Kulon Progo, 11 Juni 2026 — Upaya meningkatkan kesehatan ikan dan keberlanjutan usaha budidaya terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Penyediaan Obat Ikan Legal yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo dalam rangka subkegiatan Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan Budidaya dalam Satu Daerah Kabupaten/Kota. Kegiatan ini menghadirkan Indah Istiqomah, S.Pi., M.Si., Ph.D., dosen bidang Mikrobiologi Akuakultur Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Dr. Indah menjelaskan berbagai aspek penting terkait penyakit ikan budidaya serta strategi pencegahannya. Materi yang disampaikan mencakup penerapan biosekuriti, pengelolaan kualitas lingkungan budidaya, penggunaan obat ikan yang legal dan bertanggung jawab, serta pentingnya deteksi dini penyakit untuk meminimalkan risiko kerugian pada usaha budidaya.
Menurut Dr. Indah, pendekatan preventif merupakan langkah yang paling efektif dalam menjaga kesehatan ikan budidaya. Pembudidaya perlu memahami bahwa keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan pakan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lingkungan budidaya agar tetap stabil dan sehat.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran berbagai pihak tersebut memberikan perspektif yang lebih komprehensif mengenai keamanan penggunaan obat ikan, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan sistem budidaya.
Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kabupaten Kulon Progo menyampaikan apresiasi atas kontribusi akademisi UGM dalam mendukung peningkatan kapasitas pembudidaya. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat perikanan.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan akuakultur yang sehat, produktif, dan berkelanjutan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia sektor perikanan.
Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kesehatan ikan, ketahanan pangan, dan kolaborasi multipihak dalam pembangunan perikanan budidaya.