Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada kembali menghasilkan publikasi ilmiah kolaboratif antara mahasiswa dan dosen mengenai keanekaragaman bulu babi di pesisir selatan Yogyakarta. Penelitian berjudul Investigating the Diversity of Sea Urchins (Echinoidea) in Yogyakarta, Indonesia Using Molecular Approaches, Abundance, and Ecological Index dilakukan oleh Putri Ayu Hia bersama Dr. Ratih Ida Adharini, Prof. Eko Setyobudi, dan Dr. Eko Hardianto.
Bulu babi merupakan invertebrata laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem intertidal serta berfungsi sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pesisir. Penelitian ini berfokus pada kawasan Pantai Ngrumput, Yogyakarta, untuk mengkaji keanekaragaman, kelimpahan, serta identifikasi spesies bulu babi melalui pendekatan ekologi dan molekuler berbasis DNA barcoding.
Pengambilan sampel dilakukan pada November–Desember 2023 menggunakan metode transek kuadrat 1×1 meter. Analisis molekuler menargetkan gen mtDNA COI untuk memastikan identifikasi spesies secara akurat. Hasil penelitian mengidentifikasi empat spesies utama bulu babi, yaitu Echinometra oblonga, Echinometra mathaei, Heterocentrotus trigonarius, dan Stomopneustes variolaris.
Secara ekologis, kelimpahan bulu babi tercatat mencapai 74,14 individu per meter persegi. Indeks keanekaragaman berada pada kategori sedang (1,07), indeks keseragaman tinggi (0,83), serta indeks dominansi rendah (0,23). Temuan ini menunjukkan komunitas bulu babi di lokasi penelitian relatif stabil dan seimbang.
Analisis pola sebaran menunjukkan beberapa spesies memiliki distribusi mengelompok, sementara lainnya menunjukkan kombinasi pola seragam dan mengelompok. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada jarak 30 meter dari garis pantai, menandakan zona tersebut menjadi habitat optimal bagi bulu babi.
Pendekatan DNA barcoding menghasilkan sekuens sepanjang 630 bp dan analisis filogenetik yang menguatkan identifikasi morfologi. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah penting bagi pengelolaan ekosistem pesisir dan konservasi sumber daya laut di Yogyakarta. Publikasi ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, prestasi ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.