• Tentang UGM
  • Faperta
  • IT Center
  • Perpustakaan
  • LPPM
  • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Pertanian
Departemen Perikanan
  • Profil
    • Tentang Kami
    • Struktur Organisasi
    • Staff Dosen
    • Staff Kependidikan
    • Kerja Sama
    • Laporan Kinerja UPPS
  • Akademik
    • Program Studi Akuakultur
    • Program Studi Manajemen Sumberdaya Akuatik
    • Program Studi Teknologi Hasil Perikanan
    • Program Studi Magister Ilmu Perikanan
    • Program Studi Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis
  • Berita
  • Fasilitas
    • Laboratorium
    • Inkubator Mina Bisnis
    • delifiZ
  • Penjaminan Mutu
  • TUK
  • Organisasi
    • KMIP
    • Selam Perikanan
    • Bahari Pers
  • Download
    • Prosedur Persuratan
    • Prosedur Akademik Sarjana
    • Prosedur Akademik Pascasarjana
  • Beranda
  • Berita
  • Sidat di Persimpangan: Riset Perikanan UGM Soroti Tekanan Eksploitasi dan Perubahan Iklim

Sidat di Persimpangan: Riset Perikanan UGM Soroti Tekanan Eksploitasi dan Perubahan Iklim

  • Berita
  • 17 April 2026, 11.00
  • Oleh: mediaperikanan.faperta
  • 0

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Hibah Penelitian Program Equity by Subject dan Equity Post-Doctoral Dalam Negeri diselenggarakan oleh Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada dengan tema perubahan iklim dan dinamika perikanan dan kelautan. Salah satu materi yang dipaparkan mengangkat topik strategis terkait dinamika sistem sosial-ekologi sidat di wilayah selatan Pulau Jawa. Materi ini disampaikan oleh Bapak Waluyo, M.Sc sebagai mahasiswa Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan Tropis UGM.

Paparan ini menyoroti pentingnya ikan sidat sebagai komoditas bernilai ekonomi tinggi sekaligus spesies yang memiliki siklus hidup kompleks (catadromous), yaitu bermigrasi dari perairan tawar menuju laut untuk memijah. Dalam kajian ini, dijelaskan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman sidat tropis yang tinggi, dengan setidaknya tujuh spesies sidat yang tersebar di berbagai wilayah perairan.

Pak Waluyo, M.Sc juga menekankan bahwa sistem kehidupan sidat sangat dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan, seperti arus laut, suhu, dan kondisi habitat estuari hingga sungai. Wilayah selatan Jawa menjadi kawasan penting karena berfungsi sebagai jalur migrasi dan habitat pertumbuhan sidat sebelum kembali ke laut lepas.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini berbasis system dynamics, yang bertujuan untuk memahami hubungan kompleks antara populasi sidat, tekanan penangkapan, serta perubahan lingkungan. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat menyimulasikan berbagai skenario pengelolaan, termasuk dampak eksploitasi berlebih dan perubahan iklim terhadap keberlanjutan populasi sidat.

Selain itu, paparan ini juga menggarisbawahi pentingnya pengelolaan berbasis ekosistem dan data ilmiah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya sidat. Upaya konservasi, pengaturan penangkapan, serta perlindungan habitat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan populasi.

Materi ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan kebijakan perikanan yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi riset UGM dalam mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 14 (Ekosistem Laut), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Tags: Fakultas Pertanian UGM Perikanan UGM SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim SDG 14: Ekosistem Lautan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas Universitas Gadjah Mada

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Universitas Gadjah Mada

Departemen Perikanan Fakultas Pertanian

Universitas Gadjah Mada
Gedung A4, Jl. Flora, Bulaksumur,Yogyakarta, 55281
 +62274-551218
 fish@ugm.ac.id

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY