumi 2026: Saatnya Kembali Mendengar Laut

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta, 22 April 2026 — Momentum Hari Bumi tahun ini menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan di lingkungan Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada. Di tengah meningkatnya krisis lingkungan global, kalangan akademisi perikanan UGM memanfaatkan momen ini untuk merefleksikan kembali arah pembangunan sektor perikanan—yang dinilai semakin menjauh dari akar persoalan sebenarnya.

Isu perikanan hari ini tidak lagi sesederhana soal produksi dan peningkatan hasil tangkapan. Kerusakan ekosistem laut, praktik penangkapan berlebih, hingga pencemaran menjadi tantangan nyata yang berdampak langsung pada keberlanjutan sumber daya dan kehidupan masyarakat pesisir.

Di sisi lain, perubahan iklim memperparah situasi. Pola musim yang tidak menentu dan kondisi laut yang semakin sulit diprediksi membuat nelayan berada dalam posisi rentan. Namun, dalam banyak kasus, suara mereka justru belum sepenuhnya terakomodasi dalam kebijakan.

Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S.Kel., M.Sc. menilai bahwa pendekatan perikanan modern perlu dikaji ulang. Menurutnya, selama ini fokus yang terlalu besar pada aspek teknis dan produksi membuat dimensi sosial cenderung terpinggirkan.

“Perikanan bukan hanya soal sumber daya, tetapi juga tentang manusia dan relasi sosial di dalamnya. Ketika aspek ini diabaikan, maka solusi yang dihasilkan seringkali tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya.

Refleksi ini mengarah pada satu kesadaran penting: keberlanjutan perikanan tidak bisa dicapai tanpa keseimbangan antara ekologi dan sosial. Pendekatan berbasis ekosistem perlu berjalan seiring dengan penguatan partisipasi masyarakat, khususnya nelayan sebagai aktor utama di lapangan.

Di lingkungan kampus, gagasan ini mulai diterjemahkan ke dalam berbagai aktivitas. Mahasiswa didorong untuk lebih dekat dengan realitas pesisir, tidak hanya melalui penelitian, tetapi juga melalui pengabdian masyarakat dan kolaborasi lintas sektor. Harapannya, ilmu yang dihasilkan tidak berhenti pada publikasi, tetapi mampu memberi dampak nyata.

Sejalan dengan itu, refleksi ini juga berkaitan erat dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 14 tentang kehidupan bawah laut (Life Below Water). Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem laut, sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam konteks ini, kontribusi akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan secara menyeluruh.

Pada akhirnya, Hari Bumi 2026 menjadi pengingat bahwa laut bukan sekadar ruang eksploitasi, melainkan sistem kehidupan yang harus dijaga bersama. Dari ruang-ruang diskusi di kampus hingga kehidupan sehari-hari nelayan di pesisir, refleksi ini menegaskan satu hal: masa depan perikanan bergantung pada kemampuan semua pihak untuk kembali mendengar—dan merawat—laut dengan lebih bijak.

Mahasiswa Perikanan UGM Pelajari Statistika sebagai Fondasi Riset dan Permodelan Perikanan

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Mahasiswa Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada tidak hanya mempelajari ilmu perikanan secara biologis dan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan analisis data melalui mata kuliah statistika. Pembelajaran ini menjadi fondasi penting dalam memahami metodologi penelitian serta pengembangan permodelan di bidang perikanan dan kelautan.

Mata kuliah statistika diberikan sebagai dasar pemahaman metode ilmiah dan penelitian kuantitatif yang relevan dengan bidang  perikanan. Mahasiswa mempelajari statistika deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data, serta statistika inferensial yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pengujian hipotesis secara kuantitatif.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga dikenalkan pada konsep probabilitas, teori pencuplikan (sampling), distribusi peluang, hingga analisis hubungan antarvariabel seperti regresi dan korelasi. Kemampuan ini sangat penting dalam menganalisis data hasil penelitian, merancang percobaan, serta menyusun laporan ilmiah yang objektif dan berbasis bukti.

Pendekatan pembelajaran dilakukan secara partisipatif dan berbasis kasus, di mana mahasiswa mengerjakan tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan permasalahan nyata di sektor  perikanan. Penggunaan perangkat lunak statistik juga diperkenalkan untuk mendukung kemampuan analisis data secara modern dan aplikatif.

Melalui pembelajaran statistika, mahasiswa diharapkan mampu berpikir logis, kritis, dan sistematis dalam memecahkan masalah perikanan, mulai dari analisis produksi, pengelolaan sumber daya, hingga permodelan sistem perikanan berkelanjutan. Bekal ini menjadi kunci penting dalam menghasilkan lulusan yang siap melakukan riset, inovasi, dan pengambilan keputusan berbasis data di masa depan. Pembelajaran statistika ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta tujuan SDG 14 (Ekosistem Laut). Kemampuan analisis data dan permodelan yang dimiliki mahasiswa diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis sains dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan serta mendorong inovasi di sektor kelautan dan perikanan.

Mahasiswa Departemen Perikanan UGM Antusias Kembali ke Perkuliahan Usai UTS

Berita Rabu, 22 April 2026

Yogyakarta – Suasana perkuliahan di Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali ramai setelah mahasiswa menyelesaikan Ujian Tengah Semester (UTS). UTS diselenggarakan mulai tanggal 6-17 April 2026. Memasuki paruh kedua semester, mahasiswa menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi untuk kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, praktikum, serta berbagai aktivitas akademik lainnya.

Kembalinya perkuliahan tatap muka disambut positif oleh mahasiswa yang merasa memiliki energi baru setelah melewati masa evaluasi akademik. Banyak mahasiswa memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki strategi belajar, meningkatkan partisipasi di kelas, serta mempersiapkan diri menghadapi tugas dan proyek akhir semester.

Dosen juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang kembali aktif berdiskusi dan terlibat dalam pembelajaran. Pada minggu-minggu setelah UTS, materi perkuliahan mulai memasuki topik lanjutan yang lebih aplikatif, termasuk praktikum laboratorium, studi kasus, serta diskusi terkait isu-isu terkini di bidang perikanan dan kelautan.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga kembali aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kombinasi antara perkuliahan dan aktivitas non-akademik ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa.

Semangat baru pasca-UTS ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Departemen Perikanan UGM untuk terus menjaga konsistensi belajar hingga akhir semester dan meraih hasil akademik yang optimal. Semangat mahasiswa kembali ke perkuliahan setelah UTS juga sejalan dengan komitmen mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 14 (Ekosistem Laut). Melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan, mahasiswa dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu mengelola sumber daya perikanan secara bertanggung jawab, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Departemen Perikanan UGM Ucapkan Selamat: Pengukuhan Prof. Jaka Widada Tandai Lompatan Baru Mikrobiologi Terapan

Berita Selasa, 21 April 2026

Yogyakarta – Civitas akademika Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pengukuhan Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D sebagai Guru Besar dalam Bidang Mikrobiologi Terapan. Pengukuhan ini menjadi momen penting yang menegaskan kontribusi keilmuan beliau dalam pengembangan mikrobiologi untuk ketahanan pangan dan kesehatan global.

Dalam pidato pengukuhan berjudul “Holobiont sebagai Driver Revolusi Mikrobiologi Terapan untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Global,” Prof. Jaka Widada menyoroti bahwa revolusi mikrobiologi terapan kini memasuki era baru. Konsep holobiont—yakni kesatuan antara organisme dengan mikroorganisme yang hidup bersamanya—kini bersinggungan erat dengan kemajuan rekayasa genetik tingkat lanjut seperti biologi sintetik (synthetic biology) dan biomanufaktur. Perkembangan ini membuka peluang besar dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan pangan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam pemaparannya, Prof. Jaka juga menekankan potensi “raksasa mikroskopis” seperti bakteri dari kelompok Streptomyces dan Bacillus yang memiliki peran strategis dalam produksi senyawa bioaktif, peningkatan produktivitas pangan, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Beliau dikenal aktif meneliti berbagai galur Streptomyces indigenos dari beragam habitat, termasuk isolat dari lingkungan laut Nusantara seperti Streptomyces sp. GMY01, yang menjadi salah satu sumber potensial pengembangan inovasi berbasis mikroba.

Civitas akademika Departemen Perikanan menyambut pencapaian ini sebagai inspirasi bagi penguatan kolaborasi lintas disiplin, khususnya dalam pemanfaatan mikrobiologi untuk mendukung sektor perikanan, kelautan, dan ketahanan pangan nasional. Pengukuhan ini diharapkan semakin mendorong lahirnya riset unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-2 (Tanpa Kelaparan), tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), tujuan ke-4 Pendidikan  Berkualitas, tujuan ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), tujuan ke-15 Life on Land, serta tujuan ke-14 (Ekosistem Laut). Inovasi mikrobiologi terapan diharapkan dapat berkontribusi pada sistem pangan berkelanjutan, kesehatan global, serta pemanfaatan sumber daya hayati secara bertanggung jawab.

Sekali lagi, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian UGM mengucapkan selamat atas pengukuhan Guru Besar Prof. Jaka Widada. Semoga capaian ini terus menginspirasi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi Indonesia dan dunia.

 

 

sumber foto: Prof. Nuryani dan Prof. Suadi

1…34567…18
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY