• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
    • Informasi
  • Beranda
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
  • hal. 7
Arsip:

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Fakultas Pertanian UGM dan FisTx Indonesia Tandatangani MoU Penguatan Inovasi Akuakultur Berkelanjutan

Berita Selasa, 5 Mei 2026

Yogyakarta — Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menjalin kerja sama strategis dengan FisTx Indonesia melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam upaya memperkuat inovasi dan pengembangan akuakultur berkelanjutan di Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mempertemukan dunia akademik dengan industri berbasis teknologi perikanan. Kerja sama diarahkan pada pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, implementasi teknologi budidaya modern, hingga penguatan ekosistem akuakultur yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan rintisan berbasis teknologi akuakultur, FisTx Indonesia dikenal aktif mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung produktivitas budidaya, khususnya sektor tambak udang dan perikanan modern. Perusahaan ini mengembangkan solusi seperti teknologi UV tambak, sistem budidaya terukur, pendampingan petambak, hingga pengelolaan kualitas air berbasis teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, FisTx juga aktif memperkenalkan inovasi teknologi budidaya berkelanjutan, termasuk teknologi elektrolisis untuk meningkatkan kualitas air tambak dan mengurangi penggunaan bahan kimia dalam budidaya udang.

Melalui kerja sama ini, Fakultas Pertanian UGM berharap mahasiswa dan dosen dapat memperoleh ruang kolaborasi yang lebih luas dengan dunia industri, baik dalam bentuk penelitian terapan, program magang, pengembangan inovasi, maupun hilirisasi teknologi perikanan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dinilai semakin penting di tengah tantangan sektor akuakultur modern yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dan berbasis teknologi. Integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan industri diharapkan mampu melahirkan solusi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat pembudidaya.

Selain mendukung pengembangan teknologi, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi sektor perikanan menuju sistem budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sejalan dengan itu, penandatanganan MoU ini juga mendukung agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomidan SDG 14 (Life Below Water). Sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi langkah strategis dalam memperkuat inovasi akuakultur sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan di masa depan.

Generasi Muda Diajak Kenal Keamanan Pangan Perikanan dalam Sosialisasi di BPTPB Cangkringan

Berita Senin, 4 Mei 2026

Sleman — Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keamanan pangan produk perikanan terus dilakukan melalui kegiatan edukatif dan interaktif. Pada Selasa, 28 April 2026, UPTD Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya menggelar kegiatan Sosialisasi Keamanan Pangan Produk Perikanan Budidaya di kawasan Argomulyo, Cangkringan.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas anggota Saka Bahari Kota Yogyakarta serta siswa-siswi SMK Sanden. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya penerapan keamanan pangan dalam budidaya ikan, mulai dari proses produksi hingga pengelolaan hasil perikanan yang memenuhi standar mutu dan aman dikonsumsi.

Acara diawali dengan sesi pematerian di dalam ruangan. Materi pertama disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai program KAWEDAR (Kaweruh Digital Mina lan Samudra). Program ini merupakan inisiatif edukasi digital yang bertujuan memperluas penyebaran informasi dan literasi sektor kelautan dan perikanan melalui media sosial dan platform digital agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selanjutnya, Rifki Listianto selaku anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta memaparkan pentingnya dukungan kebijakan terhadap jaminan mutu produk perikanan. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki peran strategis melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan legislasi untuk mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Materi utama mengenai Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) disampaikan oleh Desy Putri Handayani. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keamanan pangan harus dimulai sejak proses budidaya. Peserta dikenalkan pada berbagai aspek penting, seperti kualitas air, manajemen pakan, desain kolam yang baik, sanitasi lingkungan, hingga pemilihan benih sehat.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep Feed Conversion Ratio (FCR), yaitu indikator efisiensi penggunaan pakan dalam budidaya ikan. Pemahaman mengenai FCR dinilai penting karena berkaitan langsung dengan produktivitas budidaya sekaligus efisiensi biaya produksi.

Tidak hanya berlangsung di dalam kelas, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi lapangan melalui kunjungan ke UKBAT Wonocatur. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat secara langsung praktik budidaya ikan air tawar dan berbagai komoditas yang dikembangkan, seperti ikan lele, nila, tawes, hingga wader pari.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis mengenai sistem budidaya ikan yang baik dan aman. Pendekatan edukatif berbasis pengalaman lapangan diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan.

Kegiatan ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan tujuan ke-14 (Life Below Water). Edukasi mengenai keamanan pangan dan budidaya berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya perairan.

Hari Pendidikan Nasional 2026: Departemen Perikanan UGM Refleksikan Pendidikan untuk Masa Depan Laut dan Pangan

Berita Sabtu, 2 Mei 2026

Yogyakarta, 2 Mei 2026 — Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi bagi Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dalam melihat kembali peran pendidikan terhadap masa depan sektor perikanan dan keberlanjutan sumber daya perairan Indonesia.

Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi ekosistem laut, hingga ancaman ketahanan pangan, pendidikan dinilai memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Pendidikan perikanan tidak lagi sekadar berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, inovasi, dan keadilan sosial bagi masyarakat pesisir.

Departemen Perikanan UGM terus mendorong proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui penguatan riset, praktikum lapangan, kolaborasi internasional, hingga pengabdian masyarakat, mahasiswa didorong untuk memahami persoalan perikanan secara lebih holistik—mulai dari aspek ekologi, ekonomi, teknologi, hingga dinamika sosial masyarakat.

Momentum Hari Pendidikan Nasional juga menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Berbagai penelitian yang dikembangkan di lingkungan Departemen Perikanan diarahkan untuk memberikan solusi terhadap isu strategis, seperti perikanan berkelanjutan, kesehatan ikan, adaptasi perubahan iklim, hingga pengembangan pangan berbasis sumber daya laut.

Selain itu, transformasi digital dan perkembangan teknologi turut menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan perikanan. Mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan inovatif dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat.

Bagi Departemen Perikanan UGM, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga masa depan laut Indonesia. Melalui pendidikan yang inklusif dan berkualitas, diharapkan lahir generasi perikanan yang mampu menjadi penggerak perubahan menuju pengelolaan sumber daya perairan yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

Refleksi Hari Pendidikan Nasional ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dan SDG 14 (Life Below Water). Pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus mendukung ketahanan pangan masa depan.

Hari Buruh 2026: Departemen Perikanan UGM Refleksikan Masa Depan Pekerja Sektor Perikanan

Berita Jumat, 1 Mei 2026

Yogyakarta, 1 Mei 2026 — Peringatan Hari Buruh Internasional menjadi momentum refleksi bagi Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada terhadap kondisi dan masa depan pekerja di sektor perikanan. Di tengah tantangan perubahan iklim, tekanan ekonomi, dan transformasi industri, pekerja perikanan dinilai menjadi kelompok yang memiliki peran vital namun sering kali menghadapi berbagai kerentanan.

Sektor perikanan selama ini tidak hanya menopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya, pengolah hasil perikanan, hingga pekerja rantai distribusi. Namun demikian, berbagai persoalan seperti ketidakpastian pendapatan, risiko kerja tinggi, akses perlindungan sosial yang terbatas, hingga tekanan terhadap sumber daya laut masih menjadi tantangan nyata.

Melalui momentum Hari Buruh, sivitas akademika Departemen Perikanan UGM menekankan pentingnya membangun sistem perikanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga adil bagi para pekerja di dalamnya. Pendekatan keberlanjutan dinilai harus mencakup aspek sosial, termasuk kesejahteraan tenaga kerja, keselamatan kerja, serta akses terhadap pendidikan dan teknologi.

Selain itu, perkembangan teknologi dan modernisasi sektor perikanan juga perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Transformasi menuju perikanan modern tidak boleh meninggalkan masyarakat kecil yang selama ini menjadi tulang punggung produksi perikanan nasional.

Dalam konteks akademik, Departemen Perikanan UGM terus mendorong penelitian dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penguatan ketahanan sosial-ekonomi komunitas perikanan. Berbagai kajian tentang dinamika nelayan, perikanan adaptif, hingga tata kelola sumber daya pesisir menjadi bagian dari upaya memahami realitas pekerja perikanan secara lebih utuh.

Hari Buruh juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sektor perikanan tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekologi laut, tetapi juga oleh kesejahteraan manusia yang bergantung padanya. Laut yang sehat perlu diiringi dengan kehidupan pekerja yang layak dan bermartabat.

Sejalan dengan itu, refleksi ini juga berkaitan erat dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya  SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas dan SDG 14 (Life Below Water). Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan penciptaan pekerjaan yang layak, perlindungan pekerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dua Dosen Perikanan UGM Raih Hibah Academic Excellence 2026, Masuk 35 Terbaik dari Ratusan Pengusul

Berita Kamis, 30 April 2026

Yogyakarta — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Dua dosen, yakni Dr. Ratih Ida Adharini dan Dr. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, berhasil meraih Hibah Program Peningkatan Academic Excellence Tahun 2026.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil evaluasi proposal yang dilaksanakan pada 14–23 April 2026, dengan mempertimbangkan penilaian ketat dari para reviewer. Dari ribuan dosen yang mengajukan proposal, hanya 35 orang yang berhasil lolos sebagai penerima hibah, menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang sangat kompetitif dan bergengsi.

Dalam program ini, Dr. Ratih Ida Adharini mengusung penelitian yang berfokus pada penguatan sistem perikanan berkelanjutan berbasis pendekatan ekologi dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah mengembangkan riset di bidang kesehatan ikan dan lingkungan perairan, yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perikanan.

Program Hibah Academic Excellence sendiri dirancang untuk mendorong peningkatan kualitas riset dosen di berbagai bidang strategis. Beberapa tujuan utama program ini meliputi pengembangan penelitian unggulan yang memiliki relevansi dan manfaat nyata bagi masyarakat, peningkatan publikasi ilmiah berbasis kolaborasi nasional dan internasional, serta penguatan jejaring kerja sama riset dengan institusi dalam dan luar negeri.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global, termasuk dalam pemeringkatan seperti QS dan Times Higher Education (THE). Tidak kalah penting, hibah ini menjadi instrumen dalam memperkuat kompetensi dan kepakaran dosen guna mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal.

Keberhasilan dua dosen Perikanan UGM ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mendorong budaya riset yang unggul dan berdampak. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika lainnya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi tantangan sektor perikanan di masa depan.

Sejalan dengan itu, program ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, dan SDG 14 (Life Below Water). Penguatan riset unggulan di bidang perikanan tidak hanya mendorong inovasi dan daya saing akademik, tetapi juga berperan dalam memastikan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Departemen Perikanan UGM Gelar FGD dan Kegiatan Lapangan Pengembangan Perikanan Adaptif di Kulon Progo

Berita Rabu, 29 April 2026

Yogyakarta, 29 April 2026 — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan kegiatan lapangan bertajuk “Pengembangan Model Perikanan Adaptif untuk Meningkatkan Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Ekologi” di wilayah Kulon Progo.

Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk merespons tantangan sektor perikanan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, tekanan terhadap sumber daya, hingga dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir dan pembudidaya. Pendekatan perikanan adaptif dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang tangguh dan berkelanjutan.

FGD akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk akademisi, praktisi, pemerintah daerah, serta pelaku usaha perikanan. Diskusi ini bertujuan untuk menggali perspektif bersama dalam merumuskan model pengelolaan perikanan yang tidak hanya produktif, tetapi juga resilien terhadap perubahan lingkungan dan sosial. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 45 peserta dari berbagai latar belakang, mencerminkan tingginya antusiasme terhadap isu perikanan adaptif.

Sebagai narasumber utama, Dr.nat.sc. Faizal Rachman, S.Pi., M.Sc. memaparkan konsep dan implementasi perikanan adaptif, termasuk pentingnya integrasi antara aspek ekologi, ekonomi, dan sosial dalam pengelolaan sumber daya perikanan. Ia menekankan bahwa pendekatan adaptif harus berbasis pada kondisi lokal serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen-dosen perikanan yaitu Prof. Dr. Eko Setyobudi, S.Pi., M.Si., Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si., dan Dr. Mukti Aprian, S.Kel., M.Si (Han).

Selain diskusi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan di kawasan perikanan Kulon Progo. Peserta akan melihat langsung praktik-praktik pengelolaan perikanan yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan di tingkat lokal.

Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan model implementatif yang dapat diterapkan secara lebih luas. Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah dan pengalaman lapangan, Departemen Perikanan UGM berupaya mendorong transformasi sektor perikanan menuju sistem yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Lebih jauh, inisiatif ini juga sejalan dengan agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 13 (Climate Action), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 14 (Life Below Water). Pengembangan perikanan adaptif menjadi langkah penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya.

Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Perjalanan karier lulusan perikanan tidak selalu berakhir di tambak atau laboratorium. Hal ini tergambar dalam episode podcast bertajuk “Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM” yang menghadirkan Cindy Silvia Hadi sebagai narasumber, dengan Dr. Anes Dwi Jayanti sebagai host.

Dalam perbincangan tersebut, Cindy membagikan kisah perjalanannya meniti karier sebagai auditor di bidang sustainable aquaculture—sebuah profesi yang berperan penting dalam memastikan praktik budidaya perikanan berjalan sesuai standar keberlanjutan global. Profesi ini menuntut pemahaman mendalam tidak hanya pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada regulasi, lingkungan, hingga tata kelola industri.

Cindy menjelaskan bahwa latar belakang pendidikan di bidang perikanan, khususnya pemahaman tentang kualitas air, manajemen pakan, dan kesehatan ikan, menjadi fondasi penting dalam pekerjaannya saat ini. Kompetensi tersebut diperkuat dengan kemampuan analisis dan komunikasi yang dibutuhkan dalam proses audit, termasuk saat berinteraksi dengan pelaku industri.

“Perikanan itu luas, dan peluangnya tidak hanya di produksi, tetapi juga di aspek keberlanjutan,” menjadi salah satu pesan kunci yang disampaikan dalam diskusi tersebut.

Sebagai auditor, Cindy terlibat dalam proses evaluasi praktik budidaya di berbagai perusahaan untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional yang berorientasi pada lingkungan dan keberlanjutan. Peran ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap produk perikanan yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab.

Sementara itu, host Dr. Anes Dwi Jayanti menekankan bahwa perkembangan sektor akuakultur saat ini memang membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki perspektif multidisiplin. Dunia perikanan tidak lagi hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang keberlanjutan, sertifikasi, dan tata kelola global.

Podcast ini juga menjadi refleksi bahwa lulusan perikanan memiliki spektrum karier yang luas, mulai dari praktisi budidaya, peneliti, hingga profesional di bidang audit dan sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan perikanan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Secara lebih luas, peran auditor dalam akuakultur berkelanjutan juga berkaitan erat dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Melalui pengawasan dan evaluasi praktik budidaya, auditor membantu memastikan bahwa produksi perikanan tetap menjaga keseimbangan ekosistem serta memenuhi standar keberlanjutan global.

Link Youtube: Kisah Karier Auditor Sustainable Aquaculture dari Lulusan Perikanan UGM

Profil Program Studi Akuakultur UGM Tampil di Media Sosial Kampus

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mendapat sorotan melalui konten media sosial kampus. Melalui unggahan video pendek di Instagram Reels, UGM menampilkan profil program studi ini sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset unggulan di bidang budidaya perikanan.

Dalam tayangan tersebut, Prodi Akuakultur diperkenalkan sebagai program studi yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diperlihatkan aktif dalam kegiatan budidaya ikan, pengelolaan kualitas air, hingga eksplorasi teknologi akuakultur modern.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah keberadaan fasilitas teaching farm, yang menjadi laboratorium lapangan bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan teknis secara langsung. Fasilitas ini memungkinkan integrasi antara pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja maupun riset .

Selain aspek praktis, Prodi Akuakultur UGM juga dikenal memiliki kualitas akademik yang kuat. Hal ini tercermin dari capaian akreditasi “Unggul” yang diberikan oleh BAN-PT, sebagai bentuk pengakuan atas mutu pendidikan, penelitian, serta kontribusi terhadap pengembangan sektor akuakultur berkelanjutan .

Konten reels tersebut juga menyoroti suasana pembelajaran yang dinamis dan kolaboratif, memperlihatkan interaksi antara mahasiswa, dosen, dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini mencerminkan visi program studi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap tantangan global, termasuk isu keberlanjutan dan ketahanan pangan.

Melalui publikasi di media sosial, UGM berupaya mendekatkan dunia akademik kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang menjadi target utama pendidikan tinggi. Strategi ini dinilai efektif, mengingat tingginya popularitas platform digital kampus dalam menjangkau audiens nasional maupun internasional .

Dengan kombinasi antara kualitas akademik, fasilitas pendukung, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik, Program Studi Akuakultur UGM terus menunjukkan perannya sebagai salah satu institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pengembangan perikanan budidaya yang inovatif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kontribusi global, pengembangan Program Studi Akuakultur di Universitas Gadjah Mada juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals, khususnya  SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 2 (Zero Hunger) dan SDG 14 (Life Below Water). Melalui pendidikan, riset, dan inovasi di bidang budidaya perikanan, prodi ini berperan dalam mendukung ketahanan pangan berbasis protein akuatik sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Upaya ini diperkuat dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan teknologi, yang mendorong lahirnya solusi akuakultur yang efisien, ramah lingkungan, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Untuk melihat langsung profil Program Studi Akuakultur UGM dalam tayangan media sosial, kunjungi video berikut:

Reel Akuakultur

Publikasi Internasional Perikanan UGM: Limbah Spirulina Disulap Jadi Bahan Pakan Bernilai Tinggi

Berita Senin, 27 April 2026

Yogyakarta — Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan kontribusi ilmiah di tingkat global melalui publikasi terbaru di jurnal internasional Discover Food.

Penelitian berjudul “Nutritional improvement of Spirulina (Arthrospira platensis) by-product through simultaneous fermentation with Bacillus subtilis (T2A) & (T3P1), and Lactococcus formosensis (JAL 11)” ini ditulis oleh Dr. Rani Yuwanita, Prof. Alim Isnansetyo, Dr. Siti Ari Budhiyanti, serta Dr. Indah Istiqomah. Dr Rani sendiri merupakan dosen Universitas Brawijaya yang baru saja menyelesaikan pendidikan Doktor di Departemen Perikanan UGM.

Riset ini mengangkat potensi besar limbah mikroalga Spirulina (Arthrospira platensis), khususnya hasil samping ekstraksi fikosianin, sebagai bahan baku pakan berkelanjutan. Selama ini, limbah Spirulina diketahui kaya akan protein, asam amino, asam lemak, mineral, dan senyawa fenolik, namun masih memiliki kendala pada aspek aroma, tekstur, dan kualitas nutrisi yang belum optimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan fermentasi simultan menggunakan bakteri Bacillus subtilis (T2A dan T3P1) serta Lactococcus formosensis (JAL 11). Ketiga mikroorganisme ini merupakan koleksi dari Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Departemen Perikanan UGM, yang dikenal mampu menghasilkan enzim ekstraseluler seperti protease untuk meningkatkan kualitas bahan pangan dan pakan.

Dalam eksperimennya, limbah Spirulina difermentasi pada suhu 30°C selama 2, 4, dan 6 hari dalam kondisi mikroanaerob. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi memberikan dampak signifikan terhadap kualitas produk, baik dari sisi nutrisi maupun karakteristik sensorik.

Pertumbuhan bakteri mencapai titik optimal pada hari keempat dengan jumlah lebih dari 2,9 × 10⁹ CFU per gram. Pada fase ini, terjadi peningkatan nyata pada aroma, warna, dan tekstur limbah Spirulina, yang sebelumnya dikenal memiliki bau khas yang kurang disukai.

Dari sisi nutrisi, fermentasi selama empat hari terbukti paling efektif. Kandungan protein meningkat hingga 67,61 persen bobot kering, atau naik sekitar 5,42 persen dibandingkan sebelum fermentasi. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada berbagai asam amino penting seperti arginin, glisin, isoleusin, metionin, valin, fenilalanin, prolin, dan serin.

Tak hanya itu, profil asam lemak esensial juga mengalami perbaikan, termasuk peningkatan senyawa seperti linoleat, palmitoleat, hingga docosahexaenoate (DHA) yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan organisme akuatik.

Menariknya, proses fermentasi ini tidak memberikan perubahan signifikan terhadap kadar lemak dan kadar air, sehingga kualitas dasar bahan tetap terjaga. Di saat yang sama, fermentasi berhasil mengurangi aroma tidak sedap (off-flavour) yang selama ini menjadi kendala utama pemanfaatan limbah Spirulina.

Sejalan dengan itu, penelitian ini juga berkontribusi pada agenda global Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Pemanfaatan limbah Spirulina menjadi produk bernilai tambah mencerminkan prinsip efisiensi sumber daya dan ekonomi sirkular, sekaligus mendukung pengembangan sistem perikanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa fermentasi simultan mampu meningkatkan nilai gizi, memperbaiki profil asam amino dan asam lemak, serta menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih baik.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan limbah industri mikroalga sebagai bahan baku pakan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain mendukung prinsip ekonomi sirkular, inovasi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan pakan konvensional.

Publikasi ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi UGM dalam mengembangkan solusi berbasis bioteknologi untuk menjawab tantangan keberlanjutan di sektor perikanan dan pangan global.

 

DWP Departemen Perikanan UGM Gelar Kegiatan Keakraban melalui VW Tour Nanggulan

Berita Sabtu, 25 April 2026

Yogyakarta, 25 April 2026 — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan rekreasi yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. Kegiatan outing bertajuk VW Tour Nanggulan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Sejak pagi hari, peserta telah berkumpul di area Utara Departemern Perikanan UGM sebelum memulai perjalanan menuju kawasan Nanggulan. Perjalanan dilanjutkan dengan pengalaman unik menggunakan mobil VW klasik, yang menjadi daya tarik utama kegiatan ini.

Memasuki rangkaian acara inti, peserta mengikuti VW Tour menyusuri pedesaan dengan panorama alam yang asri. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang santai dan penuh keceriaan di antara anggota.

Setelah kegiatan tur, rombongan melaksanakan istirahat, sholat, dan makan (ISHOMA) di kawasan Kopi Ingkar Janji (KIJ), sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, yaitu Desa Wisata Gamplong. Di lokasi ini, peserta menikmati suasana wisata budaya sekaligus berkesempatan melihat berbagai spot menarik yang kerap digunakan sebagai lokasi produksi film.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sentra oleh-oleh, termasuk produk khas seperti gudeg manggar dan kain lurik. Rangkaian perjalanan ditutup dengan menikmati suasana senja di kawasan Sakeca, sebelum akhirnya kembali ke Departemen Perikanan UGM pada sore hari.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa outing ini tidak hanya bertujuan sebagai rekreasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaranggota DWP. “Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap hubungan kekeluargaan semakin erat dan memberikan energi positif bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk mempersiapkan perlengkapan pribadi seperti kacamata hitam, topi, payung atau jas hujan, obat-obatan pribadi, serta perlengkapan ibadah guna mendukung kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan di lingkungan Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbangun melalui aktivitas formal, tetapi juga melalui momen santai yang penuh makna. Dengan semangat kebersamaan, DWP Departemen Perikanan UGM terus berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis, solid, dan saling mendukung.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini juga mencerminkan nilai-nilai dalam Sustainable Development Goals, khususnya SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 5 Gender Equality, SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui aktivitas rekreasi yang sehat dan penguatan jejaring sosial antaranggota, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan serta memperkuat kolaborasi dalam komunitas.

1…56789…17
Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY