Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, pada 14 Juli 2025 menyelenggarakan kegiatan Workshop Vaccination of Aeromonas spp. in Tilapia (Oreochromis sp.) and Catfish (Clarias sp.). Kegiatan ini dirancang untuk menangani tingginya kasus penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas spp. yang sering menyerang ikan budidaya, khususnya ikan nila dan ikan lele. Infeksi tersebut diketahui dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, kerusakan jaringan, hingga kematian masal, yang berimplikasi pada kerugian ekonomi serius bagi pembudidaya. Penggunaan antibiotik secara berlebihan dalam budidaya perikanan menambah tantangan baru, karena menimbulkan resistensi bakteri serta residu antibiotik pada produk perikanan. Oleh karena itu, vaksinasi dipandang sebagai solusi alternatif yang lebih aman, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kesehatan serta ketahanan ikan terhadap penyakit.
Workshop ini dirancang untuk memberikan pengetahuan komprehensif baik secara teoritis maupun praktis mengenai produksi vaksin inaktif berbasis Aeromonas spp.. Kegiatan terdiri atas dua sesi utama, yaitu sesi teori dan hands-on training. Pada sesi teori, peserta mendapatkan paparan materi mengenai dasar-dasar imunologi ikan, prinsip produksi vaksin, serta implementasi vaksinasi dalam budidaya ikan air tawar. Sementara pada sesi hands-on, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan laboratorium, seperti mengkultur bakteri patogen, melakukan inaktivasi menggunakan formalin, formulasi vaksin hingga tahap pengeringan beku (freeze-drying), dan menentukan dosis vaksin melalui metode spektrofotometri. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan uji toksisitas vaksin pada ikan nila serta teknik pengambilan darah dan pemisahan serum untuk analisis imunologis.
Tidak hanya terbatas pada laboratorium, kegiatan ini juga mencakup praktik lapangan untuk memberikan pengalaman nyata kepada peserta. Pada sesi lapangan, peserta mempraktikkan vaksinasi langsung pada ikan nila dan ikan lele menggunakan metode injeksi intraperitoneal (IP). Prosedur ini meliputi teknik penanganan ikan dengan meminimalkan stres, anestesi menggunakan air es, penyuntikan vaksin secara tepat, serta pemulihan pasca injeksi. Peserta juga dilatih melakukan pengamatan ante-mortem dan post-mortem untuk mengevaluasi respons ikan terhadap vaksinasi, termasuk identifikasi gejala stres, lesi, perilaku abnormal, serta pencatatan mortalitas. Melalui pengalaman langsung ini, peserta diharapkan dapat memahami prosedur vaksinasi secara komprehensif sekaligus membangun keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri akuakultur.
Peserta workshop berasal dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal UGM, yang menunjukkan besarnya minat terhadap tema kegiatan ini. Peserta dari eksternal didominasi oleh perwakilan lembaga dan institusi seperti CPP, Vaksindo, PT Central Proteina, Politeknik AUP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Kehadiran peserta lintas lembaga ini memperkuat nilai kolaborasi dan memperluas jangkauan diseminasi ilmu. Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber internasional, yaitu Prof. Dr. Ina Salwany dari Universiti Putra Malaysia yang berbagi pengalaman riset vaksinasi ikan laut di Malaysia, serta Dr. Tharangani Herath dari Harper Adams University, Inggris, yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan teknologi vaksinasi berbasis ilmiah. Dengan melibatkan pakar dari berbagai negara, kegiatan ini menjadi forum pertukaran ilmu yang bernuansa global. Hal ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong penguatan kapasitas akademik, penelitian, serta praktik lapangan yang relevan dengan tantangan global di sektor perikanan dan akuakultur.
Menurut salah satu panitia, Dr. drh. Nur Lailatul Fitrotun Nikmah, kegiatan workshop ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan inovasi materi dan pembicara yang lebih variatif. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran narasumber internasional menjadi bukti nyata bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi forum akademik internasional yang strategis bagi pengembangan ilmu di bidang kesehatan ikan. Lebih jauh, beliau berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa UGM, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh peserta eksternal dalam mendukung praktik budidaya ikan yang sehat, berkelanjutan, dan bebas antibiotik. Dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan, kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi akademisi, peneliti, dan praktisi perikanan yang berdaya saing global. Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan global atau SDGs pada poin ke-4 : Pendidikan Berkualitas, poin ke-9 : Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, poin ke-14 : Ekosistem Laut, serta poin ke-17: Kemitraan Untuk Mencapai Lanjutan.
Penulis : Rafi Sukma Aulia
Editor: Nahla Alfiatunnisa