Yogyakarta — Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila, momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bagi sivitas akademika Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Pancasila bukan hanya ideologi negara, tetapi juga pedoman dalam membangun sektor perikanan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kekayaan sumber daya perairan yang luar biasa. Namun, keberlimpahan tersebut juga menghadirkan tanggung jawab besar untuk mengelolanya secara bijaksana. Dalam konteks ini, nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat bagi pembangunan perikanan nasional. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengajarkan bahwa sumber daya alam merupakan anugerah yang harus dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Laut, sungai, dan danau bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga amanah yang perlu dijaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengingatkan bahwa pembangunan perikanan harus memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat, terutama nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, dan masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem perikanan Indonesia. Sementara itu, sila ketiga, Persatuan Indonesia, menjadi fondasi penting dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang melibatkan berbagai daerah, budaya, dan kepentingan. Laut Indonesia menghubungkan ribuan pulau dan jutaan masyarakat yang memiliki keterikatan kuat dengan sumber daya perairan. Oleh karena itu, pengelolaan perikanan memerlukan semangat kebersamaan dan kolaborasi.
Dalam dunia akademik, sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, tercermin melalui pentingnya pengambilan keputusan berbasis ilmu pengetahuan, data, dan dialog yang konstruktif. Penelitian, inovasi, dan pendidikan menjadi instrumen penting untuk menghasilkan kebijakan perikanan yang tepat dan berkelanjutan.
Adapun sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi tujuan utama pembangunan perikanan. Keberhasilan sektor perikanan tidak hanya diukur dari meningkatnya produksi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terjaganya ekosistem perairan, dan tersedianya sumber pangan yang sehat bagi seluruh rakyat Indonesia.
Bagi Departemen Perikanan UGM, semangat Pancasila juga tercermin dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dosen dan mahasiswa terus berupaya menghasilkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan sektor perikanan, mulai dari ketahanan pangan, perubahan iklim, konservasi sumber daya ikan, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.
Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bahwa kemajuan sektor perikanan tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai kebangsaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan etika, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Keluarga besar Departemen Perikanan UGM mengucapkan Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Semoga nilai-nilai Pancasila terus menjadi inspirasi dalam membangun sektor perikanan Indonesia yang maju, berdaulat, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat.
Refleksi ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals terutama tujuan ke-2 (Zero Hunger), tujuan ke-4 (Quality Education), tujuan ke-14 (Life Below Water), dan tujuan ke-16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penguatan tata kelola sumber daya perikanan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.