Mahasiswa Departemen Perikanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ainun Rodhiyah Nurhayati, melakukan penelitian mengenai alat tangkap ikan tradisional khas lokal yang dikenal dengan nama wadhong gandhul di kawasan Bendungan Kamijoro, yang berada di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengungkap keunikan alat tangkap tersebut serta perannya dalam memahami perilaku migrasi ikan di Sungai Progo.
Wadhong gandhul merupakan alat tangkap ikan pasif tradisional yang bekerja tanpa menggunakan umpan. Alat ini berbentuk perangkap yang dilengkapi dengan penghadang sehingga dapat mengarahkan ikan menuju bagian penampung. Prinsip kerjanya cukup unik, yakni menangkap ikan yang melompat dari arah hilir menuju hulu ketika menghadapi bangunan terjunan air atau spillway bendungan.
Penelitian yang dibimbing Oleh Prof. Djumanto, mengarhakan Ainun melakukan pengambilan data selama lima bulan, mulai September 2025 hingga Januari 2026 di Sungai Progo. Wadhong gandhul yang digunakan memiliki bentuk persegi panjang dengan cekungan pada bagian depan yang berfungsi sebagai penampung ikan. Kerangka alat dibuat dari kayu kaso dan bambu, kemudian dilapisi waring. Alat ini dioperasikan dengan cara digantungkan pada tiang jembatan bendungan dan diturunkan hingga berada sekitar 30 sentimeter di atas permukaan air.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap ini berhasil menangkap berbagai jenis ikan air tawar dari famili Cyprinidae. Beberapa spesies yang tertangkap antara lain wader pari (Rasbora argyrotaenia), kepek (Mystacoleucus obtusirostris), melem (Osteochilus vittatus), beles (Barbonymus schwanenfeldii), lukas (Labiobarbus leptocheilus), palung (Hampala macrolepidota), serta tawes (Barbonymus gonionotus).
Penelitian ini juga menemukan bahwa hasil tangkapan ikan cenderung meningkat pada awal musim hujan, khususnya antara September hingga Desember, serta lebih banyak terjadi pada sore hari. Analisis tingkat kematangan gonad menunjukkan sebagian besar ikan berada pada fase TKG II hingga IV, yang mengindikasikan bahwa ikan-ikan tersebut sedang melakukan migrasi untuk memijah.
Menurut Ainun, temuan ini menunjukkan pentingnya keberadaan jalur migrasi ikan di sungai yang memiliki bendungan. Oleh karena itu, pembangunan jalur khusus ikan atau fishway tipe vertical slot dinilai menjadi salah satu solusi untuk mendukung pergerakan ikan secara alami di ekosistem sungai. Penelitian ini sekaligus menegaskan bahwa alat tangkap tradisional seperti wadhong gandhul tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana penting dalam penelitian ekologi perikanan di Indonesia. Penelitian ini sejalan dengan komitmen Departemen Perikanan UGM dalam mendukung pengembangan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada keberlanjutan sektor perikanan. Selain itu, penelitian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas riset dan publikasi, SDG 8 Pekerjaan layan dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 14 Life Below Water (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.