Kondisi kesehatan suatu sungai tidak hanya dapat dilihat dari kejernihan airnya, tetapi juga dari organisme kecil yang hidup di dasar perairan. Hal inilah yang menjadi fokus penelitian mahasiswa Ela Restu Mei Astuti, yang mengkaji keanekaragaman komunitas makrobentos di Sungai Ndaru, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Sungai Ndaru merupakan sungai yang berhulu di kawasan Gunung Andong dan menjadi bagian penting dari ekosistem perairan di wilayah tersebut. Dalam penelitiannya yang dilakukan selama delapan minggu pada Oktober hingga November 2025, Ela melakukan pengamatan di empat stasiun penelitian untuk mengetahui struktur komunitas makrobentos sekaligus menganalisis hubungan antara kualitas air dengan keberadaan organisme tersebut.
Makrobentos sendiri merupakan organisme yang hidup di dasar perairan dan sering digunakan sebagai bioindikator untuk menilai kualitas lingkungan sungai. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan surber net berukuran 30 × 30 cm, kemudian sampel diawetkan dan diidentifikasi berdasarkan karakter morfologinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Ndaru memiliki keanekaragaman makrobentos yang cukup baik. Tercatat sebanyak 1.167 individu yang terdiri dari 3 kelas, 10 famili, dan 13 spesies ditemukan selama penelitian berlangsung. Nilai kelimpahan berkisar antara 54 hingga 234 individu per meter persegi, dengan indeks keanekaragaman pada kategori sedang.
Pengukuran kualitas air juga menunjukkan kondisi yang relatif baik. Parameter seperti suhu, oksigen terlarut, pH, hingga kandungan bahan organik masih berada dalam kisaran yang mendukung kehidupan organisme perairan.
Melalui penelitian ini, Ela berharap informasi mengenai kondisi ekosistem Sungai Ndaru dapat menjadi dasar bagi upaya pelestarian lingkungan sungai serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas perairan. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, dan SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan).