Yogyakarta — Isu pengelolaan limbah industri kini tidak lagi dipandang sekadar persoalan akhir produksi, melainkan peluang untuk menciptakan inovasi dan nilai tambah yang berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada kembali menghadirkan SinnTech Webinar #37 dengan tema “Industrial Waste Management in the Circular Economy: A Marine and Fisheries Perspective.” Webinar ini akan diselenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00–15.30 WIB dan menjadi ruang diskusi mengenai transformasi limbah sektor kelautan dan perikanan menuju sistem ekonomi sirkular.
Melalui tema tersebut, SinnTech #37 mengangkat perspektif bahwa limbah perikanan dan sumber daya laut tidak lagi dipandang sebagai produk sisa, tetapi dapat dikembangkan menjadi komoditas bernilai tinggi yang mendukung keberlanjutan industri perikanan masa depan.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kepakaran di bidang pemanfaatan sumber daya perairan dan bioekonomi biru. Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S., akan membawakan materi bertajuk “Innovation and Utilization of Indonesian Seaweed as Food and Non-Food Raw Materials.” Dalam paparannya, Prof. Nurjanah menyoroti besarnya potensi rumput laut Indonesia yang dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga untuk berbagai produk nonpangan dan inovasi industri. Sejumlah inovasi bahkan telah dikembangkan menjadi produk berbasis kekayaan hayati laut serta menghasilkan berbagai pengembangan teknologi terapan.
Menariknya, berbagai inovasi yang dikembangkan juga mengarah pada pemanfaatan residu rumput laut menjadi produk turunan seperti pupuk berbasis biomassa laut. Beberapa inovasi tersebut telah didorong menuju perlindungan kekayaan intelektual, menunjukkan bahwa limbah hasil pengolahan sumber daya laut dapat diubah menjadi produk yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si., akan membahas tema “The Blue Bioeconomy: Bioconverting Fisheries Waste into High-Value Commodities.” Materi ini mengajak peserta melihat bagaimana limbah hasil perikanan dapat dikonversi melalui pendekatan bioekonomi biru menjadi berbagai produk bernilai tambah, sekaligus mengurangi tekanan lingkungan akibat akumulasi limbah industri.
Kehadiran kedua narasumber tersebut memperkuat semangat SinnTech sebagai ruang berbagi ilmu yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, praktisi, hingga masyarakat umum dalam membahas isu-isu strategis perikanan dan kelautan.
Di tengah meningkatnya perhatian global terhadap keberlanjutan, webinar ini menjadi pengingat bahwa masa depan industri perikanan tidak hanya ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan bertanggung jawab.
Melalui SinnTech Webinar #37, Departemen Perikanan UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan diseminasi ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan sektor perikanan modern.
Kegiatan ini juga mendukung agenda Sustainable Development Goals khususnya tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production), tujuan ke-14 (Life Below Water), tujuan ke-9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan inovasi dan kolaborasi menuju ekonomi sirkular yang berkelanjutan.