Perubahan kondisi laut Indonesia menjadi perhatian serius para ilmuwan. Hal ini dibahas dalam SINNTECH Webinar #35 yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam kesempatan tersebut, peneliti oseanografi dari Departemen Perikanan UGM, Riza Yuliratno Setiawan, memaparkan kondisi terkini lingkungan laut Indonesia yang menunjukkan tanda-tanda perubahan signifikan akibat dinamika iklim global dan aktivitas manusia.
Dalam presentasinya, Riza menjelaskan bahwa data observasi laut global menunjukkan terjadinya pemanasan laut (ocean warming) di berbagai wilayah, termasuk perairan Indonesia. Perubahan suhu laut ini berpotensi memengaruhi berbagai aspek ekosistem laut, mulai dari produktivitas perairan hingga pola distribusi ikan yang menjadi sumber utama pangan bagi masyarakat pesisir.
Ia juga menyoroti meningkatnya fenomena cuaca ekstrem di kawasan tropis, termasuk frekuensi badai tropis yang terjadi di sekitar wilayah Indonesia. Perubahan dinamika angin dan suhu laut tersebut dapat memengaruhi produktivitas laut serta lokasi daerah penangkapan ikan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting bagi masa depan sektor perikanan: apakah pengetahuan tradisional nelayan masih relevan di tengah perubahan laut yang semakin cepat?
Melalui berbagai pendekatan ilmiah seperti pemantauan laut menggunakan Argo Floats serta pemodelan zona penangkapan ikan berbasis kecerdasan buatan, para peneliti mencoba memahami bagaimana perubahan lingkungan laut memengaruhi sumber daya perikanan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu merancang strategi adaptasi yang lebih baik bagi sektor perikanan dan menjaga ketahanan pangan laut di masa depan.
Melalui SINNTECH Webinar #35, mahasiswa dan peserta diajak melihat lebih dekat bagaimana sains kelautan berperan penting dalam memahami perubahan lingkungan laut serta menemukan solusi berbasis riset untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.