• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • KERJA SAMA
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Lawan Ancaman Penyakit Nila Terkini, Mahasiswa Akuakultur UGM Terlibat Pengembangan Strain Unggul Bersama DKP DIY

Lawan Ancaman Penyakit Nila Terkini, Mahasiswa Akuakultur UGM Terlibat Pengembangan Strain Unggul Bersama DKP DIY

  • Berita
  • 26 Mei 2026, 17.39
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Yogyakarta-Di balik upaya meningkatkan produksi perikanan budidaya, tantangan penyakit ikan masih menjadi persoalan serius yang dapat memengaruhi produktivitas dan keberlanjutan sektor akuakultur. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Akuakultur, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada turut mengambil peran dalam program pengembangan strain nila unggul Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan ikan nila unggul yang tidak hanya memiliki pertumbuhan yang baik, tetapi juga memiliki ketahanan terhadap ancaman penyakit yang saat ini menjadi perhatian dalam budidaya ikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fokus penelitian diarahkan pada uji ketahanan terhadap infeksi bakteri Aeromonas jandaei, patogen yang belakangan menjadi perhatian karena ditemukan pada kasus penyakit ikan nila terkini di DIY.

Yang menarik, program ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam terlibat pada riset berbasis permasalahan nyata di lapangan. Dua mahasiswa Akuakultur UGM yang terlibat aktif dalam kegiatan ini yaitu Nabil Ghifari Abdillah (angkatan 2022) dan Widi Nuraini (angkatan 2023). Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa mahasiswa sejak dini didorong untuk berkontribusi dalam penelitian aplikatif yang memiliki dampak nyata terhadap sektor perikanan. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis laboratorium, tetapi juga belajar memahami pendekatan ilmiah untuk mengatasi permasalahan nyata di lapangan

Program kolaboratif ini  diimplementasi di Unit Pelaksana Teknis Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB), Dinas Kelautan dan Perikanan, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikoordinasi oleh dua staf BPTPB , yaitu  Pristia Yunik Praninda, S.Pi., M.Si. dan Iin Indriyani, S.K.H. dan disupervisi oleh satu dosen UGM, yaitu Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., yang aktif mengembangkan riset bidang mikrobiologi akuakultur.

Kasus penyakit pada ikan nila dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa dinamika patogen di lapangan terus berkembang, ditandai dengan munculnya varian maupun agen penyakit baru yang berpotensi menurunkan produktivitas budidaya. Kondisi ini menegaskan bahwa pengembangan strain unggul ikan nila tidak dapat dilakukan secara statis, melainkan perlu dievaluasi dan diperbarui secara berkala melalui pendekatan berbasis sains, termasuk pemuliaan adaptif terhadap tekanan penyakit dan perubahan lingkungan budidaya, guna menjaga keberlanjutan dan ketahanan produksi akuakultur modern.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini menunjukkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menghadirkan solusi nyata bagi sektor perikanan. Tidak hanya menghasilkan data penelitian yang relevan dengan masalah dilapangan, program ini juga menjadi wahana pembentukan generasi muda perikanan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan akuakultur Indonesia.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 14 (Life Below Water), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi riset dan inovasi sektor perikanan berkelanjutan.

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industry Innovation and Infrastructure Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY